Kontrak Perdagangan Minyak Melonjak di Bursa Kripto Hyperliquid

Bursa perdagangan kripto yakni Hyperliquid mencatat volume perdagangan minyak melonjak.

Diterbitkan 11 Maret 2026, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa perdagangan kripto terdesentralisasi yakni Hyperliquid telah menyaksikan lonjakan luar biasa dalam perdagangan minyak.

Mengutip Yahoo Finance, ditulis Rabu (11/3/2026), dibangun terutama untuk perdagangan kontrak berjangka abadi, Hyperliquid memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan aset derivatif dengan leverage tinggi. Kontrak CT-USDC, kontrak abadi yang terkait dengan minyak yang melacak satu barel minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) telah mencatat volume perdagangan sebesar USD 1,32 miliar dalam 24 jam terakhir.

Kontrak minyak tersebut melonjak hingga 25% setelah perang antara AS-Israel dan Iran dimulai pada 28 Februari. Harganya naik hingga USD 118 per barel pada 9 Maret, dan saat ini diperdagangkan sekitar USD 80 per barel.

Data menunjukkan kontrak ini menghasilkan perdagangan harian sekitar USD 21 juta sebelum serangan terhadap Iran, tetapi angka tersebut sekarang mencapai USD 1,32 miliar.

Karena merupakan kontrak berjangka abadi, kontrak ini tidak memiliki tanggal kedaluwarsa yang memungkinkan pedagang untuk memegang posisi leverage tanpa hambatan. Sebagian besar pedagang berasal dari segmen ritel dan melakukan diversifikasi dari aset kripto ke komoditas seperti minyak.

Minyak berada di urutan terdepan setelah Ether, perak, dan emas.

Setelah Bitcoin (BTC), kontrak WTI adalah kontrak yang paling banyak diperdagangkan di Hyperliquid selama 24 jam terakhir.

Berikut adalah volume perdagangan 24 jam dari 10 kontrak teratas di Hyperliquid:

  • Bitcoin: USD 3,64 miliar
  • Kontrak minyak (WTI): USD 1,32 miliar
  • Ethereum (ETH): USD 914 juta
  • Hyperliquid (HYPE): USD 509 juta
  • Nasdaq 100 (XYZ100): USD 478 juta
  • Solana (SOL): USD 291 juta
  • Perak: USD 264 juta
  • Minyak Brent: USD 244 juta
  • S&P 500 (USA500): USD 95 juta
  • Emas: USD 73 juta

 

Beli Aset

Ketika Wall Street libur di akhir pekan, bursa seperti Hyperliquid memberikan kesempatan kepada para pedagang untuk membeli aset yang mengalami aktivitas volatil.

Perdagangan minyak yang sangat tinggi telah menyebabkan token asli Hyperliquid, HYPE, juga melonjak 30% menjadi USD 34 setelah perang harga.

Harga minyak turun setelah komentar baru Trump tentang Iran

Setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang di Iran "hampir selesai," harga minyak turun pada 10 Maret. WTI turun dari sekitar USD 120 per barel pada 8 Maret menjadi $80,65 per barel pada saat berita ini ditulis.

Namun, Selat Hormuz, yang dilalui 20% pasokan minyak global, masih sebagian besar terblokir.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.