Harga Bitcoin Alami Kinerja Bulanan Terburuk Sejak Keruntuhan Kripto Juni 2022

Harga bitcoin (BTC) diperkirakan alami kinerja bulanan terburuk sejak 2022.

Diterbitkan 25 Februari 2026, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Harga bitcoin (BTC) tetap berada di dekat batas bawah kisaran perdagangannya baru-baru ini meskipun pasar keuangan global menunjukkan tanda-tanda pemulihan selera risiko. Namun, bitcoin masih berada di jalur penurunan bulan terburuk sejak 2022.

Mengutip data coinmarketcap.com, harga bitcoin (BTC) naik 3,6% dalam 24 jam terakhir pada Rabu, 25 Februari 2026. Selama sepekan terakhir, harga BTC melemah 1,78% dalam sepekan terakhir. Saat ini, harga bitcoin berada di posisi USD 65.820 atau Rp 1,1 miliar. (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.850).

Mengutip Yahoo Finance, Rabu pekan ini, kripto kapitalisasi pasar terbesar ini turun hingga 3% menjadi USD 62.557 sebelum mengurangi koreksi itu pada Selasa pekan ini. Harga bitcoin melemah sekitar 24% pada Februari dan diperkirakan alami kinerja bulanan terburuk sejak Juni 2022.

Pada 2022, runtuhnya proyek stablecoin TerraUSD memicu serangkaian kegagalan yang mencakup hedge fund kripto Three Arrows Capital dan BlockFi, pemberi pinjaman.

Bitcoin juga berada di jalur penurunan bulanan kelima berturut-turut, penurunan terpanjang sejak 2018, periode yang berat bagi pasar kripto yang ditandai dengan runtuhnya booming penawaran koin perdana (ICO).

Penurunan ini, yang memperpanjang aksi jual yang dimulai pada Oktober, terjadi di tengah sentimen penghindaran risiko yang lebih luas di pasar global setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk menaikkan tarif global menjadi 15%, sebuah langkah yang membuat investor gelisah dan membebani ekuitas serta aset berisiko tinggi lainnya.

"Keputusan Presiden Trump untuk menaikkan tarif global menjadi 15% mengguncang aset berisiko secara luas, dan Bitcoin ikut terpengaruh,” ujar Analis Kripto BTC Markets, Rachael Lucas.

"Terlepas dari narasi ‘emas digital’, Bitcoin terus diperdagangkan sebagai aset berisiko. Ketika kekhawatiran makro meningkat, modal berputar menuju tempat aman tradisional. Bitcoin belum sampai di sana,".

 

 

Dampak 2022

Bencana pasar kripto 2022 masih terasa dampaknya. Pada Senin, administrator Terraform Labs, entitas di balik stablecoin TerraUSD. menggugat Jane Street Group LLC. Seorang administrator yang ditunjuk pengadilan kepailitan, Todd Snyder mengklaim dalam pengaduan tersebut bahwa Jane Street menggunakan “informasi non-publik untuk melakukan perdagangan curang yang mempercepat keruntuhan Terraform.”

Seorang juru bicara Jane Street menyebut gugatan itu “putus asa” dan “upaya yang jelas untuk mengambil uang,” menurut sebuah pernyataan.

Level Support

Sejak aksi jual besar-besaran dimulai empat bulan lalu, sentimen hati-hati telah melanda pasar kripto, dan Bitcoin telah menembus beberapa level dukungan kunci saat bergerak turun.

“Bitcoin tergelincir di bawah $60.000 pada awal Februari, tetapi ada tarik-menarik yang stabil di dekat level saat ini, menarik perhatian pada hasil pertempuran lokal antara bull dan bear,” kata Kepala Analis pasar di FxPro, Alex Kuptsikevich dalam sebuah catatan. “Hasilnya akan menentukan apakah kita melihat pemulihan atau momentum penurunan baru.”

ETF Bitcoin spot yang terdaftar di AS mengalami arus keluar lebih dari USD 200 juta pada Senin. Sementara itu, permintaan untuk asuransi penurunan harga tetap sekitar dua kali lipat dari taruhan bullish dalam perdagangan opsi, menurut data dari Deribit. Level support berikutnya adalah USD 60.000, harga yang hampir dicapai Bitcoin awal bulan ini.

 

Kata Analis

Analis IG Australia, Tony Syacamore menuturkan, bitcoin semakin mendekati rata-rata pergerakan 200 minggu di USD 58.503. Apakah token tersebut bertahan di atas level tersebut, seperti yang berhasil dilakukan pada awal Februari,  dapat menentukan apakah harga akan stabil.

Sebaliknya, penurunan di bawah level support USD 58.000 hingga USD 60.000. “Kemungkinan akan membuka pintu bagi penurunan yang lebih dalam,” tulis Sycamore.

Pasar kripto secara keseluruhan juga berada di bawah tekanan. Total nilai pasar semua mata uang kripto telah turun lebih dari USD 120 miliar atau Rp 2.021 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 16.850) antara Senin dan Selasa, menurut CoinGecko.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.