Sukses

Zucchini, si Timun Jepang yang Punya Manfaat Menakjubkan

Liputan6.com, Jakarta - Zucchini yang masuk dalam keluarga labu ini mirip dengan timun hijau. Sayuran ini memiliki kulit halus, biji kecil yang bisa dimakan dan daging yang renyah.

Para peneliti mengatakan bahwa cara terbaik untuk makan zucchini adalah tanpa mengupas karena sebagian besar nutrisi ada di kulitnya. Ini adalah sumber air, vitamin C, vitamin A, folat dan beta-karoten yang sangat baik.

Nah, penasaran apa saja manfaat kesehatan zucchini? Berikut ulasannya seperti melansir dari Boldsky, Rabu (1/4/2020).

1. Masalah Pencernaan

 

Zucchini miliki kandungan serat makanan yang bisa membantu meringankan semua masalah pencernaan, di antaranya kembung dan sembelit. 

Selain itu, sayuran musiman ini juga membantu menjaga kesehatan usus yang baik.

2 dari 6 halaman

2. Mengurangi Kadar Glukosa

Sejumlah besar serat tidak larut, jadi zucchini sangat efektif untuk mencegah timbulnya diabetes tipe 

Mengkonsumsi sayuran ini dalam jumlah yang cukup membantu menurunkan risiko sindrom metabolik dan meningkatkan toleransi glukosa sehingga mencegah diabetes.

3 dari 6 halaman

3. Kesehatan Jantung

Zucchini rendah kalori dan tinggi folat, potassium dan magnesium -semua nutrisi penting untuk kesehatan jantung.

Serat dalam zucchini juga membantu menurunkan risiko penyakit jantung, seperti stroke.

4 dari 6 halaman

4. Membantu Masalah Penglihatan

Kandungan vitamin C dan beta-karoten dalam zucchini membantu menjaga kesehatan mata, penglihatan dan masalah terkait.

Juga, antioksidan seperti lutein dan zeaxanthins dalam zucchini membantu mengurasi masalah penglihatan yang berkaitan dengan usia.

5 dari 6 halaman

5. Mengelola Berat Badan

Zucchini menjadi salah satu sayuran yang dikonsumsi di seluruh dunia. Sayuran ini rendah pati, rendah karbohidrat tapi tinggi serat dan kadar air.

Ini yang membuat zucchini menjadi makanan rendah lemak yang sangat membantu untuk mengelola berat badan dalam waktu singkat.

6 dari 6 halaman

6. Antikanker

Tingginya jumlah beta-karoten dan vitamin C dalam sayuran ini membantu mengurangi kerusakan terhadap stres oksidatif dalam tubuh.

Sejumlah besar di antaranya sering menyebabkan kanker seperti kanker prostat pada pria.