Sukses

Kontak Lensa Bersarang di Mata Selama 28 Tahun, Akibatnya?

Liputan6.com, Jakarta - Apa jadinya kalau kontak lensa mata yang kita gunakan tiba-tiba hilang sampai tidak ketemu setelah 20 tahun lebih lamanya? Itulah yang dialami seorang wanita 42 tahun dari Dundee, Skotlandia.

Ketika bermain badminton, wanita tersebut mulanya mengira bahwa lensa kontaknya terjatuh pada 28 tahun yang lalu. Alih-alih hilang, dokter justru menemukan hal mengejutkan pada matanya.

Memang bagi orang-orang yang memiliki pandangan tidak sempurna, kontak lensa mata bisa menjadi pilihan yang tepat saat kita bergerak aktif. Namun dari banyaknya kasus, kontak lensa mata bisa menyebabkan sejumlah gangguan bagi mata.

Salah satu gangguan yang kerap terjadi yakni, kontak lensa bisa melekat pada kelopak mata tanpa kita sadari. 

 

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah ini:

2 dari 3 halaman

Kontak lensa tersembunyi di kelopak mata

Kontak lensa mata yang ia anggap hilang justru tersembunyi di bola mata selama hampir tiga dekade. Hal itu dapat ditemukan ketika wanita tersebut mengeluhkan kelopak matanya yang  bengkak sejak enam bulan lalu.

Saat dirujuk ke spesialis mata Sirjhun Patel, Lai-Ling Tan, dan Helen Murgatroyd di Ninewells Hospital & Medical School, gangguan yang dialami wanita itu dianggap sebagi kista dengan lebar hingga 6 milimeter.

Oleh karena itu, tim dokter memutuskan akan melakukan operasi untuk mengambil kista tersebut. Nyatanya mereka dibuat kaget saat operasi berlangsung. Bukannya kista yang mereka dapatkan, malah sebuah objek asing, yang membuat para dokter berhati-hati untuk mengeluarkannya.

Setelah diteliti, ternyata benda asing itu merupakan lensa Rigid Gas Permeable. Tentu operasi ini masuk ke dalam laporan jurnal medis BMJ. 

3 dari 3 halaman

Kontak lensa dianggap hilang

Saat mengetahui hal itu, wanita tersebut bersikeras bahwa tidak menggunakan lensa kontak. Sampai akhirnya ia teringat kejadian beberapa dekade silam, saat menjadi pemain bulu tangkis ketika remaja.

"Pasien pernah terpukul shuttlecock ketika bermain bulu tangkis pada usia 14 tahun yang ketika itu menggunakan lensa kontak RGP. Karena tidak pernah ditemukan, pasien berasumsi bahwa lensa kontak copot dari mata dan menghilang," tulis laporan dokter.

Awalnya memang terjadi pembengkakan dan ceedera kecil. Selain itu, penampilan kelopak mata juga menjadi turun atau disebut ptosis. Namun keanehan kecil itu tak disadari karena ptosis dianggap sebagai rasa ketidaknyaman kecil, yang kerap diabaikan.

Sampai akhirnya lensa itu turun ke kelopak mata dan bersarang di sana untuk waktu yang lama. Kontak lensa itu menyebabkan benjolan dalam kurun waktu enam bulan dan berubah menjadi kista. Benjolan tersebut dianggap menyakitkan untuk disentuh dan disertai dengan bengkak.

Walaupun menakutkan dan bikin panik, kejadian seperti yang dialami wanita itu jarang terjadi.

 

Loading