Liputan6.com, Jakarta Mengepel lantai adalah rutinitas kebersihan rumah tangga yang penting untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan hunian. Namun, tidak jarang setelah proses mengepel, lantai justru mengeluarkan bau amis yang tidak sedap, alih-alih wangi dan segar.
Bau amis pada lantai setelah dipel umumnya disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kebersihan alat pel yang kurang baik, penggunaan air yang kotor, hingga teknik mengepel yang kurang tepat. Bakteri dan jamur seringkali menjadi biang keladi di balik bau tak sedap ini, terutama jika dibiarkan berkembang biak di lingkungan yang lembap dan kotor.
Untuk mengatasi masalah ini dan memastikan lantai rumah selalu bersih, kinclong, serta bebas bau amis, perlu tips mengepel lantai yang tepat. Berikut ini Liputan6 memberikan tipsnya untuk Anda, Sabtu (30/8/2025).
Advertisement
1. Pastikan Kain Pel Bersih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3301108/original/090206600_1605776422-putz-bucket-1290940_640.jpg)
Salah satu penyebab utama lantai berbau amis setelah dipel adalah kain pel yang kotor atau tidak higienis. Kain pel yang jarang dibersihkan atau hanya dibilas seadanya setelah digunakan dapat menumpuk kotoran, bakteri, dan jamur yang kemudian menyebarkan bau tidak sedap ke lantai.
Oleh karena itu, penting untuk selalu mencuci kain pel secara menyeluruh dengan deterjen setiap selesai digunakan. Bilas hingga bersih dan jemur sampai kering sepenuhnya. Menyimpan kain pel dalam kondisi lembap juga dapat memicu pertumbuhan mikroba penyebab bau.
Advertisement
2. Gunakan Air Bersih dan Ganti Secara Berkala
Air yang digunakan untuk mengepel memiliki peran krusial dalam mencegah bau amis. Air yang sudah kotor atau terkontaminasi, baik oleh sisa-sisa kotoran, bahan kimia, atau mikroorganisme, dapat menyebabkan lantai berbau amis. Menggunakan air yang kotor hanya akan menyebarkan kotoran ke seluruh lantai, bukan membersihkannya.
Jika air dalam ember sudah terlihat keruh atau kotor, segera ganti dengan air bersih yang baru. Penggunaan dua ember, satu untuk membilas kain pel dan satu lagi untuk air bersih dengan pembersih, juga sangat dianjurkan untuk mencegah kontaminasi silang.
3. Bersihkan Lantai Terlebih Dahulu (Sapu/Vakum)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3153030/original/041690800_1592213946-woman-standing-front-brick-wall-with-cleaning-equipments_23-2147916547.jpg)
Sebelum memulai proses mengepel, sangat penting untuk membersihkan lantai dari kotoran padat seperti remah makanan, debu, rambut, atau partikel lainnya. Jika langkah ini dilewati, kotoran-kotoran tersebut akan menempel pada kain pel dan menyebar ke seluruh area lantai saat dipel, membuat lantai menjadi lebih kotor dan berpotensi menimbulkan bau amis.
Penting untuk menyapu bersih lantai sebelum mengepel. Jika tidak, remah makanan, debu, hingga kotoran lain akan tetap berserakan di lantai meski sudah dipel. Bahkan membuat lantai lebih kotor karena menjadi basah dan lengket. Kotoran juga bisa menempel di kain pel dan malah menyebar ke seluruh rumah.
Advertisement
4. Gunakan Bahan Tambahan Alami
Untuk membantu menghilangkan dan mencegah bau amis, beberapa bahan alami dapat ditambahkan ke dalam air pel. Cuka putih dikenal ampuh menetralisir bau dan membunuh bakteri. Campuran cuka makan ke dalam ember berisi air bersih dapat digunakan untuk mengepel seluruh lantai.
Sabun berfungsi sebagai pengangkat noda minyak, sedangkan cuka ampuh menghilangkan bau amis dan membunuh bakteri. Perpaduan keduanya menghasilkan cairan pembersih alami yang tidak kalah efektif dari karbol. Selain itu, soda kue (baking soda) efektif menyerap bau tidak sedap, dan garam dapat ditambahkan untuk efek pembersihan ekstra.
5. Perhatikan Teknik Mengepel dan Keringkan Lantai
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952530/original/081336500_1727240098-full-shot-woman-cleaning-home.jpg)
Teknik mengepel yang benar juga berperan penting dalam mencegah bau amis. Mengepel dengan gerakan yang tidak tepat dapat menyebarkan kotoran alih-alih membersihkannya. Lakukan mengepel dengan bergerak mundur sehingga tidak menginjak lantai yang basah. Mulailah mengepel di sudut terjauh dari pintu dan pel di sepanjang tepi dinding terlebih dahulu. Ayunkan kain pel maju mundur dengan membentuk angka 8 di seluruh ruangan.
Selain itu, pastikan lantai benar-benar kering setelah dipel. Kain pel yang terlalu basah dapat membuat lantai licin dan sulit kering. Kain pel yang terlalu basah bisa membuat lantai jadi licin dan sulit kering. Peras kain pel hingga lembab saja agar bisa membersihkan dengan optimal tanpa meninggalkan bekas air di lantai.
Advertisement
People Also Ask
1. Mengapa lantai bisa bau amis setelah dipel?
Jawaban: Lantai bisa bau amis karena kain pel yang kotor, penggunaan air pel yang terkontaminasi, atau kotoran padat yang tidak dibersihkan sebelum mengepel.
2. Bagaimana cara membersihkan kain pel agar tidak bau?
Jawaban: Cuci kain pel secara menyeluruh dengan deterjen setiap selesai digunakan, bilas, dan jemur hingga kering sepenuhnya untuk mencegah bau.
3. Bahan alami apa yang bisa digunakan untuk menghilangkan bau amis pada lantai?
Jawaban: Cuka putih, soda kue (baking soda), atau garam dapat ditambahkan ke air pel untuk membantu menetralisir bau dan membersihkan lantai.
4. Apakah perlu menyapu lantai sebelum mengepel?
Jawaban: Ya, sangat penting untuk menyapu atau menyedot debu lantai terlebih dahulu agar kotoran padat tidak menyebar saat proses mengepel.
5. Bagaimana teknik mengepel yang benar untuk menghindari bau amis?
Jawaban: Mengepel dari sudut terjauh, bergerak mundur, dan memastikan lantai benar-benar kering setelah dipel dapat mencegah bau amis.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5463779/original/049305200_1767670885-Screenshot_2026-01-06_103951.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2892802/original/045596000_1566805482-20190826-Jokowi-sebut-kaltim-jadi-ibu-kota-baru-ANGGA-8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3885023/original/ACg8ocJhAqQ111Qo7aNKJo-e-gQosi_iVPv_IfWPcQDZFdPai56-TQS9%3Ds200.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3301107/original/086656900_1605776422-mop-2736400_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1812277/original/052062800_1684314288-Beach_life.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8650687/original/066270800_1782664551-South_Korea_head_coach_Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8229349/original/096793100_1781089763-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258052/original/073135800_1781307011-cyle_larin_selebrasi_kanada_bosnia_ap_sam_balkansky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260736/original/098764200_1781652814-norwe.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263744/original/028849200_1781996788-AP26171656106233.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263772/original/067560900_1782010379-jerman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8452423/original/071248000_1782349365-neymar_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262483/original/075097700_1781805987-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257797/original/022434900_1781257127-South_Africa_s_Themba_Zwane__11__receives_a_red_card.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262509/original/033331100_1781827688-063_2282269735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257126/original/025840700_1781221894-AP26162777114808.jpg)