Sukses

Anti Begadang, Maudy Ayunda Berbagi Tips Tidur Nyenyak 8 Jam

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian orang masih saja memilih tidak tidur dan begadang sepanjang malam hanya untuk menonton film favorit atau hal lainnya.

Mereka bahkan beranggapan tidak masalah begadang lantaran dapat diganti di hari esoknya. Padahal, itu bukan solusi yang tepat.

Sebab, tidur sendiri memiliki aturan. Seperti kita tahu bahwa tidur di malam hari adalah kebutuhan, dan minimal dengan harus terlelap selama tujuh hingga delapan jam per malam.

Perlu dingat bahwa seseorang yang kurang tidur atau memiliki kualitas tidur yang buruk dapat berdampak pada masalah kesehatan. Sehingga, perlu kesadaran diri dan mengetahui manfaat tidur yang cukup serta bahaya dari kurang tidur ini.

Maudy Ayunda dalam video Youtube pribadinya yang bertema Maudy Ayunda's Booklist, membedah buku bacaannya dengan judul “Why We Sleep" karya Matthew Walker. Seorang profesor ilmu saraf dan psikologi di University of California, Berkeley.

Matthew telah menjadi peneliti selama lebih dari 20 tahun dan berfokus pada risetnya mengenai masalah tidur. Bagi Maudy Ayunda buku ini salah satu dari buku bacaannya yang menarik.

"Karena ada banyak bahasan penelitian ilmiah tentang tidur yang sangat up to date, dan aku belajar banget apa aja sih pengaruhnya jangka panjang dan jangka pendek dari kurang tidur. Dan, apa yang bisa aku lakuin untuk meningkatkan kualitas tidur aku," katanya.

Berikut 3 Insight menarik dari buku bacaan tersebut ala Maudy Ayunda, apa saja?

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

1. Tidur Memiliki Banyak Manfaat yang Tidak Terhitung

Maudy mengatakan bahwa sebagian besar dari kita tentu sudah diajarkan mengenai caranya menjaga kesehatan.

"Dengan makan yang benar, olahraga yang teratur, tapi kadang kita lupa tentang betapa pentingnya tidur yang teratur," ujarnya.

Sehingga, hal itu membuat Maudy merasa perlu berbagi hasil bacaannya dalam buku 'Why We Sleep'.

"Aku mau bahas beberapa contoh di bukunya yang bikin aku tergerak," ujarnya. 

1. Sistem kekebalan kita membutuhkan tidur untuk melawan penyakit dan infeksi

"Riset menunjukkan kalau kita tidur kurang dari enam atau tujuh jam per malam, kita melipatgandakan kemungkinan kita terkena kanker," ujar Maudy Ayunda.

2. Kurang tidur tidak sehat untuk kesehatan mental

"Penulisnya cerita kalau otak kita itu menjadi jauh lebih reaktif secara emosional ketika kita kurang tidur, tubuh itu jadi stress kronis dan kita jadi lebih rentan depresi atau cemas," katanya.

3. Tidur juga membantu menjaga berat badan

"Karena tidur membantu kita mengatur nafsu makan, kurang tidur meningkatkan kadar hormon yang namanya ghrelin yang membuat kita merasa lapar dan sekaligus menurunkan kadar hormon leptin yang membuat kita kenyang," dia menambahkan.

4. Tidur memperkuat memori

"Tidur terbukti berkali-kali memperkuat memori kita, mempersiapkan otak kita untuk membuat ingatan baru, serta memperkuat ingatan tersebut dan mencegah lupa," kata Maudy Ayunda.

3 dari 4 halaman

2. Caffeine adalah musuh tidur teratur

Banyak orang yang mengalami kesulitan tidur atau insomnia tanpa tahu bahwa lampu, temperatur ruangan, dan kafein sangat mempengaruhi tidur.

"Untuk itu kita perlu benar-benar mengerti sistem tidur manusia itu bergantung pada apa sih," kata Maudy.

Dia mengatakan ada dua hal, di antaranya :

1. Ritme Circadian

"Jadi semacam jam yang ada di otak kita mengatur kapan kita tidur dan kapan kita bangun," ujarnya.

2. Chemical

"Namanya Adenosine, yang memberikan kita dorongan tidur atau rasa kantuk setelah 12 atau 16 jam terjaga, biasanya kita akan merasa ngantuk dan ini disebabkan meningkatnya Adenosine di otak kita," ujar Maudy.

Adapun untuk kafein, Maudy mengatakan bahwa kafein mengikat ke reseptor otak yang sama dengan Adenosine. 

"Akhirnya otak kita itu tidak bisa membaca kelelahan dan kita jadi ngga ngantuk untuk sementara, ini kenapa jadi orang itu ngalamin “caffeine crash” jadi kalau kopinya udah diproses oleh hati kita baru ngerasa ngantuk," ujarnya.

Sehingga, Maudy mengatakan ini sebaiknya menghindarkan minum kafein di sore hari.

"Karena minum kafein lima sampai tujuh jam kemudian setengah kafein itu masih ada di sistem kita," katanya.

 

4 dari 4 halaman

3. Tips Meningkatkan Tidur

Maudy mengatakan bahwa mungkin masih ada beberapa orang  diluar sana yang beranggapan jika hari ini begadang tinggal mengejar tidurnya esok hari.

"Nah riset di buku ini menunjukkan bahwa kekurangan tidur itu ngga bisa dibayar seperti hutang padahal setelah yang kita bahas tadi implikasinya kan banyak banget, jadi, kita harus tahu gimana caranya supaya bisa tidur dengan teratur," katanya.

Selain yang kafein tadi ada beberapa tips yang dibagi penulis:

1. Suhu ruangan sekitar, tempat tidur, pakaian tidur itu semua menentukan selimut ternal yang membungkus tubuh kita di malam hari.

"Suhu kamar tidur yang ideal ternyata adalah 19 derajat celcius untuk kebanyakan orang," kata Maudy.

2. Kita harus menjaga kamar kita gelap total sepanjang malam

"Misalnya dengan memasang black out curtains atau set gadgets untuk mengurangi sinar lampu LED Biru yang bisa mengganggu tidur kita," ujarnya.

"Terus kita bisa usahain bangun dan tidur di waktu yang sama setiap harinya," Maudy Ayunda menekankan.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.