Imbas Konflik, Bank Sentral Ukraina Larang Warga Beli Kripto Pakai Mata Uang Lokal

Batas transaksi internasional yang cegah warga beli kripto di luar negeri ini juga berlaku untuk transfer peer-to-peer (P2P) lintas batas.

Diterbitkan 02 Mei 2022, 17:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bank sentral Ukraina telah mengumumkan pembatasan tambahan pada transaksi internasional yang akan mencegah warga Ukraina membeli aset kripto di luar negeri dengan fiat nasional. 

Langkah-langkah tersebut dimaksudkan untuk mengurangi arus keluar modal di tengah konflik militer yang sedang berlangsung dengan Rusia

Pengumuman itu menjelaskan dengan rinci, penduduk Ukraina akan diizinkan untuk memperoleh aset yang dapat langsung dikonversi menjadi uang tunai, atau transaksi tunai, hanya menggunakan mata uang asing mereka sendiri hingga setara dengan 100.000 hryvnia atau setara Rp 48,8 juta per bulan.

Batas ini juga berlaku untuk transfer peer-to-peer (P2P) lintas batas. Transfer non-tunai ini dapat dilakukan dengan kartu yang diterbitkan ke rekening dalam mata uang asing. 

“Transaksi tunai ini mencakup berbagai operasi seperti pengisian dompet elektronik atau rekening valas, pembayaran cek perjalanan, dan pembelian aset virtual,” isi pengumuman tersebut, dikutip dari Bitcoin.com, ditulis Senin (2/5/2022). 

Peraturan baru muncul setelah bank komersial terbesar di Ukraina, Privatbank, menghentikan transfer hryvnia ke bursa cryptocurrency.

Bank Nasional Ukraina menegaskan aturan ini akan membantu meningkatkan pasar valuta asing negara itu, yang dianggap sebagai prasyarat untuk melonggarkan pembatasan di masa depan. 

Regulator juga yakin tindakan tersebut akan mengurangi tekanan pada cadangan mata uang asing Ukraina.

Pasar valuta asing Ukraina telah memproses volume yang signifikan dari pembelian mata uang asing oleh bank lokal untuk penyelesaian dengan sistem pembayaran internasional. 

Transfer tersebut mencapai USD 1,7 miliar pada Maret. Permintaan untuk penyelesaian ini berasal dari peningkatan penggunaan kartu yang dikeluarkan oleh bank Ukraina ke rekening dalam mata uang nasional untuk pembelian barang dan jasa di luar negeri. 

 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Studi: 54 Persen Warga UEA dan Arab Saudi Setuju Kripto Jadi Alat Pembayaran

Sebelumnya, menurut temuan sebuah studi perusahaan pembayaran Checkout.com sekitar 54 persen responden di UEA dan Arab Saudi percaya cryptocurrency harus digunakan sebagai mata uang dan tidak hanya sebagai aset investasi.

Angka persentase ini sembilan poin lebih tinggi dari rata-rata hasil studi secara global yang hanya 45 persen. Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat ekonomi terbesar di dunia dan salah satu pasar kripto terbesar secara global hanya 36 persen responden yang mengatakan kripto harus digunakan sebagai mata uang.

Di Jerman, sekitar 31 persen responden setuju kripto harus digunakan sebagai mata uang, sementara 32 persen dari Inggris mengatakan hal yang sama.

Sementara itu, dalam laporan studi tersebut, diberikan beberapa alasan yang menjelaskan mengapa hampir setengah dari penduduk yang disurvei berusia antara 18 dan 35 tahun berkeinginan untuk melakukan pembayaran menggunakan cryptocurrency.

“Konsumen menemukan utilitas dan manfaat dalam membayar dengan cryptocurrency, baik itu Stablecoin atau kripto yang tidak dipatok dengan aset lainnya. Transaksi kripto lebih cepat dan biaya yang lebih rendah, terutama untuk pembelian lintas batas, memberikan manfaat yang signifikan bagi konsumen,” isi laporan studi tersebut, dikutip dari Bitcoin.com, ditulis Minggu, 1 Mei 2022.

Meskipun penelitian tersebut menemukan hampir setengah (48 persen) dari 30.000 responden berencana untuk membayar secara teratur atau sesekali dengan kripto, tetapi masih ada hambatan yang menghentikan mata uang digital untuk menjadi alat pembayaran, bahkan di negara-negara seperti Arab Saudi dan UEA.

 

Hambatan Kripto

Misalnya, penelitian ini menemukan sekitar 25 persen responden di Arab Saudi dan lebih dari 30 persen di UEA mengatakan kripto terlalu rumit untuk menjadi alat pembayaran mainstream.

Negara-negara lain dengan lebih dari 30 persen responden juga percaya kripto terlalu rumit adalah Australia, Prancis, Italia, Spanyol, dan Inggris.

Kendala signifikan lainnya yang menghentikan mata uang digital ini menjadi alat pembayaran yang adalah kripto terlalu berisiko.

Menurut data penelitian, lebih dari 30 persen responden di Arab Saudi dan sekitar 30 persen di UEA setuju kripto terlalu berisiko.

Data lainnya menunjukkan, lebih dari 40 persen responden di Hong Kong dan Singapura juga setuju dengan gagasan bawa cryptocurrency tidak dapat menjadi alat pembayaran karena terlalu berisiko.

Hambatan utama lainnya yang tercantum dalam laporan termasuk kesenjangan pendidikan serta kesenjangan gender.

 

 

Harga Kripto Senin Pagi 2 Mei 2022

Sebelumnya, harga bitcoin dan kripto teratas lainnya kompak menguat pada perdagangan Senin, 2 Mei 2022, setelah alami koreksi pada pekan lalu. Harga solana dan cardano alami penguatan terbesar di antara kripto lainnya.

Berdasarkan data dari Coinmarketcap, Senin, 2 Mei 2022, bitcoin (BTC) sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar naik 1,8 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan, harga bitcoin melemah 2,74 persen. Saat ini, harga bitcoin di posisi USD 38.445,93 atau sekitar Rp 559,65 juta (asumsi kurs Rp 14.518 per dolar AS).

Harga ethereum naik 3,61 persen ke posisi USD 2.830,69 atau setara Rp 41,09 juta dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, harga ethereum merosot 3,25 persen selama sepekan.Selanjutnya harga Binance Coin (BNB) naik 2,73 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga BNB ditransaksikan di posisi USD 389,72 atau Rp 5,64 juta. Dalam sepekan, harga BNB susut 2,72 persen.

Kemudian Cardano (ADA) juga berada di zona hijau. Harga Cardano bertambah 5,68 persen ke posisi USD 0,7871 dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga Cardano merosot 11,31 persen.Penguatan harga juga diikuti harga solana. Solana melambung 7,36 persen dalam 24 jam terakhir. Akan tetapi, selama sepekan, harga solana merosot 10,05 persen. Saat ini, harga solana ditransaksikan di posisi USD 89,48.

Harga XRP menguat 3,44 persen dalam 24 jam terakhir. Namun, selama sepekan, harga XRP turun 13,56 persen. Saat ini, harga XRP ditransaksikan di posisi USD 0,6059.Sementara itu, harga terra (LUNA) naik 5,55 persen dalam 24 jam terakhir. Saat ini, harga terra berada di posisi USD 82,16. Selama sepekan, harga terra ditransaksikan di posisi USD 82,16.

Stablecoin antara lain Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) berada di zona hijau. Harga tether berada di posisi USD 1. Selama sepekan, harga tether susut 0,01 persen. Harga USD Coin menguat 0,06 persen ke posisi USD 1,00 dalam 24 jam terakhir.

Selama sepekan, harga USD Coin bertambah 0,03 persen. Sementara itu, harga TerraUSD (UST) menguat 0,06 persen dalam 24 jam terakhir. Selama sepekan, harga TerraUSD susut 0,10 persen. Saat ini, harga TerraUSD ditransaksikan di posisi USD 0,997.

  • liputan6
    Aset kripto digunakan sebagai investasi komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka.
    Kripto
  • Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia adalah negara terbesar di dunia yang membentang di dua benua, Eropa dan Asia, dengan sistem pemerintahan federal semi-presidensial.
    Rusia
  • Mata uang adalah satuan nilai alat pembayaran berupa uang yang diterima dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dan melakukan transaksi
    Mata uang adalah satuan nilai alat pembayaran berupa uang yang diterima dan berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dan melakukan transaksi
    Mata Uang
  • Ukraina
  • Cryptocurrency
  • Crypto