Sukses

Tuai Cibiran, Ralph Lauren Rilis Overall `Kotor` Seharga Rp 10 Juta

Liputan6.com, Jakarta - Belakangan ini banyak tren fesyen menarik dan unik yang mencuri perhatian para pecinta mode pakaian. Saat ini model pakaian yang nyentrik dengan tampilan yang berbeda banyak diminati orang.

Namun berbeda dengan, merek fesyen ternama dunia Ralph Lauren yang justru mendapat kritikan publik usai merilis setelan overall yang terlihat lusuh dan dipenuhi oleh bercak-bercak cat. 

Dari kejauhan, pakaian terusan ini terlihat layaknya pakaian khas montir kendaraan bermotor. Tetapi tak main-main, perusahaan feysen asal Amerika ini berani memasang harga $ 695 atau setara dengan Rp 10 juta rupiah untuk pakaian "unik" tersebut.

Ya, beginilah tampilan yang Ralph Lauren gunakan untuk "Paint-Splatter Coverall" barunya yaitu sepasang overall denim hitam yang dilapisi noda cat putih dan oranye serta menampilkan area lutut yang usang.

 

2 dari 4 halaman

Dipenuhi Noda

Meskipun dirancang dari kain satin Jepang, penampilannya yang mencerminkan seseorang yang seolah-olah telah bekerja keras mengecat seisi rumahnya membuat warganet terheran-heran. Sebagian dari mereka mengangap bahwa mereka dapat merancangnya sendiri tanpa bantuan tangan desainer. 

Dibalik kontroversinya, overall panjang ini dilengkapi dengan kantong serbaguna, ritsleting di bagian depan, dan pastinya percikan noda cat putih di seluruh bagian pakaian. 

 

 

 

3 dari 4 halaman

Respon Warganet

Penampakkan noda cat di sekujur bagian pakaian membuatnya viral di media sosial, terutama Twitter. Sebagian dari warganet melontarkan respon negatif dengan nada-nada sindiran. 

"Melihat Ralph Lauren menjual setelan ketel uap yang diberi cat seharga £ 620, mungkin saya berkeinginan untuk menjual celana kerja saya, siapapun bisa langsung memilikinya," tulis salah satu warganet.

"Anda cukup bodoh untuk membayar £ 620 untuk sesuatu yang bisa Anda beli dengan harga yang lebih murah. Pakaian itu terlihat sama dengan set yang saya miliki selama bertahun-tahun," balasnya.

"Ayo semua pelukis dan dekorator, jual perlengkapanmu di e-bay dan dapatkan banyak uang dari para idiot. Hore!" tambahnya. 

Meskipun tuai kontroversi, tak perlu waktu lama nyatanya pakaian overall ini laris di pasaran dengan hanya menyisakan ukuran XS, S, dan L. Keberadaan produk ini diyakini akan mendorong tren pakaian bekas yang nyentrik. 

Penulis 

Ignatia Ivani 

Universitas Multimedia Nusantara 

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: