Liputan6.com, Jakarta Keset merupakan salah satu perlengkapan rumah tangga yang memiliki peran krusial dalam menjaga kebersihan lantai. Fungsinya adalah menahan kotoran, debu, dan kelembapan yang terbawa dari luar rumah, sehingga area dalam tetap bersih dan nyaman.
Namun, karena perannya sebagai penahan kotoran, keset sangat rentan menjadi sarang bakteri, kuman, dan bau tidak sedap jika tidak dibersihkan secara rutin dan dengan metode yang tepat. Pembersihan yang tidak benar justru bisa merusak material keset dan mengurangi efektivitasnya.
Oleh karena itu, penting untuk memahami cara membersihkan keset yang benar sesuai dengan jenis bahannya. Liputan6 akan membahas panduan komprehensif untuk memastikan keset Anda tetap higienis, awet, dan berfungsi optimal dalam menjaga kebersihan rumah. Simak ulasan lengkapnya sebagai berikut, Kamis (23/10/2025).
Advertisement
Frekuensi Ideal Membersihkan Keset
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2586902/original/063346700_1546675205-floor-mat-3264103_1920.jpg)
Menjaga keset tetap bersih dan higienis memerlukan pembersihan rutin. Frekuensi pembersihan dapat bervariasi tergantung pada lokasi keset dan intensitas penggunaannya.
Untuk keset kamar mandi yang sering basah atau area dengan lalu lintas tinggi, disarankan untuk mencucinya setidaknya seminggu sekali. Hal ini penting untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri akibat kelembapan yang terus-menerus.
Sementara itu, keset dalam ruangan atau yang berada di area dengan lalu lintas rendah, serta jarang basah, bisa dicuci setiap dua hingga tiga minggu sekali atau bahkan sebulan sekali secara mendalam. Keset sabut kelapa di area lalu lintas tinggi sebaiknya dikibas dua kali seminggu dan dibersihkan mendalam sebulan sekali.
Penyedotan debu secara teratur, minimal seminggu sekali, juga sangat bermanfaat untuk semua jenis keset. Ini membantu mencegah penumpukan kotoran dan serpihan jauh di dalam serat keset, sehingga mempermudah pembersihan mendalam selanjutnya.
Advertisement
Persiapan Awal Sebelum Mencuci Keset
Sebelum melakukan pembersihan mendalam pada keset, ada beberapa langkah persiapan awal yang sebaiknya dilakukan untuk semua jenis bahan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk menghilangkan kotoran permukaan dan mempermudah proses pencucian.
- Pertama, bawalah keset ke luar ruangan dan kibaskan dengan kuat. Mengibaskan keset akan membantu melepaskan kotoran, debu, dan serpihan yang menempel di permukaan serta serat-serat keset. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa menggantung keset di jemuran dan memukulnya dengan sapu atau tongkat.
- Setelah dikibas, gunakan penyedot debu dengan sikat tambahan untuk menghilangkan partikel debu yang membandel dan kotoran lainnya yang masih menempel. Langkah ini sangat efektif untuk mengangkat kotoran yang terperangkap di antara serat keset.
- Terakhir, selalu periksa label perawatan yang tertera pada keset. Label ini biasanya memberikan instruksi khusus mengenai suhu air, jenis deterjen yang boleh digunakan, serta apakah keset boleh dikeringkan dengan mesin pengering atau tidak. Mematuhi instruksi ini adalah kunci untuk menjaga kualitas dan daya tahan keset.
Cara Membersihkan Keset Kain dengan Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3445950/original/076526200_1619968442-funny-doormats-140-5da6e029dad2f__700.jpg)
Keset kain adalah jenis keset yang paling umum digunakan di dalam rumah karena kemampuannya menyerap air dan mengeringkan kaki dengan cepat. Pembersihan keset kain dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin cuci.
Mencuci Keset Kain dengan Tangan
Untuk mencuci keset kain secara manual, siapkan ember besar dan tuangkan air hangat beserta cairan pembersih secukupnya. Air hangat efektif membantu melarutkan kotoran dan membunuh bakteri.
Jika terdapat noda membandel, tuangkan sedikit cairan pembersih langsung pada noda dan diamkan selama kurang lebih lima menit agar cairan meresap. Setelah itu, sikat keset pada segala sisi hingga noda hilang dan keset terlihat bersih.
Terakhir, bilas keset dengan air bersih hingga tidak ada sisa sabun yang tertinggal, lalu keringkan di gantungan penjemur di bawah sinar matahari. Pastikan keset benar-benar kering sebelum digunakan kembali untuk mencegah bau apek.
Mencuci Keset Kain dengan Mesin Cuci
Sebelum memasukkan keset ke mesin cuci, selalu cek label perawatan untuk memastikan keset aman dicuci dengan mesin dan tidak ada instruksi khusus yang melarang penggunaan mesin pengering. Kibaskan keset terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran besar.
Saat mencuci, pastikan menggunakan setidaknya air hangat. Air hangat sangat efektif untuk membunuh bakteri dan kuman yang mungkin bersarang di keset, serta melarutkan kotoran lebih baik. Anda juga bisa menambahkan beberapa handuk atau kain ke dalam mesin cuci bersama keset.
Penambahan handuk ini dapat membantu air membersihkan kotoran dengan lebih maksimal dan mencegah sisa kotoran menempel kembali pada keset. Setelah selesai mencuci, keringkan keset sesuai dengan instruksi pada label atau jemur langsung di luar hingga kering sempurna.
Advertisement
Membersihkan Keset Karet untuk Daya Tahan Optimal
Keset karet dikenal karena sifat anti-selipnya dan bobotnya yang ringan, menjadikannya pilihan populer untuk area basah atau pintu masuk. Namun, keset ini memerlukan penanganan khusus saat dibersihkan.
Mencuci Keset Karet dengan Tangan
Siapkan ember berisi air hangat dan sabun cuci piring atau deterjen ringan. Sabun cuci piring sangat efektif untuk membersihkan minyak dan kotoran pada karet.
Gunakan sikat khusus atau spons untuk membersihkan seluruh permukaan keset karet hingga terbebas dari kotoran. Gosok secara merata, terutama pada area yang lebih kotor.
Setelah bersih, bilas keset dengan air bersih dan keringkan di luar ruangan. Penting untuk tidak mengeringkan keset karet di dalam mesin pengering, karena panas tinggi dapat membuatnya melepuh dan merusak bentuk aslinya. Untuk noda membandel, gosok area dengan pasta dari ¼ air dan ¾ soda kue. Jika ada jamur atau lumut, rendam keset dalam larutan karbol selama beberapa jam sebelum digosok, pastikan sirkulasi udara baik.
Mencuci Keset Karet dengan Mesin Cuci
Jika label perawatan mengizinkan, keset karet bisa dicuci dengan mesin cuci. Masukkan beberapa handuk atau kain ke dalam mesin cuci bersama keset. Ini membantu air membersihkan kotoran lebih maksimal dan menyeimbangkan beban mesin.
Selalu gunakan air hangat saat mencuci keset karet di mesin cuci. Air hangat membantu melarutkan kotoran dan kuman secara efektif tanpa merusak material karet.
Setelah proses pencucian selesai, jangan pernah menggunakan mesin pengering untuk keset karet. Panas dari mesin pengering dapat menyebabkan keset karet melepuh dan kehilangan bentuknya. Cukup keringkan keset di luar ruangan secara alami. Hindari juga penggunaan pemutih klorin pada keset karet berwarna karena dapat merusak pigmen warnanya.
Panduan Khusus Membersihkan Keset Sabut Kelapa
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3445946/original/055650600_1619968442-funny-doormats-13-5da6c2b8840c1__700.jpg)
Keset sabut kelapa, atau coir, terbuat dari serat alami yang kuat dan tahan lama, cocok untuk area luar ruangan. Namun, jenis keset ini memiliki metode pembersihan yang sangat spesifik dan tidak boleh dicuci dengan mesin cuci atau uap.
- Mulailah dengan membawa keset ke luar dan kibaskan dengan kuat untuk melepaskan kotoran dan serpihan yang menempel. Anda juga bisa menggantungnya di jemuran dan memukulnya dengan sapu atau tongkat. Setelah itu, sedot debu kedua sisi keset menggunakan sikat tambahan pada penyedot debu untuk mengangkat partikel halus.
- Gunakan sikat kaku untuk menghilangkan rambut hewan peliharaan atau kotoran membandel lainnya yang mungkin tersangkut di serat. Sikatlah searah dengan anyaman serat untuk menghindari kerusakan. Untuk noda membandel, semprotkan campuran cuka dan air dengan perbandingan yang sama, biarkan meresap 15 menit, lalu tepuk-tepuk hingga kering. Pasta soda kue atau sedikit sampo karpet yang dilarutkan air hangat juga bisa digunakan untuk noda, namun hindari membasahi keset secara berlebihan.
- Untuk pembersihan mendalam (basah), gunakan sikat basah dengan bulu kecil dan kaku untuk menggosok kotoran dan noda. Gosok perlahan dan searah serat, lalu bilas dengan air mengalir dan gantung hingga kering. Penting untuk tidak menjemur keset sabut kelapa di bawah sinar matahari langsung terlalu lama untuk mencegah perubahan warna.
- Setelah keset benar-benar kering, taburkan bubuk pembersih kering (campuran tepung maizena dan soda kue) untuk menghilangkan bau, gosok dengan sikat bulu, lalu kibaskan sisa bubuknya. Hindari penggunaan bahan kimia keras seperti pemutih, mesin cuci, uap, atau merendam keset dalam air, karena semua ini dapat merusak serat alami dan membuatnya rapuh.
Advertisement
People Also Ask
1. Seberapa sering keset harus dibersihkan?
Jawaban: Frekuensi pembersihan keset bervariasi; keset kamar mandi yang sering basah sebaiknya dicuci seminggu sekali, sementara keset di area lalu lintas rendah bisa sebulan sekali.
2. Apa yang harus dilakukan sebelum mencuci keset secara mendalam?
Jawaban: Sebelum mencuci, kibaskan keset di luar ruangan untuk menghilangkan kotoran, gunakan penyedot debu, dan periksa label perawatan keset.
3. Bisakah semua jenis keset dicuci dengan mesin cuci?
Jawaban: Tidak, keset kain umumnya bisa dicuci mesin, namun keset karet dan sabut kelapa tidak disarankan dicuci dengan mesin cuci atau mesin pengering.
4. Bagaimana cara menghilangkan bau tidak sedap pada keset?
Jawaban: Untuk menghilangkan bau, taburkan soda kue pada keset, biarkan beberapa menit, lalu sikat dan sedot debu. Cuka putih juga efektif.
5. Apa yang harus dihindari saat membersihkan keset sabut kelapa?
Jawaban: Hindari penggunaan bahan kimia keras, mesin cuci, uap, atau merendam keset sabut kelapa dalam air karena dapat merusak serat alami.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5380981/original/046199200_1760441878-klaim_link_magang_kemnaker.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299864/original/085658400_1784277079-pupuk_subsidi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2586778/original/021692100_1546674908-dock-1846008_1920.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295935/original/031909000_1783995386-063_2285696199.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256899/original/040579900_1670717208-Inggris_vs_Prancis_di_Laga_Perempat_Final_Piala_Dunia_2022-AP__11_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4205869/original/033832800_1666872124-000_32G277K.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260364/original/000638100_1781588460-spanyol_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4682019/original/069510400_1702289989-20231211-Javier_Milei-AFP_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298217/original/010036300_1784154923-Argentina_s_Lautaro_Martinez_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297036/original/087342800_1784067028-fran2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299157/original/011157800_1784196356-prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299934/original/041038100_1784279853-cincin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233919/original/034537900_1748328617-pexels-cottonbro-4108715.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385983/original/056884800_1782265466-cropped-6b0c6488-e402-4c22-9c4e-9803c397fef1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5225395/original/004419700_1747702410-WhatsApp_Image_2025-05-20_at_7.38.42_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5570397/original/029859400_1777524384-Bulu_Ayam_Tetangga_Bertebaran_di_Halaman_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5567414/original/073097700_1777278691-cropped-38aea945-9eeb-4931-8cd7-e7b230129618.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566819/original/063421300_1777257395-Kucing_Tetangga_Nongkrong_dan_Kencing_di_Teras_Rumah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5233910/original/003030700_1748328506-Depositphotos_35450175_L.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5566459/original/099990000_1777186387-Cara_Cepat_Bersihkan_Kulkas_Tanpa_Bongkar_Semua_Isi_dan_Tetap_Bersih_Maksimal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562669/original/040053700_1776837101-unnamed__11_.jpg)