Sukses

Sering Lapar dan Haus, Waspadai Gejala Awal Diabetes Melitus Tipe 2

Liputan6.com, Jakarta Diabetes melitus menjadi salah satu penyakit yang sangat ingin dihindari oleh banyak orang. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, baik tua ataupun muda. Diabetes tipe 2 adalah jenis diabetes melitus yang menyebabkan kadar gula darah tinggi beredar di alirah darah. Penyakit ini disebut juga sebagai adult-onset diabetes karena biasanya menyerang orang dewasa atau lansia. Kadar gula darah yang tinggi akhirnya dapat menyebabkan gangguan pada sistem peredaran darah, saraf, dan kekebalan tubuh.

Pada diabetes tipe 1, kadar gula darah yang tinggi disebabkan oleh pankreas yang tidak bisa memproduksi hormon insulin secara optimal. Sementara diabetes tipe 2 biasanya terjadi karena sel-sel tubuh yang tak lagi peka terhadap insulin sehingga kesulitan mengubah glukosa menjadi energi.

Tidak ada obat untuk diabetes tipe 2. Namun, menurunkan berat badan, makan dengan baik, dan berolahraga dapat membantu Anda mengelola penyakit ini. Jika diet dan olahraga tidak cukup untuk mengelola gula darah, Anda mungkin juga memerlukan obat diabetes atau terapi insulin. Dilansir dari Mayo Clinic, diabetes sendiri merupakan penyakit yang dijuluki sebagai "silent killer" karena dapat terjadi perlahan bahkan tanpa adanya gejala. Jika tidak segera ditangani, diabetes bisa mengakibatkan komplikasi yang berakibat pada kematian.

Satu-satunya cara yang pasti untuk mendiagnosis diabetes adalah dengan meminta dokter melakukan tes gula darah puasa. Meski demikian, Anda tetap dapat memperhatikan tanda-tanda dan gejala awal yang dirasakan jika menderita diabetes tipe 2. Berikut ini berbagai gejala diabetes tipe 2 yang dirangkum dari berbagai sumber:

2 dari 4 halaman

1. Sering Merasa Lapar

Jika Anda mengidap diabetes, gula darah tidak bisa diserap oleh sel tubuh Anda. Hal tersebut kemudian menyebabkan Anda terus merasa lapar.

2. Sering Buang Air Kecil, terutama di Malam Hari

Gejala diabetes tipe 2 ini diakibatkan oleh kerja keras ginjal yang berusaha membuang gula darah melalui urine. Sehingga, intensitas buang air kecil meningkat, terutama saat malam hari.

3. Sering Merasa Haus

Saat gula menumpuk dalam darah, maka ginjal akan bekerja lebih keras untuk membuangnya. Kondisi ini menyebabkan banyak cairan pada jaringan yang diambil hingga terjadi dehidrasi. Karena itulah Anda jadi terus-menerus merasa haus.

4. Mulut Kering

Dehidrasi dan sering buang air kecil dapat menghilangkan kelembapan di dalam tubuh, sehingga menyebabkan mulut terasa kering.

5. Sering Kelelahan

Biasanya, penderita diabetes selalu merasakan tubuh sangat lelah. Saat tubuh tidak bisa menggunakan energi dari makanan, Anda akan merasa lemah dan letih. Dehidrasi yang dialami mungkin juga dapat memperparah keadaan.

6. Penglihatan Kabur

Kadar gula darah yang tinggi dapat mengakibatkan lensa mata membengkak sehingga pandangan menjadi kabur.

7. Penurunan Berat Badan

Sering buang air kecil bukan hanya membuang kelebihan gula, tapi juga menyebabkan banyak kalori ikut terbuang. Hal tersebut menyebabkan berat badan penderitanya menyusut meski tidak melakukan diet atau olahraga.

3 dari 4 halaman

8. Hilang Kesadaran

Setelah berolahraga, melewatkan waktu makan, atau minum terlalu banyak obat bisa membuat gula darah menjadi terlalu rendah. Hal itu kemudian menyebabkan hilangnya kesadaran pada penderita diabetes melitus tipe 2.

9. Sakit Kepala

Perubahan kadar gula darah dalam tubuh juga dapat menyebabkan sakit kepala.

10. Tangan dan Kaki Kesemutan

Diabetes tipe 2 dapat mempengaruhi saraf, sehingga menyebabkan si penderita mengalami kesemutan di bagian tangan dan kaki.

11. Luka yang Sulit Sembuh

Kadar gula darah yang tinggi dapat memperlambat aliran darah ke seluruh tubuh. Hal ini menyebabkan infeksi dan luka menjadi sulit disembuhkan.

12. Masalah pada Gusi

Diabetes tipe 2 juga bisa menyebabkan gangguan pada gusi. Gusi menjadi merah, bengkak, dan terasa lunak. Anda mungkin akan lebih sering mengalami infeksi pada gusi dan tulang penahan gigi sehingga gigi menjadi goyang.

13. Bercak Kulit Gelap

Bercak kulit gelap yang terbentuk di lipatan leher, ketiak, atau selangkangan juga bisa menandakan risiko diabetes yang lebih tinggi. Bercak ini mungkin terasa sangat lembut dan menyerupai beludru. Kondisi kulit ini dikenal sebagai acanthosis nigricans.

 

4 dari 4 halaman

14. Gatal dan Infeksi Jamur

Kelebihan gula dalam darah dan urin menyediakan makanan untuk jamur, yang dapat menyebabkan infeksi. Infeksi jamur cenderung terjadi pada area kulit yang hangat dan lembap, seperti mulut, area genital, dan ketiak. Selain gatal, penderita diabetes tipe 2 juga bisa mengalami rasa terbakar, kemerahan, dan nyeri.

Selain gejala yang telah disebutkan di atas, terdapat gejala darurat diabetes tipe 2 yang meliputi gemetar, pusing, lapar, sakit kepala, berkeringat, sulit berpikir, mudah tersinggung atau murung, dan detak jantung terasa cepat.

Mengenali gejala awal diabetes tipe 2 dapat memungkinkan Anda untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan lebih cepat. Mendapatkan pengobatan yang tepat, menjalani gaya hidup sehat, dan mengontrol kadar gula darah dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup Anda, serta mengurangi risiko komplikasi.

Tanpa pengobatan, kadar gula darah yang terus-menerus tinggi dapat menyebabkan komplikasi yang parah. Di antaranya, penyakit jantung, stroke, kerusakan saraf, masalah kaki, penyakit ginjal yang membutuhkan cuci darah, kehilangan penglihatan, hingga masalah seksual pada pria dan wanita.