Liputan6.com, Jakarta - FBI dan pakar keamanan dunia maya telah mendeteksi aksi jahat yang menggunakan alat konversi PDF palsu untuk menginfeksi komputer dan mencuri data dompet kripto. Masalah ini tersebar luas di seluruh Amerika Serikat (AS), dengan sejumlah insiden baru-baru ini dilaporkan.
Dikutip dari coinmarketcap, Kamis (23/4/2025), penjahat dunia maya memanfaatkan situs web PDF palsu yang meniru platform yang sah untuk mendistribusikan malware, yang menimbulkan risiko signifikan bagi pengguna kripto dengan kemungkinan mencuri kripto dari dompet digital. Pihak berwenang menekankan pentingnya untuk peningkatan kewaspadaan.
Spesial Agen FBI Denver Marvin Massey mengatakan, Penipuan ini telah merajalela di seluruh Amerika Serikat, dan bahwa sebuah insiden tercatat di wilayah Denver dalam dua minggu terakhir.
Advertisement
Perangkat lunak jahat disebar oleh pencuri di dunia maya dengan menggunakan alat PDF-ke-DOCX palsu yang mereplikasi layanan tepercaya.
Tim Riset Keamanan CloudSEK mengidentifikasi malware, ArechClient2, yang mengonfirmasi penyebarannya dengan peringatan FBI. Pencurian ini memanfaatkan metode rekayasa sosial tingkat lanjut untuk menipu pengguna.
FBI Denver memainkan peran penting dengan memperingatkan masyarakat dan industri tentang prevalensi dan kecanggihan ancaman tersebut. Saran mereka, sebagaimana tercantum dalam Peringatan FBI tentang Penipuan Pengonversi Berkas Daring, menyoroti pentingnya mengenali perubahan kecil pada URL situs web, yang dapat mengindikasikan aktivitas penipuan.
Dampak finansialnya masih belum jelas. Aset kripto seperti Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH_ sangat rentan, yang berpotensi mengakibatkan pengurasan dompet dan anomali transaksi. Pengguna didesak untuk memprioritaskan langkah-langkah keamanan.
Pihak berwenang telah mengeluarkan peringatan resmi, tetapi belum ada gangguan pasar berskala besar. Para pelaku kripto tetap harus waspada, karena insiden serupa di masa lalu telah mengakibatkan pencurian aset yang substansial.
PBB Ungkap Jaringan Pencucian Uang Terkait Kripto di Asia Tenggara
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
Sebelumnya, Kawasan Asia Tenggara dilaporkan melihat peningkatan kasus eksploitasi kripto dengan meluncurkan koin, bursa, dan jaringan blockchain untuk praktik pencucian uang.
Temuan itu diungkapkan dalam laporan baru dari Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC).
Mengutip Coindesk, Rabu (23/4/2025) laporan UNODC mengungkapkan sindikat kriminal tidak lagi hanya menggunakan infrastruktur kripto yang ada. Sebaliknya, mereka secara aktif membangun ekosistem keuangan yang disesuaikan untuk menghindari deteksi.
Salah satu contoh yang dikutip dalam laporan tersebut adalah ekosistem dan pasar berbahasa Mandarin yang dikenal sebagai Huione Guarantee, yang sekarang berganti nama menjadi Haowang.
Ekosistem tersebut telah memproses kripto senilai lebih dari USD 24 miliar atau Rp 404,9 triliun yang terkait dengan penipuan selama empat tahun terakhir.
Berkantor pusat di Phnom Penh, Kamboja, platform tersebut telah berkembang hingga memiliki lebih dari 970.000 pengguna dan ribuan vendor yang saling terhubung.
"Yang mengkhawatirkan, Huione baru-baru ini meluncurkan serangkaian produk terkait mata uang kripto miliknya sendiri, termasuk aplikasi bursa dan perdagangan mata uang kripto, platform perjudian daring, jaringan blockchain, dan stablecoin yang didukung dolar AS yang dirancang untuk menghindari kontrol pemerintah," ungkap UNODC dalam laporannya.
UNODCÂ juga mencatat, pusat penipuan di Myanmar, Kamboja, dan Laos telah mengindustrialisasi kejahatan dunia maya, menggabungkan blockchain, kecerdasan buatan, dan Stablecoin untuk mendorong operasi.
Pusat-pusat ini menjalankan skema penipuan yang kompleks, termasuk phishing, penipuan investasi, dan "penyembelihan babi," yang menghasilkan miliaran dolar setiap tahunnya, menurut laporan tersebut.
Beberapa sindikat penyembelihan babi terbesar dilaporkan berkerumun di sekitar wilayah tersebut, demikian menurut laporan Cointelegraph.
Advertisement
Sederet Penangkapan Lainnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
Selama setahun terakhir, beberapa penggerebekan telah menyebabkan penangkapan ratusan orang, termasuk warga negara Tiongkok, Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam yang ditemukan dalam dugaan operasi penipuan yang didukung dunia maya.
Selain itu, pada Oktober 2024, kepolisian Hong Kong menggerebek sebuah pusat penipuan dan menangkap 27 orang yang mereka tuduh menggunakan deepfake AI untuk melakukan penipuan investasi romansa kripto yang menipu korban senilai lebih dari USD 46 juta.
Demikian pula pada Desember 2024, lembaga antikorupsi Nigeria menangkap 792 orang dalam penggerebekan di sebuah gedung di kota terbesar di negara tersebut yang diklaim sebagai pusat operasi penipuan romansa kripto besar-besaran.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3246/original/023028100_1470665987-kecil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5027996/original/052986200_1732861136-fotor-ai-20241129131637.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262388/original/050517800_1781785025-000_B7CG66E.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260721/original/034493500_1781645481-HK9sqXNXwAEi4eA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263707/original/029115700_1781963913-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260847/original/080495800_1781665547-063_2281975528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740420/original/059441100_1707701782-fotor-ai-2024021283456.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265609/original/064222100_1782113297-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_2.11.23_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4876282/original/004384100_1719462261-fotor-ai-2024062711133.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740419/original/047203600_1707701768-fotor-ai-202402128350.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740421/original/097240200_1707701801-fotor-ai-202402128340.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4740422/original/078699100_1707701814-fotor-ai-2024021283356.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816485/original/067351800_1714383642-fotor-ai-20240429133817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4816480/original/079795300_1714383491-fotor-ai-2024042913369.jpg)