Jumlah Whale XRP Turun 20%, tapi Kepemilikannya Sentuh Rekor Tertinggi 7 Tahun

Dompet whale XRP turun 20,6% dalam delapan minggu, tetapi total kepemilikan melonjak ke rekor tertinggi dalam tujuh tahun.

Diterbitkan 03 Desember 2025, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jumlah dompet whale dan shark di jaringan XRP Ledger mengalami penurunan dalam dua bulan terakhir. Namun, kondisi ini justru berbanding terbalik dengan total kepemilikan mereka, yang kini mencapai level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Dikutip dari coinmarketcap, Rabu (3/12/2025), berdasarkan analisis Santiment Feed, dompet yang memegang lebih dari 100 juta XRP turun 20,6% dalam delapan minggu. Sejak akhir September, tercatat ada 569 dompet besar yang menghilang, salah satu penurunan tercepat yang pernah tercatat.

Meski jumlahnya menyusut, kepemilikan gabungan kelompok whale ini justru naik hingga 48 miliar XRP, angka yang terakhir kali terlihat pada akhir 2018. Pola ini menunjukkan adanya konsolidasi suplai dari pemegang besar dan investor jangka pendek, sementara whale tampak memanfaatkan tekanan pasar untuk melakukan akumulasi.

Pada periode ketika XRP diperdagangkan di kisaran USD 2,85 tiga bulan lalu, jumlah dompet 100 juta XRP mencapai lebih dari 2.000, dengan total kepemilikan sekitar 47,7 miliar XRP.

Namun pada Juli, di puncak harga tertinggi XRP yaitu USD 3,65, jumlah dompet besar bahkan sempat menembus 2.700, meski kepemilikan saat itu tidak terkonsentrasi sekuat sekarang.

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

ETF XRP spot

Di bulan November, dompet yang memegang 1 juta hingga 10 juta XRP tercatat melepas lebih dari 2,20 miliar XRP, dengan nilai lebih dari USD 4,11 miliar berdasarkan harga saat itu.

Di sisi lain, akumulasi kembali meningkat setelah peluncuran ETF XRP spot di Amerika Serikat, dimulai dari produk Canary Capital pada 13 November. Sejumlah manajer aset besar seperti Franklin Templeton, Bitwise, dan Grayscale ikut merilis ETF XRP dan langsung menarik arus masuk hingga USD 756 juta, dengan total aset mencapai USD 723 juta.

Data on-chain juga mencatat adanya lonjakan aktivitas di XRP Ledger. Pada pekan terakhir November, jaringan memproses lebih dari 40.000 transaksi konfigurasi, sebagian besar berasal dari AccountSet dan Automated Market Maker (AMM) Bid. Aktivitas ini mengindikasikan persiapan infrastruktur institusi menjelang aliran produk ETF yang semakin deras.

Sementara itu, cadangan XRP di Binance menunjukkan penurunan signifikan. Sejak 6 Oktober, sekitar 300 juta XRP keluar dari bursa tersebut. Data CryptoQuant mencatat kini Binance hanya menyimpan sekitar 2,7 miliar XRP—level terendah sejak Juli 2024.

 

Gagal Naik

Dari sisi harga, XRP masih tertekan setelah berulang kali gagal menembus area resistance USD 2,50 dalam sebulan terakhir. Aset kripto ini kini bergerak di kisaran USD 2,00, turun hampir 10% dari level tertinggi mingguan dan melemah 1,6% dalam 24 jam terakhir.

Analis memperkirakan setiap koreksi naik akan kembali menghadapi tekanan jual di area USD 2,2752–USD 2,5808.

Menurut analis Egrag Crypto, struktur bearish masih dominan kecuali XRP mampu menembus USD 2,5808 dengan volume kuat.

“Ada pola Bullish Pennant yang terbentuk, dan XRP sekarang berada di atas 50 EMA. Pada 2021, 50 EMA adalah resistance kuat. Kini menjadi support. Jika dominasi BTC memuncak, XRP berpotensi melesat,” ujarnya.