Staking vs Cloud Mining: Mana yang Paling Cuan Buat Investor Kripto 2025?

Cloud mining memungkinkan pengguna ikut menambang Bitcoin atau Ethereum tanpa perlu memiliki dan mengoperasikan mesin ASIC sendiri.

Diterbitkan 11 Agustus 2025, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Di tengah semakin matangnya industri kripto, banyak investor kini mencari cara untuk mendapatkan penghasilan pasif. Dua metode yang kerap dibandingkan adalah cloud mining dan crypto staking. Keduanya menjanjikan imbal hasil dari aset digital, namun dengan pendekatan dan risiko yang sangat berbeda.

Jika cloud mining memungkinkan pengguna menambang kripto tanpa membeli perangkat keras, staking menawarkan imbalan hanya dengan mengunci aset dalam jaringan.

Namun pertanyaannya, mana yang paling menguntungkan di tahun 2025?

Dikutip dari Cointelegraph.com, Cloud mining memungkinkan pengguna ikut menambang Bitcoin atau Ethereum tanpa perlu memiliki dan mengoperasikan mesin ASIC sendiri.

Caranya adalah dengan membeli kontrak penambangan dari penyedia layanan seperti MiningToken, ECOS, atau NiceHash.

Setelah membeli kontrak, pengguna menyewa kekuatan komputasi dari pusat data dan mendapatkan bagian hasil tambang sesuai dengan alokasi yang dibeli, dikurangi biaya layanan dan pemeliharaan.

Di tahun 2025, rata-rata keuntungan cloud mining berada di angka 5% hingga 10% APR (annual percentage rate). Penyedia layanan seperti:

  • MiningToken menawarkan kontrak fleksibel berbasis AI dan energi terbarukan, bahkan untuk periode sewa harian.
  • ECOS, yang beroperasi di Armenia, menggabungkan layanan mining, dompet kripto, kalkulator ROI, dan opsi kontrak terjangkau mulai dari USD50.
  • NiceHash berfungsi sebagai pasar terbuka untuk membeli dan menjual hash power, meski dikenakan biaya layanan sekitar 3%.

Meski demikian, sektor ini tidak bebas dari risiko. Masih banyak penawaran mencurigakan terutama yang dikaitkan dengan koin XRP yang menjanjikan ROI sangat tinggi hingga 800% APR, menyerupai skema Ponzi.

Meskipun teknologi ASIC semakin efisien dan penggunaan energi terbarukan makin meluas, isu lingkungan dan sentralisasi tetap menjadi catatan penting.

 

Crypto Staking: Mengunci Aset, Mendapat Imbalan

Berbeda dengan cloud mining, staking adalah proses mengunci token kripto dalam jaringan berbasis proof-of-stake (PoS) untuk membantu menjaga keamanan dan konsensus jaringan. Investor bisa menjalankan validator node sendiri atau cukup mendelegasikan token ke validator terpercaya.

Sebagai gantinya, investor mendapat imbal hasil tahunan yang bervariasi tergantung jenis aset dan platform. Misalnya:

  • Ethereum: sekitar 3% APY
  • Solana: 6%–8%
  • Cardano: 4%–6%
  • Cosmos: bisa mencapai 18% (sekitar 6% bersih jika melalui bursa)
  • NEAR: 9%–11%

Tahun 2025 juga ditandai dengan meningkatnya popularitas liquid staking, di mana pengguna tetap bisa menjaga likuiditas dengan menerima token turunan (seperti stETH atau mSOL) yang mewakili aset yang sedang di-stake.

Risiko tetap ada, seperti validator downtime, slashing (pemotongan aset karena pelanggaran aturan jaringan), dan tentu saja, fluktuasi harga token. Namun seiring kemajuan teknologi dan regulasi, industri staking kini jauh lebih aman dan mudah diakses dibanding beberapa tahun lalu.

 

Mana yang Lebih Menguntungkan di 2025?

Baik cloud mining maupun staking sama-sama menawarkan peluang imbal hasil, tapi dengan karakter risiko dan mekanisme yang berbeda:

• Cloud mining bisa lebih menguntungkan jika penyedia layanan kredibel dan biaya operasional efisien. Namun, sektor ini masih banyak diwarnai penipuan dan ketidakjelasan.

• Staking menawarkan pengembalian yang lebih stabil dan kini dilengkapi dengan layanan modern seperti staking-as-a-service, yang menyediakan infrastruktur terregulasi, audit, dan asuransi. Ini membuat staking semakin dilirik, termasuk oleh investor institusional.

Bagi investor pemula atau yang ingin bermain aman, staking mungkin menjadi pilihan yang lebih realistis. Namun bagi yang memahami risiko dan mampu memilih penyedia cloud mining yang andal, jalur tersebut tetap menjanjikan.