Sukses

Inovasi Auditra Cetusan Peserta Duta Bahasa Jambi untuk Teman Netra

Liputan6.com, Jakarta Auditra atau Audio dari Duta Bahasa untuk Penyandang Disabilitas Netra adalah salah satu inovasi peserta Duta Bahasa Provinsi Jambi untuk membantu teman netra.

Inovasi ini dibuat dalam rangka pemilihan Duta Bahasa yang pada 2020 ini dilakukan secara daring. 60 peserta terpilih ditantang untuk menuangkan ide kreatif bertema Inovasi Duta Bahasa untuk Negeri.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Auditra. Inovasi ini dicetuskan Muhammad Yogi Maryadi, salah satu peserta dengan latar belakang Pendidikan kedokteran.

Secara sederhana, “Auditra” adalah sebuah gerakan digitalisasi buku berbentuk audio untuk penyandang disabilitas netra. Ide ini diambil berdasarkan estimasi Kementerian Kesehatan RI mengenai jumlah disabilitas netra di Indonesia. 1,5 persen dari seluruh penduduk Indonesia adalah penyandang disabilitas netra.

Jika saat ini penduduk Indonesia berjumlah 250 juta jiwa, berarti, sekurang-kurangnya saat ini ada 3,76 juta penyandang disabilitas netra, baik kategori buta maupun lemah penglihatan. Kondisi ini tentunya membuat mereka mengalami kesulitan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, khususnya dalam hal membaca dan memperdalam literasi.

“Sebenarnya sudah ada beberapa usaha yang dilakukan agar penyandang disabilitas netra mendapatkan akses untuk membaca buku. Salah satunya dengan penggunaan buku braille. Namun, biaya produksi yang tidak murah, menjadi alasan buku braile masih sulit didapat,” kata Yogi dalam keterangan pers yang diterima Liputan6.com, Sabtu (9/5/2020).

“Audio buku gratis pun, masih menjadi sesuatu yang langka mengingat pembaca teks yang masih sedikit. Padahal jika ada banyak partisipan yang mau berpartisipasi dalam perekaman audio buku ini, tentu akan sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Perlu Dukungan Berbagai Pihak

Lulusan Kedokteran Universitas Lampung ini meyakini, jika selama ini pembuatan dan perekaman audio buku masih digerakkan oleh segelintir profesional. Menurutnya, sekelompok duta bahasa juga bisa menjadi penggerak dan berdiri di barisan terdepan untuk membantu gerakan sosial peduli disabilitas netra.

Melalui peran dan kemampuan yang dimiliki oleh duta bahasa, gerakan ini akan menjadi lebih mudah untuk direalisasikan, katanya.

“Dengan adanya gerakan perekaman buku yang terintegrasi ke dalam website, ‘Auditra’ akan menjadi gerakan penyusunan audio buku pertama yang digerakkan oleh duta bahasa, di Indonesia.”

Yogi berharap agar Duta Bahasa Jambi bisa ikut serta secara aktif memperjuangkan hak dan kesetaraan para disabilitas netra untuk membaca buku. Selain itu, ia juga berharap bahwa gerakan ini bisa mendapat dukungan dari berbagai pihak mengingat jika gerakan ini dilaksanakan, akan melibatkan kerjasama dengan instansi pemerintahan dan beberapa organisasi peduli disabilitas netra lainnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Berikut Ini: