Sukses

Intip Harga RLC Coin Hari Ini 21 November 2022

Liputan6.com, Jakarta - iExec menjadi penyedia terkemuka komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain.IExec dapat mendukung aplikasi terkait bidang big data, perawatan kesehatan, AI, rendering dan financial technology (fintech).

Berdasarkan data Coinmarketcap, Senin (21/11/2022), harga RLC coin menguat signifikan dalam 24 jam terakhir. Harga RLC coin berada di posisi USD 1,10 dengan volume perdagangan USD 99,86 juta dalam 24 jam terakhir.

Selama 24 jam terakhir, RLC Coin naik 20,81 persen. Dengan demikian, peringkat RLC Coin kini berada di posisi 177 dengan kapitalisasi pasar USD 89,36 juta. Di sisi lain, suplai RLC sekitar 80.999.785 dan suplai maksimal 86.999.785 RLC Coin.

iExec merupakan penyedia terkemuka komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain. Blockchain ini dipakai untuk mengatur jaringan pasar saat seseorang dapat memonetisasi daya komputasinya, aplikasi dan kumpulan data.

Ini dilakukan dengan menyediakan akses sesuai permintaan ke sumber daya komputasi awan. IExec dapat mendukung aplikasi di bidang antara lain big data, perawatan kesehatan, Artificial Intelligence (AI), rendering dan fintech. IExec didirikan pada 16 Oktober 2016 yang bertujuan menemukan kembali komputasi awan melalui penciptaan paradigma komputasi awan baru.

Dengan demikian, iExec bergantung pada XtremWeb-HEP, perangkat lunak jaringan desktop sumber terbuka yang implementasikan fitur-fitur seperti multi-aplikasi, deployment of virtual image, private infrastructure, manajemen data, keamanan dan banyak lagi.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Pendiri

Siapa Pendiri iExec RLC?

CEO iExec Gilles Fedak, yang juga salah satu pendiri. Sebelum mulai mengerjakan iExec, ia bekerja di INRIA sebagai ilmuwan riset di postdoc di US San Diego dan ATER University Paris-Sud. Ia memiliki gelar Ph.D dalam filsafat dan ilmu komputer.

Sementara itu, Haiwu He, juga salah satu pendiri dan kepala APAC iExec. Sebelumnya, ia sebagai professor di Chinese Academy of Sciences, seorang insinyur peneliti di ENS Lyon, salah satu pendiri iRentCPU. Ia juga jadi asisten professor di Universitas Hohai. Ia memiliki gelar Ph.D dalam ilmu komputasi.

Ini berarti iExec dibangun di atas kerja anggota tim yang telah meneliti INRIA dan CNRS di bidang komputasi.

Apa yang membuat RLC iExec unik?

Jaringan iExec terdiri dari penyedia sumber daya komputasi. Ini dikenal sebagi pekerja iExec. Jika pengguna ingin menjadi pekerja ini, mereka dapat menghubungkan mesin dan diberi hadiah token RLC karena sumbangkan sumber daya ke jaringan.

 

 

 

3 dari 4 halaman

Keunikan RLC

Penyedia aplikasi dapat memonetisasi algoritma dan penyedia data yang memiliki kumpulan data berharga dapat membuatnya tersedia untuk digunakan melalui iExec. Lalu ada juga protokol konsensus yang dikenal sebagai PoCo atau bukti kontribusi yang memberikan konsensus atas komputasi off-chain.

Berkat bukti kontribusi ini, penyedia sumber daya eksternal memiliki penggunaan sumber daya yang disertifikasi di blokckchain itu sendiri.

IExec juga menyediakan aplikasi terdistribusi yang berjalan di blockchain yang dikenal sebagai DApps yang dapat diskalakan denga naman, akses mudah ke server, kumpulan data, dan sumber daya komputasi. Hal ini karena semua bekerja di ethereum, dan memungkinkan infrastruktur cloud virtual yang dapat sediakan komputasi berkinerja tinggi layanan sesuai permintaan.

Dengan demikian, iExec mendukung kelas yang muncul dari aplikasi terdistribusi berbasis blockchain dan memungkinkan komputasi kinerja tinggi yang hemat biaya melalui infrastruktur cloud terdesentralisasi. Dengan mempermudah akses ke mesin, cloud terdistribusi akan memungkinkan peningkatan drastis jejak lingkungan pusat data.

4 dari 4 halaman

Dampak Kasus FTX, Kapitalisasi Pasar Kripto Sentuh Rp 11.527 Triliun, Terendah Sejak 2021

Sebelumnya, dengan turunnya kepercayaan investor terhadap mata uang kripto akibat jatuhnya bursa FTX milik Sam Bankman-Fried, total kapitalisasi pasar aset digital juga turun bulan ini di bawah USD 800 miliar (Rp 12.587 triliun). Level itu yang tidak terlihat sejak awal 2021, menurut data dari TradingView.

Dilansir dari CoinDesk Jumat (18/11/2022), gejolak terbaru di pasar aset digital memangkas sekitar USD 183 miliar dari kapitalisasi pasar industri. Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar aset kripto turun menjadi USD 736 miliar (Rp 11.527 triliun) pada 9 November, terendah sejak Januari 2021.

Penurunan terjadi karena bangkurtnya FTX mengirim harga bitcoin dan mata uang kripto lainnya ke titik terendah baru pada saat itu. Bitcoin (BTC), cryptocurrency terbesar, turun 22 persen selama tujuh hari hingga 13 November, kinerja mingguan terburuk dalam lima bulan. Bitcoin sekarang menyumbang USD 319 miliar dari seluruh kapitalisasi pasar cryptocurrency. 

Di puncak pasar bull sekitar setahun yang lalu, ketika bitcoin mencapai titik tertinggi sepanjang masa sekitar USD 69.000, nilai pasarnya berada di level USD 1 triliun. Sedangkan, untuk seluruh kapitalisasi pasar kripto mencapai angka USD 3 triliun saat itu tetapi telah menurun sejak saat itu. 

Harga bitcoin turun 5 persen selama tujuh hari terakhir dan telah diperdagangkan dalam kisaran USD 15.000 hingga USD 17.000.

Selama pasar jatuh sebelumnya, kapitalisasi pasar total dari cryptocurrency juga kehilangan pijakan yang cukup besar. Pada Juli 2021, total kapitalisasi pasar turun menjadi USD 1,1 triliun setelah mencapai level tertinggi USD 2,5 triliun pada Mei 2021.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.