Transksi Kripto Indonesia Tembus Rp 360 Triliun, Edukasi Aset Digital Harus Makin Gencar

Pertumbuhan pengguna crypto di Indonesia mencapai lebih dari 18 juta pengguna per Oktober 2025 dengan nilai transaksi hingga Rp 360,3 triliun per September 2025.

Diterbitkan 02 Desember 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pertumbuhan pengguna crypto di Indonesia mencapai lebih dari 18 juta pengguna per Oktober 2025 dengan nilai transaksi hingga Rp 360,3 triliun per September 2025 menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), Generasi Z mendominasi dengan 26,9% dari total pengguna dengan rentang usia 18-24 tahun, menunjukkan tingginya minat kalangan muda terhadap aset digital.

Melihat hal tersebut, PT Pintu Kemana Saja (PINTU) pun ikut berpartisipasi dalam program edukasi yang diselenggarakan Blockvest selaku manajemen acara Web3 dan cryptocurrency di Indonesia. Program bertajuk “Blockvest Goes to Campus: Creativity in AI & Blockchain” ini diselenggarakan di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Tangerang Selatan.

Acara yang dihadiri lebih dari 80 mahasiswa ini memberikan wawasan terkait peluang karier, inovasi teknologi artificial intelligence (AI), serta regulasi di industri crypto dan blockchain. 

 

“Saat ini crypto tengah menjadi perhatian publik, terutama generasi muda. PINTU hadir untuk memperkuat edukasi mahasiswa dalam memahami cryptocurrency dan peluang karier di industri ini. Literasi crypto dan blockchain perlu ditingkatkan mengingat perkembangannya yang sangat pesat. Maka dari itu, kami memberikan pemahaman fundamental tentang crypto sebagai bekal dasar untuk membuka peluang karier bagi mahasiswa yang tertarik mendalami aset digital," kata Blockchain & Crypto Content Specialist Ari Budi Santosa, Selasa (2/12/2025). 

 

 

Minat Generasi Muda

Minat generasi muda juga terlihat pada hasil survei internet dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025. Dari 8.700 responden, 27,34% diantaranya merupakan pengguna AI dengan dominasi Generasi Z sebesar 43,7%. Data ini memperlihatkan tingginya ketertarikan anak muda dalam penggunaan teknologi AI.

“Partisipasi kami di acara ini merupakan bentuk komitmen PINTU untuk terus mendorong literasi dan edukasi fundamental tentang aset crypto dan teknologi blockchain kepada generasi  muda. Kami yakin pemahaman yang baik terkait industri ini dapat mengambil keputusan yang bijak dalam berinvestasi sekaligus memanfaatkan peluang karier dalam bidang teknologi digital di masa depan.” tutup Ari.

Founder & CTO Usky AI Isybel Harto menyatakan, kombinasi AI dan blockchain membuka kesempatan besar bagi generasi muda untuk menciptakan karier dan inovasi yang baru.

"Kita sudah dapat melihat bagaimana AI mengubah cara kita dalam menciptakan inovasi dan karya, serta bagaimana blockchain memberikan transparansi dan keamanan. Dengan kemudahan akses teknologi saat ini, kami berharap mahasiswa dapat memahami dan mengeksplorasi teknologi ini secara kreatif, kritis, dan bijak untuk menghadirkan inovasi ke depannya," tutup dia.