Sukses

Tersenyumlah Selama 7 Menit Tiap Hari, Ini Manfaat Kesehatan yang Akan Anda Dapatkan

Liputan6.com, Jakarta Dengan situasi yang masih belum serba pasti sehabis pandemi, Anda mungkin pesimis untuk tersenyum karena berpikir tidak banyak yang bisa disenyumi saat ini. Tetapi bahkan jika Anda tidak merasakannya, mungkin ada baiknya Anda mencobanya.

Seorang ahli telah mengingatkan bahwa tersenyum sebenarnya bagus untuk kesehatan mulut, dengan berbagai manfaat potensial.

Dr Khaled Kasem, kepala ortodontis di klinik ortodontik terkemuka di Eropa, Impress, berpendapat bahwa kita harus berusaha tersenyum setidaknya selama tujuh menit sehari. Ia menjelaskan: "Manfaat utama tersenyum adalah mengurangi stres."

“Mulut kita lebih rusak oleh stres daripada yang mungkin kita sadari, karena ketegangan tambahan yang diberikan pada otot Anda dapat menyebabkan gigi mengepal atau menggertakkan, membuat Anda rentan terhadap masalah rahang dan sejumlah masalah lainnya,” tambahnya.

Tersenyum, kata Dr Kasem, meningkatkan endorfin dan menurunkan kadar kortisol. Jadi tersenyum ketika Anda merasa stres dapat membuat Anda merasa jauh lebih baik.

Dia juga mencatat bahwa tersenyum dapat memiliki manfaat kekebalan potensial juga, melepaskan dopamin dan dengan demikian meningkatkan produksi antibodi sistem kekebalan Anda.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 4 halaman

Tersenyum turunkan tekanan darah

Dr Kasem mengamati bahwa tersenyum dan, khususnya, tertawa dapat menurunkan detak jantung dan pernapasan Anda dan karenanya tekanan darah Anda. Ia juga menambahkan bahwa penelitian telah menghubungkan kesehatan mulut yang buruk dengan tekanan darah tinggi.

Tapi tentu saja, Dr Kasem dengan cepat mengklaim bahwa dibutuhkan lebih dari tersenyum untuk memastikan kesehatan mulut yang baik. Ini berarti Anda membutuhkan menyikat gigi dan flossing secara teratur juga.

 

Kenali Tanda-Tanda Serangan Jantung di Wajah yang Harus Diwaspadai

Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention, 24,4 persen dari semua kematian pria dan 22,3 persen dari semua kematian wanita pada tahun 2015 disebabkan oleh penyakit jantung.

Serangan jantung terjadi ketika bagian dari otot jantung tidak mendapatkan cukup darah. Sebagian besar serangan jantung diakibatkan oleh penyumbatan arteri yang menumpuk sepanjang hidup, yang pada akhirnya menghalangi aliran darah ke jantung.

Semakin banyak waktu yang berlalu tanpa pengobatan untuk memulihkan aliran darah, semakin besar kerusakan pada otot jantung.

Dalam kasus yang jarang terjadi, tanda-tanda peringatan bisa muncul beberapa bulan sebelum serangan. Dalam penelitian awal, para ilmuwan melihat hubungan antara sejumlah fitur wajah dan peningkatan risiko masalah jantung.

Beberapa tanda di wajah berikut ini, bagaimanapun bisa menjadi petunjuk kondisi jantungmu. Berikut ulasannya seperti melansir dari Times of India, Selasa (24/5/2022).

3 dari 4 halaman

1. Garis rambut surut dan bintik-bintik botak

Kebotakan bisa menjadi penanda risiko penyakit jantung, terutama pada pria dengan faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi.

Pada pria dengan kolesterol tinggi dan kebotakan parah di vertex, atau mahkota kepala, risiko penyakit jantung meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan pria yang memiliki kolesterol tinggi tapi tidak botak, menurut para peneliti.

Hubungan biologis antara kerontokan rambut dan penyakit jantung bisa melibatkan peningkatan kadar hormon pria. Kulit kepala memiliki kepadatan reseptor hormon pria yang lebih tinggi seperti testosteron dikaitkan dengan peningkatan risiko pengerasan arteri dan pembekuan darah.

 

2. Timbunan kolesterol di sekitar kelopak mata

Lemak alami, termasuk kolesterol, bisa membentuk pertumbuhan kekuningan yang datar atau sedikit meninggi di sekitar kelopak mata, yang disebut xanthelasma.

Memiliki xanthelasma dikaitkan dengan kadar lipid abnormal dalam darah, yang dikenal sebagai dislipidemia. Dislipidemia meningkatkan risiko penumpukan kolesterol di dinding arteri.

Penumpukan ini bisa membatasi aliran darah ke jantung, otak dan area tubuh lainnya, meningkatkan risiko serangan jantung, strok dan penyakit arteri perifer.

Individu dengan timbunan koleterol di wajah juga bisa mengalami arkus kornea, di mana timbunan kolesterol mengubah warna mata menjadi cincin buram putih, abu-abu atau biru yang muncul di tepi luar kornea.

4 dari 4 halaman

3. Celah daun telinga mungkin berperan

Sebuah penelitian terhadap 340 pasien menemukan lipatan daun telinga menjadi tanda yang terkait dengan penuaan dan Penyakit Arteri Kornea (CAD).

Lipatan menunjukkan adanya bentuk penyakit jantung yang lebih parah pada individu yang menunjukkan gejala.

“Bisa mengidentifikasi subset pasien yang rentan terhadap penuaan dini dan perkembangan awal penyakit arteri koroner, yang prognosisnya bisa ditingkatkan dengan tindakan pencegahan dini,” tulis para peneliti.

Penelitian lain mempelajari jenazah 300 pasien yang meninggal karena berbagai sebab. Dalam penelitian ini, lipatan diagonal dikaitkan dengan penyebab kematian.

“Kami menemukan hubungan yang kuat antara lipatan daun telinga dan penyebab kematian kardiovaskular pada pria dan wanita setelah usia, tinggi dan diabetes telah dikendalikan,” tambah penelitian.