Sukses

Setop Merekam Cuplikan Film Ketika di Bioskop, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Pernahkah kalian melihat seseorang yang kerap merekam cuplikan film ketika sedang menonton di bioskop? Atau mungkin kalian sendiri yang melakukannya? Sebaiknya mulai kini kalian hentikan kebiasaan tersebut.

Hal ini jelas merugikan para filmmaker dan pihak bioskop. Uniknya, terkuak fakta bila rata-rata pelaku kurang tahu bahwa apa yang mereka lakukan adalah aktivitas melanggar hukum.

Fakta ini diungkap oleh Supriyatno selaku manajer operasional XXI. Dari 20 kasus yang ditemukan oleh pihaknya, sebanyak 12 oknum mengaku baru pertama kali menyambangi bioskop dan tidak memiliki motif komersial alias hanya menjadikan aksinya sebagai ajang pamer.

"Saat film tayang, security kami aktif memeriksa studio. Apabila kita menangkap orang yang bertindak mencurigakan, biasanya mereka langsung diperingatkan. Dari yang dilaporkan, kurang lebih ada 20 kasus, rata-rata setelah diteliti dan ditanya tentang seberapa sering nonton bioskop, apa yang ditonton, dari 20 ada 12 orang baru sekali nonton bioskop," kata Suprayitno ditemui saat mengisi acara Digital Economy and Creative Content Forum di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2018).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Bisa Terlibat Masalah Hukum

"Rata-rata mereka memfoto atau merekam empat detik sampai 20 detik, sudah itu kita ambil dan kita periksa dan wawancara. Mereka tidak ada motif komersial, mereka hanya bangga nonton di XXI lalu di-share pada temannya. Kalau yang share di Instagram Story biasanya orang yang lebih pintar. Tapi mereka tidak ada motif komersial," lanjutnya.

Dari 20 kasus itu, pihak XXI berkoordinasi dengan produser film terkait langkah selanjutnya. Apabila ingin diusut secara hukum, hal itu lumrah lantaran sudah masuk ranah pelanggaran hak cipta.

Suprayitno juga mengatakan bahwa pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak produser. Tak hanya itu mereka juga mengedukasi para penonton agar tak terlibat tindakan yang melanggar hukum tersebut. Dia juga mengakui tak ingin penonton kapok untuk ke bioskop dan merugikan pihaknya. Oleh karena itu, pihak bioskop berusaha jangan sampai membuat penonton yang tidak tahu apa-apa ini tiba-tiba berurusan dengan polisi.

Reporter: Tyssa Madelina

Sumber: Kapanlagi.com 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.