Sandiaga Uno Beri Pelatihan Pengolahan dan Pemasaran Produk Makanan dengan AI untuk Ibu-Ibu

Guna membuka lapangan kerja bagi para ibu, digelar pelatihan pengolahan produk makanan populer di Aula Masjid Nurul Huda, Kukusan, Beji, Depok pada Sabtu (10/1/2026).

Diterbitkan 10 Januari 2026, 20:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • YIS dan OK OCE melatih 50 ibu membuat nugget/dimsum mentai untuk kemandirian ekonomi.
  • Pelatihan meliputi keterampilan memasak, pemasaran AI, dan menghasilkan pendapatan awal.
  • Program dilanjutkan pendampingan intensif 3 minggu untuk pengembangan usaha digital.

Liputan6.com, Jakarta - Guna membuka lapangan kerja bagi para ibu, pelatihan pengolahan produk makanan populer yakni nugget dan dimsum mentai dilakukaan oleh Yayasan Indonesia Setara (YIS) berkolaborasi dengan OK OCE Forever.

Pelatihan yang diikuti sebanyak 50 orang ibu itu digelar di Aula Masjid Nurul Huda, Kukusan, Beji, Depok pada Sabtu (10/1/2026).

Founder YIS Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen YIS dalam memberdayakan masyarakat, khususnya perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi.

"Tujuannya, agar para ibu bisa membuka peluang usaha rumahan dan mandiri lewat produk makanan viral yang relatif mudah dibuat, berbahan baku murah, dan mudah ditemukan," ujar Sandiaga melalui keterangan tertulis, Sabtu (10/1/2026).

"Lewat pelatihan ini, kami ingin mendorong kesetaraan dan menghilangkan stigma kalau perempuan cuma di rumah. Kaum Emak-emak juga punya potensi untuk berdaya dan berkontribusi secara ekonomi," sambung dia.

Sandiaga menyebut, selain keterampilan memasak, para ibu juga dibekali pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) secara praktis untuk membantu pemasaran produk.

"Pakai AI, pemasaran lewat medsos jadi lebih mudah. Tinggal foto (produk), tulis prompt-nya pakai AI, upload, langsung bisa jualan di instagram. Jualan jadi lebih mudah," ucap Sandiaga.

 

Menu Bisa Dimodifikasi

Kemudian, Ketua OK OCE Forever Esti Dwi Gandini menjelaskan, pada sesi kick-off program, peserta diajarkan keterampilan dasar membuat nugget dan dimsum mentai.

"Kedua menu tersebut dipilih karena fleksibel untuk dimodifikasi sesuai selera pasar. Selain hardskill memasak, peserta juga kami ajarkan penggunaan generative AI untuk membuat konten promosi. Bahkan, mereka langsung ditantang membuka pre-order pada hari yang sama," papar dia.

Dari tantangan tersebut, lanjut Esti, para peserta berhasil mengumpulkan pesanan sebanyak 250 potong nugget dan 235 potong dimsum.

"Dengan harga jual berkisar Rp 2.000 hingga Rp 3.500 per potong, para ibu-ibu memperoleh pendapatan sekitar Rp 1.177.500 hanya dalam satu hari," ucap dia.

"Setelah sesi pelatihan tatap muka, program ini akan dilanjutkan dengan pendampingan intensif selama tiga pekan," sambung Esti.

Dia menjelaskan, pendampingan tersebut bertujuan memfasilitasi diskusi antara peserta dan para pelatih, sekaligus memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan usaha yang muncul.

"Selama masa pendampingan, peserta akan dibimbing untuk berlatih membuat konten promosi, mengoptimalkan strategi pemasaran digital, serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh," kata Esti.

"Peserta juga diberi ruang untuk berbagi pengalaman, mengajukan pertanyaan, dan mendapatkan masukan yang dapat langsung diterapkan dalam pengembangan usaha mereka," jelas Esti.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6