Liputan6.com, Jakarta - Pernah merasa akhir pekan belum benar-benar selesai, tetapi pikiran sudah sibuk memikirkan pekerjaan hari Senin? Baru membayangkan tumpukan tugas, rapat, pesan yang belum dibalas, atau perjalanan menuju kantor, suasana hati mendadak berubah. Waktu istirahat yang seharusnya menyenangkan justru dipenuhi kegelisahan.
Perasaan ini kerap disebut Sunday scaries, yaitu kecemasan yang muncul ketika seseorang mengantisipasi dimulainya pekan baru. Cleveland Clinic menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat berkaitan dengan tekanan pekerjaan, kekhawatiran tentang hal-hal yang belum pasti, dan sulitnya beralih dari suasana santai akhir pekan ke rutinitas kerja.
Meski cukup umum dialami, rasa cemas menjelang Senin tidak harus dibiarkan menguasai seluruh akhir pekan. Ada sejumlah langkah sederhana yang dapat membantu pikiran terasa lebih teratur, tubuh lebih rileks, dan persiapan menghadapi aktivitas berikutnya menjadi lebih ringan. Lantas bagaimana cara hilangkan rasa cemas menjelang Senin? Melansir dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2026), simak ulasan informasinya berikut ini.
Advertisement
1. Tuliskan hal-hal yang membuat pikiran khawatir
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304504/original/002622600_1784717477-11903.webp)
Salah satu cara mengurangi kecemasan menjelang Senin adalah mengeluarkan berbagai kekhawatiran dari kepala ke atas kertas. Ketika banyak hal berputar di pikiran sekaligus, seseorang bisa merasa seolah-olah semua tugas harus diselesaikan pada saat yang sama. Padahal, belum tentu seluruhnya perlu ditangani segera.
Cobalah menuliskan apa saja yang membuatmu gelisah. Misalnya, takut terlambat menyelesaikan laporan, khawatir menghadapi atasan, memiliki banyak pekerjaan yang menunggu, atau belum tahu harus memulai tugas dari mana. Setelah semuanya tercatat, pisahkan hal yang bisa dilakukan dari hal yang berada di luar kendali.
Dari daftar tersebut, tentukan satu atau dua hal yang paling penting untuk diprioritaskan pada Senin pagi. Kamu tidak harus menyelesaikan semua persoalan pada Minggu malam. Tujuannya adalah membuat pikiran lebih teratur sehingga kekhawatiran tidak terus berulang tanpa arah.
Advertisement
2. Susun rencana sederhana untuk Senin pagi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4688991/original/054855500_1702789688-nulis.jpg)
Ketidakpastian terkadang membuat awal pekan terasa lebih menakutkan daripada kenyataannya. Ketika belum memiliki gambaran tentang kegiatan yang akan dijalani, pikiran cenderung membayangkan berbagai kemungkinan sekaligus. Karena itu, membuat rencana sederhana dapat membantu mengurangi kebingungan.
Kamu bisa memulainya dengan menuliskan tiga tugas utama yang ingin diselesaikan pada hari Senin. Jika ada pekerjaan besar, pecah menjadi beberapa langkah kecil agar lebih mudah dikerjakan. Contohnya, daripada menulis “menyelesaikan laporan”, buat urutan seperti memeriksa data, menyusun kerangka, lalu melengkapi bagian yang belum selesai.
Persiapan kecil lainnya juga bisa membantu, seperti memilih pakaian, menyiapkan tas, memeriksa jadwal, atau menyiapkan bekal. Tidak perlu membuat jadwal yang terlalu padat. Justru, sisakan ruang untuk perubahan karena tidak semua hal bisa berjalan sesuai rencana.
3. Alihkan perhatian ke kegiatan yang menyenangkan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9369885/original/022710700_1791538422-Gemini_Generated_Image_x9ji3nx9ji3nx9ji.jpg)
Saat kecemasan muncul, seseorang bisa terus memikirkan pekerjaan meskipun sedang berada di rumah. Akibatnya, waktu bersama keluarga, menonton film, membaca buku, atau sekadar bersantai tidak lagi terasa menyenangkan. Pikiran seakan sudah berada di hari Senin, padahal tubuh masih membutuhkan istirahat.
Cobalah memilih kegiatan sederhana yang benar-benar kamu nikmati. Misalnya, berjalan santai di sekitar rumah, memasak makanan favorit, berkebun, mendengarkan musik, atau mengobrol dengan orang terdekat. Aktivitas tersebut dapat membantu mengalihkan perhatian dari kekhawatiran dan membuatmu kembali menikmati momen saat ini.
Namun, jangan sampai akhir pekan justru dipenuhi terlalu banyak agenda. Kamu tidak perlu menyibukkan diri sepanjang hari hanya untuk menghindari pikiran tentang pekerjaan. Pilih kegiatan yang menyenangkan sekaligus memberikan ruang untuk beristirahat. Cleveland Clinic juga menyarankan aktivitas yang membawa kegembiraan dan membantu seseorang kembali fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan saat ini.
Advertisement
4. Latih pernapasan agar tubuh lebih rileks
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9314616/original/011659600_1785753828-IMG_2352.jpeg)
Kecemasan bukan hanya muncul dalam bentuk pikiran yang sulit berhenti. Sebagian orang juga merasakan tubuh tegang, bahu kaku, jantung berdebar, atau sulit memejamkan mata ketika memikirkan hari berikutnya. Dalam situasi seperti ini, latihan pernapasan dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk menenangkan diri.
Carilah tempat yang nyaman, duduk dengan posisi rileks, lalu tarik napas secara perlahan. Perhatikan udara yang masuk dan keluar tanpa memaksakan ritme tertentu. Jika pikiran kembali melayang ke pekerjaan, sadari hal itu dan arahkan perhatian kembali ke napas.
Kamu juga dapat mencoba latihan pernapasan terstruktur yang dijelaskan NHS, seperti teknik 4-7-8: tarik napas selama empat detik, tahan selama tujuh detik, kemudian embuskan selama delapan detik. Lakukan secara nyaman dan hentikan jika muncul pusing atau rasa tidak nyaman. Teknik ini bukan kewajiban dan tidak cocok untuk semua orang; bernapas perlahan sesuai kemampuan juga bisa menjadi pilihan.
5. Jaga waktu tidur dan hindari begadang pada Minggu malam
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5232994/original/036615700_1748258353-steptodown.com164240.jpg)
Tidur yang kurang dapat membuat tubuh terasa lelah dan kegiatan keesokan harinya lebih sulit dijalani. Ketika sudah gelisah memikirkan Senin, seseorang mungkin terus memeriksa ponsel, membuka pesan pekerjaan, atau menonton sesuatu sampai larut malam. Kebiasaan ini justru berisiko mengurangi waktu istirahat.
Cobalah mempertahankan jam tidur yang cukup teratur, termasuk ketika akhir pekan. Jika memungkinkan, kurangi aktivitas yang membuatmu terus terhubung dengan pekerjaan menjelang waktu tidur. Siapkan kebutuhan untuk esok hari lebih awal agar kamu tidak perlu menyelesaikan semuanya pada malam terakhir akhir pekan.
Bila pikiran masih ramai ketika berbaring, tuliskan hal yang perlu ditangani besok dan ingatkan diri bahwa kamu sudah memiliki rencana. Kamu tidak harus menemukan solusi untuk setiap masalah sebelum tidur. Beri tubuh kesempatan untuk beristirahat, alih-alih memaksa diri memikirkan seluruh kemungkinan yang mungkin terjadi.
Advertisement
6. Ubah cara memandang hari Senin
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5023726/original/004114800_1732612960-quote-hari-senin.jpg)
Rasa cemas bisa semakin kuat ketika seseorang terus membayangkan skenario terburuk. Misalnya, merasa semua pekerjaan pasti menumpuk, menganggap akan melakukan kesalahan, atau meyakini bahwa hari Senin akan berjalan buruk sejak awal. Pikiran seperti ini belum tentu menggambarkan apa yang benar-benar akan terjadi.
Ketika menyadari pikiran tersebut muncul, cobalah memeriksa kembali apakah ada bukti yang mendukungnya. Jika belum tahu bagaimana situasi hari Senin nanti, kamu tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa semuanya akan sulit. Ganti pikiran yang terlalu mutlak dengan kalimat yang lebih realistis, seperti, “Mungkin besok akan sibuk, tetapi aku bisa mengerjakan tugas satu per satu.”
Kamu juga bisa mengingat pengalaman sebelumnya ketika berhasil melewati hari yang terasa berat. Bukan berarti kamu harus selalu berpikir positif atau mengabaikan masalah yang nyata. Intinya adalah memberi ruang bagi kemungkinan lain, termasuk bahwa hari Senin mungkin berjalan lebih baik daripada yang kamu bayangkan. Pendekatan ini sejalan dengan saran psikolog Cleveland Clinic untuk mengenali pola pikir negatif dan kembali berfokus pada hal yang bisa ditangani saat ini.
7. Kenali penyebab kecemasan jika terus berulang
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4823561/original/095238400_1714998284-Ilustrasi_diam__tenang__kalem__diri_sendiri__berpikir.jpg)
Jika rasa cemas muncul hampir setiap Minggu malam, jangan buru-buru menganggap dirimu hanya kurang bersemangat bekerja. Perasaan tersebut mungkin berkaitan dengan beban kerja yang terlalu banyak, tenggat yang tidak realistis, konflik dengan rekan kerja, ketidakpastian pekerjaan, atau kurangnya waktu untuk memulihkan tenaga.
Cobalah memperhatikan kapan kecemasan mulai muncul dan hal apa yang paling sering memicunya. Apakah kamu takut menghadapi orang tertentu? Apakah tugas terasa tidak pernah selesai? Atau justru merasa kelelahan karena waktu istirahat tidak cukup? Mengenali pola tersebut dapat membantu menentukan langkah yang lebih tepat daripada sekadar berusaha mengalihkan perhatian setiap akhir pekan.
Jika memungkinkan, bicarakan beban kerja dengan atasan atau rekan yang dapat dipercaya, diskusikan prioritas tugas, dan pertimbangkan batas yang lebih sehat antara waktu kerja dan waktu pribadi. Apabila kecemasan terus mengganggu tidur, aktivitas sehari-hari, atau membuatmu sangat tertekan, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan profesional. Cleveland Clinic menyarankan untuk mengevaluasi faktor pemicu di tempat kerja dan mencari dukungan profesional jika kecemasan sulit dikelola sendiri.
Pertanyaan & Jawaban Seputar Cara Hilangkan Rasa Cemas Menjelang Senin
1. Apa yang dimaksud dengan rasa cemas menjelang Senin?
Rasa cemas menjelang Senin adalah kegelisahan yang muncul ketika seseorang membayangkan dimulainya kembali aktivitas pada pekan berikutnya. Kondisi ini sering disebut Sunday scaries atau kecemasan antisipatif, terutama ketika berkaitan dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang akan dihadapi.
2. Bagaimana cara menghilangkan rasa cemas menjelang Senin malam?
Kamu bisa menuliskan kekhawatiran, membuat daftar tugas untuk esok hari, melakukan aktivitas yang menenangkan, berlatih pernapasan perlahan, dan menjaga waktu tidur. Pilih langkah yang paling sesuai dengan kebutuhanmu tanpa memaksakan diri melakukan semuanya sekaligus.
3. Apakah rasa cemas menjelang Senin merupakan hal yang normal?
Kecemasan ringan ketika akan kembali bekerja dapat dialami banyak orang. Namun, jika perasaan tersebut terus berulang, semakin berat, atau mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari, penting untuk memperhatikan pemicunya dan mempertimbangkan bantuan profesional.
4. Apa yang sebaiknya dilakukan jika terus memikirkan pekerjaan saat akhir pekan?
Catat pekerjaan yang perlu ditangani dan tentukan kapan kamu akan mulai mengerjakannya. Setelah itu, coba batasi pemeriksaan pesan pekerjaan di luar jam kerja jika memungkinkan. Mengingatkan diri bahwa tidak semua masalah harus diselesaikan saat itu juga dapat membantu mengembalikan perhatian pada waktu istirahat.
5. Kapan perlu mencari bantuan profesional untuk mengatasi kecemasan?
Pertimbangkan bantuan psikolog atau tenaga kesehatan profesional jika kecemasan berlangsung terus-menerus, terasa sulit dikendalikan, mengganggu tidur, menimbulkan keluhan fisik berulang, atau membuat kegiatan sehari-hari menjadi berat. Kamu tidak perlu menunggu sampai kondisi terasa sangat parah untuk mencari dukungan.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9364644/original/080112300_1791013312-IndonesiadangdutAwards2026Attire__ekotjandra_Hijab_stylist__suciaurelias_Makeup__riskymakeup__5_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569782/original/065699500_1777454729-Tugas__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3490146/original/023335400_1624374674-Chatbot_WA_Cek_Fakta3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324489/original/034633400_1786708826-cek_fakta_balik_nama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373527/original/079052400_1791967402-Gemini_Generated_Image_ysrvb6ysrvb6ysrv.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3793754/original/097985900_1640255254-pexels-photo-3809002.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362688/original/029831700_1790827848-01M3S0PBPVTFWSE2HG2EBCWZWW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9325496/original/008573300_1786870946-pexels-nowrin-sanjana-2159843098-37071184.jpg)