7 Ciri Orang yang Tidak Bisa Dipercaya Menurut Ilmu Psikologi, Waspadai Kebiasaan Mereka

Kenali 7 ciri orang yang tidak bisa dipercaya menurut ilmu psikologi dari kebiasaan sehari-hari mereka. Pahami tanda-tandanya agar terhindar dari kekecewaan.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Memahami ciri orang yang tidak bisa dipercaya menjadi hal penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama untuk menjaga diri dari potensi kekecewaan atau kerugian. Dalam ilmu psikologi, perilaku seseorang sering kali mencerminkan niat dan karakter aslinya, meskipun tidak selalu terlihat secara langsung. Oleh karena itu, mengenali tanda-tanda awal dari sikap yang tidak dapat dipercaya bisa membantu Anda lebih waspada dalam menjalin hubungan, baik secara personal maupun profesional.

Sering kali, orang yang tidak dapat dipercaya menunjukkan pola perilaku tertentu yang berulang seperti tidak konsisten antara ucapan dan tindakan, gemar memanipulasi situasi, atau sulit memegang komitmen. Kebiasaan-kebiasaan ini mungkin terlihat sepele di awal, tetapi jika dibiarkan, dapat berdampak besar pada hubungan dan kepercayaan yang telah dibangun. Psikologi memandang bahwa sikap ini biasanya berkaitan dengan karakter, pengalaman, atau bahkan kepentingan pribadi seseorang.

Melalui artikel ini, Anda akan menemukanciri umum yang bisa menjadi tanda seseorang sulit dipercaya. Dengan memahami tanda-tanda tersebut, Anda dapat lebih bijak dalam bersikap, menjaga batasan, serta menentukan siapa saja yang layak diberi kepercayaan dalam kehidupan Anda. Berikut Liputan6.com ulas lengkapnya melansir dari berbagai sumber, Selasa (28/04/2026).

1. Sering Berbohong atau Tidak Konsisten dalam Perkataan

Orang yang tidak bisa dipercaya seringkali menunjukkan kebiasaan berbohong, bahkan dalam hal-hal kecil yang tidak signifikan. Kebiasaan memutarbalikkan fakta atau memberikan informasi palsu secara berulang menunjukkan kurangnya integritas diri. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa individu yang sering memanipulasi kebenaran sulit mempertahankan detail yang sama dalam cerita mereka.

Ketidakkonsistenan dalam cerita atau perkataan adalah tanda bahaya yang jelas, karena orang jujur biasanya menceritakan kejadian dengan detail yang tetap. Sebaliknya, individu yang sering berbohong cenderung mengubah cerita mereka seiring waktu karena kesulitan mengingat kebohongan yang pernah mereka buat. Selain itu, ketidakkonsistenan antara ucapan dan tindakan juga menjadi indikator kuat bahwa mereka tidak memiliki prinsip yang dapat dipegang.

2. Tidak Menepati Janji

Salah satu ciri paling mudah dikenali dari orang yang tidak bisa dipercaya adalah ketidakmampuan mereka untuk menepati janji. Mereka sering membuat janji yang tidak ditepati atau memberikan alasan berulang kali untuk membenarkan tindakan tersebut, mencerminkan kurangnya komitmen dan tanggung jawab. Kegagalan untuk menepati janji secara konsisten dapat mengakibatkan dampak yang jauh lebih buruk daripada sekadar kekecewaan awal.

Mengingkari janji menandakan pelanggaran kepercayaan dan integritas, membuat orang lain merasa dikhianati dan tidak berharga. Konsistensi dalam menepati janji adalah fondasi penting untuk membangun dan mempertahankan kepercayaan dalam setiap hubungan. Orang yang tidak bertanggung jawab mungkin sering membuat janji yang tidak mereka penuhi, menunjukkan bahwa mereka tidak serius dengan komitmennya.

3. Manipulatif

Orang yang manipulatif menggunakan kebohongan atau tipu muslihat untuk mendapatkan apa yang diinginkan dari orang lain. Mereka pandai memanfaatkan kelemahan orang lain demi kepentingannya sendiri, tanpa mempedulikan dampak negatif yang ditimbulkan.Orang yang tidak dapat dipercaya sering menggunakan emosi sebagai alat untuk mengontrol orang lain.

Mereka pandai membaca tanda-tanda emosional orang lain dan memahaminya, namun menggunakannya untuk memanipulasi situasi. Ciri-ciri lain dari orang manipulatif termasuk memutarbalikkan fakta agar dirinya terlihat lebih baik atau agar orang lain merasa bersalah. Mereka juga bisa mendekati orang lain untuk menggali rahasia, kemudian menggunakan informasi tersebut untuk keuntungan pribadi mereka.

4. Suka Menyebarkan Gosip atau Mengkhianati Kepercayaan

Individu yang sering menyebarkan informasi pribadi atau rahasia orang lain menunjukkan bahwa mereka tidak bisa menjaga kepercayaan yang diberikan. Kebiasaan mengumbar rahasia adalah salah satu tanda paling jelas dari orang yang tidak bisa dipercaya, dan kemungkinan besar mereka juga akan melakukan hal sama terhadap Anda.

Orang yang pura-pura baik sering menggunakan informasi pribadi orang lain untuk keuntungan sosial atau sekadar mencari perhatian. Mereka mungkin terlihat ramah di depan, tetapi berbicara buruk di belakang, yang merusak kepercayaan dan menunjukkan kurangnya integritas.

Pengkhianatan semacam ini dapat menimbulkan trauma mendalam dan kesulitan dalam membangun kembali kepercayaan yang telah rusak. Perilaku ini juga dapat dikaitkan dengan kurangnya rasa hormat terhadap orang lain, merupakan pilar penting dalam hubungan sosial.

5. Kurangnya Empati

Kurangnya empati adalah tanda penting dari orang yang sulit dipercaya karena mereka tidak peduli dengan perasaan atau kebutuhan orang lain. Empati adalah kemampuan untuk memahami dan merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan sangat krusial dalam interaksi sosial. Orang tanpa empati cenderung menganggap emosi orang lain sebagai hal sepele dan meremehkan perasaan mereka.

Ketika seseorang mengungkapkan rasa sedih atau kecewa, mereka mungkin merespons dengan kalimat seperti "Kamu terlalu sensitif" atau "Itu bukan masalah besar." Dampak dari kurangnya empati dalam hubungan sangat signifikan, termasuk komunikasi yang memburuk dan hilangnya kepercayaan secara perlahan. Orang dengan gangguan kepribadian narsistik, misalnya, cenderung tidak memiliki empati dan hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.

6. Menghindari Tanggung Jawab dan Sering Menyalahkan Orang Lain

Orang yang tidak bisa dipercaya cenderung menghindari tanggung jawab dan menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan. Sikap ini mencerminkan ketidakmampuan untuk bertanggung jawab atas tindakan sendiri dan mengakui kekurangannya. Salah satu tanda utama bahwa seseorang tidak bertanggung jawab adalah kecenderungan mereka untuk menghindari kewajiban.

Mereka mungkin sering menyalahkan orang lain atas kesalahan mereka sendiri atau mencari alasan untuk tidak melakukan tugas yang diberikan. Ketika dihadapkan dengan kesalahan, individu yang menghindari tanggung jawab sering mengalihkan kesalahan kepada orang lain. Kebiasaan menyalahkan orang lain ini bukan sekadar sikap buruk, tetapi berkaitan dengan cara seseorang mengelola emosi dan melihat dirinya sendiri.

7. Memiliki Riwayat Pengkhianatan atau Ketidakjujuran

Seseorang yang memiliki riwayat pengkhianatan atau ketidakjujuran di masa lalu cenderung sulit untuk dipercaya di masa kini. Pengkhianatan merupakan salah satu pengalaman hidup yang dapat mengubah seseorang secara mendalam, meninggalkan dampak besar pada pola pikir dan emosi. Pengalaman buruk di masa lalu, seperti dikhianati dalam hubungan, dapat menjadi penyebab krisis kepercayaan atau "trust issue" berkepanjangan.

Trauma akibat pengkhianatan dapat menyebabkan seseorang mengadopsi keyakinan negatif tentang diri sendiri maupun orang lain. Kehilangan kepercayaan juga dapat menyebabkan kesulitan dalam membangun kembali kepercayaan yang telah hilang, membutuhkan waktu yang lama dan upaya besar. Mereka mungkin menjadi skeptis dan waspada terhadap orang lain, sulit bagi mereka untuk membuka hati sepenuhnya.

FAQ

  1. Apa itu "trust issue" dalam psikologi? "Trust issue" adalah masalah kepercayaan di mana seseorang kesulitan menaruh kepercayaan pada orang lain, seringkali akibat pengalaman traumatis di masa lalu.
  2. Mengapa kejujuran penting dalam membangun kepercayaan? Kejujuran adalah landasan dari kepercayaan yang membuat hubungan menjadi semakin erat, memungkinkan komunikasi terbuka dan tanpa kekhawatiran.
  3. Bagaimana kurangnya empati memengaruhi kepercayaan? Kurangnya empati dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan karena orang lain merasa tidak dipahami, tidak dihargai, dan kebutuhan emosional mereka diabaikan.
  4. Apakah orang manipulatif bisa berubah? Perilaku manipulatif adalah pola yang dalam, dan perubahan membutuhkan kesadaran diri serta upaya signifikan, terkadang dengan bantuan profesional.
  5. Apa dampak psikologis dari dikhianati? Dikhianati dapat menyebabkan trauma mendalam, rasa kecewa, kemarahan, kecemasan, bahkan depresi, serta kesulitan membangun kembali kepercayaan.
  6. Bagaimana cara melindungi diri dari orang yang tidak bisa dipercaya? Mengenali tanda-tanda ketidakjujuran, menetapkan batasan yang jelas, dan tidak terburu-buru memberikan kepercayaan adalah langkah penting.
  7. Apakah semua orang yang berbohong tidak bisa dipercaya? Tidak semua kebohongan kecil berarti seseorang sepenuhnya tidak bisa dipercaya, namun pola kebohongan yang berulang adalah indikator kuat ketidakpercayaan.