Sukses

Seekor Domba di Sudan Dihukum Tiga Tahun Penjara Usai Membunuh Seorang Wanita

Liputan6.com, Jakarta Seekor domba telah dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun setelah dia dinyatakan bersalah membunuh seorang wanita. Domba jantan itu dibawa ke tahanan polisi di Sudan Selatan awal bulan ini setelah menyerang Adhieu Chaping, yang kemudian meninggal akibat luka-lukanya. Polisi menjelaskan situasinya kepada Eye Radio Sudan.

"Domba jantan itu menyerang dengan memukul tulang rusuknya dan wanita tua itu segera meninggal. Jadi inilah yang terjadi di Rumbek Timur di tempat bernama Akuel Yol," kata Mayor Elijah Mabor dilansir dari Ladbible.

"Peran kami sebagai polisi adalah untuk memberikan keamanan dan perkelahian terpisah. Domba itu ditangkap dan saat ini ditahan di Kantor Polisi Maleng Agok Payam."

Mayor Mabor menjelaskan mengapa domba jantan itu ditangkap karena perbuatannya, “Pemiliknya tidak bersalah dan domba jantan itu adalah yang melakukan kejahatan sehingga layak untuk ditangkap kemudian kasusnya akan diteruskan ke pengadilan adat dimana kasus tersebut dapat diserahkan secara damai."

Domba jantan itu sekarang akan menghabiskan tiga tahun ke depan di sebuah kamp militer di markas Aduel County di Negara Bagian Danau Sudan. Tidak diketahui apakah hewan tersebut telah menyatakan penyesalannya atas kejahatannya.

Pengadilan setempat juga memutuskan bahwa pemilik domba jantan itu, Duony Manyang Dhal, harus menyerahkan lima ekor sapi kepada keluarga korban sebagai kompensasi. Administrator wilayah Paul Adhong Majak mengatakan kepada Ghana Wish pemilik domba jantan dan keluarga korban terkait dan tetangga.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Kasus serupa

Ketika domba jantan dibebaskan dari penjara, itu juga akan diberikan kepada keluarga sesuai dengan hukum setempat. Kedua keluarga telah menandatangani kontrak untuk meresmikan perjanjian dengan polisi dan tokoh masyarakat bertindak sebagai saksi.

Meskipun mungkin menjadi penyebab kematian yang aneh, Adhieu Chaping bukanlah orang pertama yang menjadi korban domba jahat. Tahun lalu, seorang wanita di AS meninggal setelah diserang oleh seekor domba di sebuah peternakan. Kim Taylor bekerja sebagai sukarelawan di Cultivate Care Farms di Bolton, Massachusetts, ketika dia terluka parah oleh hewan itu. Polisi Boston dan layanan darurat tiba di tempat kejadian tetapi Taylor dengan cepat berubah menjadi lebih buruk.

"Pihak berwenang diberitahu bahwa wanita itu, Kim Taylor, 73, dari Wellesley, sedang sendirian merawat ternak di kandang ketika seekor domba menyerangnya dan berulang kali menabraknya," kata polisi dalam sebuah pernyataan seperti dilansir New York Times.

"Hal ini mengakibatkan Taylor mengalami luka serius yang luas sebelum dia mengalami serangan jantung tak lama setelah Petugas Polisi Bolton dan Patriot ALS tiba. Taylor dikirim ke Rumah Sakit Marlborough, di mana dia kemudian meninggal karena luka-lukanya.

"Dia masih hidup ketika kami tiba di sana. Keadaan menjadi buruk dengan cepat. Dia bisa berbicara dengan petugas."

3 dari 3 halaman

Fakta Domba di Serial Shaun the Sheep, Aslinya Harga Hewan Ini Rp200 Juta

Kalian pasti masih ingat dengan serial televisi asal Inggris berjudul Shaun the Sheep. Yup, karakter domba berwajah hitam dengan tubuh yang dilapisi putih itu ternyata ada di kehidupan nyata lho!

Dengan kata lain, domba bernama Shaun itu memang ada aslinya, bukan sebatas karakter motion yang dibuat-buat. Bahkan ada sederet fakta menakjubkan dari domba yang dikenal dengan nama Valais Blacknose Sheep. 

Ras Resmi di Pertengahan 1960-anSesuai dengan namanya, domba ini awal ditemukan di puncak Valais yang tertutup salju di Swiss. Berdasarkan fakta yang diungkap oleh Swiss Sheep Breeding Association diketahui domba Blacknose diperkenalkan sebagai ras resmi pada pertengahan 1960-an. 

Namun ternyata, keberadaan Blacknose terancam punah karena secara rutin, diserang serigala di pegunungan alpen Swiss. Akhirnya selama bertahun-tahun, domba ini mulai dikembangbiakkan di beberapa bagian di Jerman dan Amerika Utara. 

Jika dilihat dengan kasat mata, domba ini memiliki bulu yang lebat dan terkesan kasar. Padahal nggak gitu lho faktanya. 

Bulu domba Blacknose ternyata sangat lembut dan putih. Ditambah bulu yang tumbuh keriting dan ikal, penurut, dan pandai memanjat ini, membuat domba Blacknose mendapat julukan sebagai domba terlucu di dunia. 

Bahkan nggak sedikit yang melihat domba Blacknose bukan sebagai hewan ternak. Saking menggemaskannya, domba ini dipandang sebagai mainan oleh anak-anak dan makin populer sebagai hewan peliharaan. 

Hal itu diungkapkan oleh Emily Duncan, seorang peternak Blacknose asal Inggris seperti dikutip laman BBC. Emily mengatakan bahwa Blacknose adalah hewan yang ramah dan mudah bergaul. 

Ya, Blacknose bisa diajak bermain bola bersama anak-anaknya bahkan senang bergaul dengan anjing penggembala. Domba langka ini menyukai berinteraksi dengan manusia.