Sukses

5 Cara Seru Ngobrol Bareng Anak-Anak Autisme

Liputan6.com, Jakarta Anak-anak dalam spektrum autisme juga memerlukan komunikasi. Hanya saja, beberapa dari mereka memiliki kapasitas terbatas untuk berbicara atau nonverbal, sedangkan yang lainnya memiliki kosakata yang luas namun belum memahaminya secara fungsional.

Belum lagi, ada yang memiliki masalah dengan empati, emosi dan sosialisasi. Namun secara keseluruhan, mereka juga butuh untuk berkomunikasi, sebagaimana orang tuanya yang ingin berkomunikasi dengan mereka.

Berdasarkan kurikulum homeschooling anak dengan autisme, berikut ini merupakan 5 tips yang dapat meningkatkan komunikasi dengan anak autisme, dilansir dari Applied Behavior Analysis Programs.

1. Gunakan visual

Untuk anak-anak nonverbal, visualisasi menggunakan gambar dapat membantu anak lebih memahami maksud perkataan Anda. Saling berkomunikasi menggunakan gambar, akan memudahkan anak meminta hal-hal yang mereka inginkan atau butuhkan.

Selain itu, kartu yang mengungkapkan perasaan dapat membantu anak-anak dengan autisme lebih memahami dan mengkomunikasikan emosi.

Visual mendorong anak-anak untuk berinteraksi dengan orang lain, dan interaksi ini dapat berkembang menjadi bahasa. Seiring perkembangan teknologi, aplikasi untuk ponsel cerdas dan tablet dapat memenuhi tujuan yang sama.

 

2 dari 2 halaman

2. Beri anak pemahaman dari suatu ucapan

Metode ini cocok untuk anak-anak dengan autisme yang memiliki masalah dengan fungsional kosakata. Berbicaralah dengan jelas dan jangan memperindah bahasa Anda. Karena anak-anak suka mengikuti kosakata yang ia dengar dan mengucapkannya tanpa memahami artinya. Jadi, jangan gunakan sarkasme, frasa, atau kiasan lain yang dapat membingungkan anak.

Saat anak sering mengucapkan sesuatu dalam konteks yang tidak pantas, Anda perlu mencari ungkapan lainnya yang lebih mudah ia pahami.

3. Luangkan waktu untuk mengajar

Dalam mengajari anak, Anda akan butuh banyak kesabaran, tetapi jangan terburu-buru memberi kebutuhan anak saat Anda tahu apa yang ia butuhkan. Kemampuan verbal mereka akan berkembang dengan meminta item yang diinginkan ketimbang ia mendapatkannya secara otomatis.

Demikian juga saat saling berkomunikasi tentang rutinitas harian. Berbicaralah lebih perlahan, beri anak banyak waktu untuk merenungkan kata-kata Anda dan merespon ucapan Anda. Anda juga bisa menambahkan gerakan yang sesuai dengan kata-kata Anda.

Dan jangan lupa untuk memuji serta memberi mereka penghargaan dalam upaya belajar dari Anda.

4. Beralih ke binatang

Meskipun hewan tidak mengajari anak berbicara, namun mereka membantu anak-anak dengan autisme untuk berkomunikasi lebih baik dengan orang lain. Hewan juga dapat mengurangi stres dan menenangkan anak yang terlalu bersemangat.

Salah satu penghambat komunikasi dengan anak-anak ini adalah stimulasi berlebihan dan suara bising. Dan hewan dapat menenangkannya dan membantunya fokus pada orang lain yang mungkin mencoba berkomunikasi dengannya.

Hewan juga membantu anak-anak ini rasa penerimaan. Misalnya saat anak-anak ini takut mencoba berbicara dan gagal, kehadiran hewan dapat memberi kekuatan untuk meyakinkannya.

Sehingga pada anak-anak yang kesulitan bersosialisasi dan berempati, hewan dapat membuka emosi mereka dan meningkatkan sensitivitas mereka terhadap perasaan orang lain.

5. Dapatkan bantuan profesional

Semua anak dengan keterlambatan bicara termasuk anak-anak dengan autisme akan sangat terbantu dengan intervensi dini. Semakin cepat mereka dikenalkan dengan terapi wicara, semakin besar kemungkinan mereka untuk memahami bahasa dan berkomunikasi secara lisan.

Seorang ahli mengetahui berbagai strategi untuk mendorong komunikasi, dengan fokus pertama pada keterampilan bahasa yang dibutuhkan untuk kehidupan sehari-hari. Pengasuh dan pendidik bekerja bersama terapis wicara untuk belajar bagaimana terus berlatih dan menggunakan keterampilan bahasa baru dengan anak-anak mereka.

Anak-anak dengan autisme membutuhkan dukungan ekstra untuk membangun keterampilan komunikasi mereka. Terlepas dari status verbal anak tertentu, Anda dapat membantu anak-anak autis berkomunikasi dengan menggunakan visual, berbicara dalam bahasa konkret, bersabar dan dibantu dengan hewan serta profesional di bidangnya.