Sukses

Binance Kucurkan Dana Tambahan Pemulihan Industri Kripto Jadi Rp 31,35 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Pertukaran kripto Binance telah menambah alokasi dana pemulihan industri kripto sebesar USD 1 miliar atau sekitar Rp 15,67 triliun (asumsi kurs Rp 15.677 per dolar AS). Dengan demikian, total dana pemulihan industri kripto menjadi lebih dari USD 2 miliar atau sekitar Rp 31,35 triliun.

Alokasi dana tambahan untuk pemulihan industri kripto tersebut diumumkan oleh CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) pada Jumat, 25 November 2022. Kenaikan dana tambahan pemulihan industri tersebut terjadi sehari setelah CZ mengatakan Binance targetkan USD 1 miliar untuk dana pemulihan kripto. Demikian mengutip Coindesk, Minggu (27/11/2022).

Aptos Labs dan Jump Crypto bersama dengan perusahaan kripto lainnya bergabung dengan inisiatif Binance akan sumbangkan USD 50 juta atau sekitar Rp 783,57 miliar untuk dana pemulihan tersebut. Dana pemulihan akan digunakan untuk membeli aset kripto yang tertekan dan mendukung industri.

Pasar kripto telah anjlok sejak awal tahun yang menyebabkan beberapa perusahan kripto gulung tikar. Pasar kripto terus berada di bawah tekanan, dengan bitcoin (BTC) diperdagangkan 1,6 persen lebih rendah pada Jumat siang, 25 November 2022.

Sebelumnya diberitakan, pertukaran Cryptocurrency Binance pada Kamis, 24 November 2022 mengumumkan rincian baru tentang dana pemulihan industri kripto, yang bertujuan untuk menopang pemain yang berjuang setelah kebangkrutan FTX. 

Dalam sebuah posting blog, Binance mengatakan akan mencurahkan USD 1 miliar (Rp 15,6 triliun) sebagai komitmen awal untuk dana pemulihan

"Ini dapat meningkatkan jumlah itu menjadi USD 2 miliar pada suatu saat di masa depan jika diperlukan," kata perusahaan itu dalam postingan blog, dikutip dari CNBC, Jumat, 25 November 2022.

Komitmen ini juga telah menerima bantuan sebesar USD 50 juta dari perusahaan investasi asli kripto termasuk Jump Crypto, Polygon Ventures, dan Animoca Brands. 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Bagikan Alamat Dompet Publik

CEO Binance Changpeng Zhao (CZ) membagikan alamat dompet publik yang menunjukkan komitmen awalnya dan berkata melakukan ini secara transparan. Data blockchain publik yang ditinjau oleh CNBC menunjukkan saldo sekitar USD 1 miliar dalam stablecoin BUSD milik Binance.

BUSD adalah stablecoin yang dikeluarkan oleh perusahaan infrastruktur blockchain Paxos dan disetujui serta diatur oleh Departemen Layanan Keuangan Negara Bagian New York, menurut situs web Paxos.

Dana tersebut merupakan upaya Binance untuk menjaga industri kripto tetap bertahan setelah pertukaran FTX pengusaha kontroversial Sam Bankman-Fried mengajukan kebangkrutan awal bulan ini.

Zhao telah muncul sebagai sosok penyelamat baru untuk industri yang sakit, mengisi celah yang ditinggalkan oleh Bankman-Fried, yang perusahaannya telah membeli atau berinvestasi di sejumlah perusahaan kripto yang bangkrut dari Voyager Digital hingga BlockFi.

Kegagalan FTX sebagian dipicu oleh tweet yang diposting oleh CEO Binance yang menarik perhatian pada laporan CoinDesk yang menimbulkan pertanyaan atas akuntansinya. Sejak penghentian cepat FTX dua minggu lalu, investor telah mencemaskan kemungkinan penularan kripto yang mempengaruhi setiap sudut industri

3 dari 4 halaman

Bos Binance Kritik Perilaku Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried

Sebelumnya, Kepala eksekutif pertukaran cryptocurrency, Binance, Changpeng Zhao (CZ) mengkritik mantan CEO pertukaran FTX, Sam Bankman-Fried akibat perilakunya. 

Tampil di KTT Timur Tengah dan Afrika Institut Milken pada Kamis, 17 November 2022, Zhao, diminta untuk menanggapi tweet oleh Sam Bankman-Fried di mana dia merujuk pada "mitra tanding", yang sebagian besar diyakini adalah CZ.

"Ketika dia men-tweet tentang sparring partner dan semua ini terjadi, dia kehilangan fokus. Saya tidak tahu masalah ini ada di FTX sebelumnya, kalau tidak kami akan menjual token FTT itu sejak lama,” kata Zhao, dikutip dari CNBC, Jumat (18/11/2022).

Zhao menambahkan, seharusnya Bankman-Fried tidak perlu menulis cuitan tersebut, dia seharusnya mengerjakan hal-hal lain. Zhao juga menambahkan detail tentang keputusan Binance pada 9 November untuk mundur dari kesepakatan untuk menyelamatkan FTX saingannya.

“Untuk lebih jelasnya (Bankman-Fried) mendatangi saya. Ketika dia datang kepada saya, saya tahu dia putus asa. Jadi mungkin banyak orang yang menyampaikan kesepakatan itu sebelum kami,” jelas Zhao.

 

4 dari 4 halaman

Ada Kebohongan dan Penyelewengan

Zhao menuturkan, tidak butuh waktu lama bagi Binance untuk mengetahui ada masalah yang jauh lebih besar di FTX daripada yang dibayangkan. 

Ada Kebohongan dan Penyelewengan

Ketika ditanya apakah menurut dia, mantan CEO FTX adalah seorang penjahat, Zhao mengatakan dia akan menyerahkan penilaian itu kepada orang lain tetapi mengatakan dia tahu ada kebohongan dan ada penyelewengan dana orang yang dia gambarkan sebagai penipuan.

Dalam wawancara terpisah dengan "Squawk Box" CNBC, Zhao mengatakan dia "sangat terkejut" ketika mengetahui tentang bagaimana perilaku Bankman-Fried.

“Saya terkejut dia berbohong kepada semua orang. Saya tidak tahu bahwa dia berbohong kepada semua orang sampai seminggu yang lalu," pungkas Zhao.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS