Citizen6, Malang Mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP-UB) Malang berinovasi menciptakan alat untuk pembuatan beras angkak berbasis kontrol suhu. Alat ini dibuat dalam rangka Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC). Alat yang diberi nama ATOST (Angkak Maker Machine with Temperature Control System) ini memiliki kelebihan dalam kemudahan pembuatan beras angkak yang efektif dan efisisen.
“Pembuatan beras angkak secara konvensional yaitu hanya dengan menggunakan wadah tertutup memiliki beberapa kelemahan seperti tidak kedap udara, tembus cahaya, dan suhu yang tidak stabil, ” ungkap Hardiansyah sebagai Ketua koordinator kelompok. Hal ini dirasa kurang karena proses yang rumit dan hasil yang juga kurang maksimal.
Melihat hal tersebut maka sekelompok mahasiswa PKM-KC FTP-UB diantaranya 3 mahasiswa program studi Teknik Sumberdaya Alam dan Lingkungan yaitu Hardiansyah, Windy Aprilia Fransiska, Dystie Anggun Rahmawati, serta 2 mahasiswa program studi Teknik Bioproses yaitu Muhammad Kahfi dan Donny Nugroho dengan bimbingan Dimas Firmanda Al Riza, ST, M.Sc sebagai dosen pembimbing berinovasi menciptakan mesin pembuat beras angkak yang berkualitas baik, efektif, dan efisien.
Advertisement
Pembuatan mesin ATOST ini melalui beberapa tahapan yaitu studi pustaka, perancangan alat, dan tahap pengujian alat. Parameter pengujian yang digunakan adalah kandungan lovastatin yang ditunjukkan warna merah pada beras angkak yang dihasilkan.
Proses kerja dari mesin ATOST adalah mempertahankan suhu pengolahan secara terkontrol dan menghalangi akses keluar masuk udara dan cahaya selama proses inkubasi berlangsung. Mesin ATOST ini juga dilengkapi dengan rangkaian sistem kontrol serta sensor waktu dan suhu sebagai pengontrol kegiatan mesin.
Tahap pengaplikasian ATOST, beras putih yang telah terinokulasi Monascus purpureus dimasukkan ke dalam tabung inkubasi dengan volume 8 liter. Kemudian beras putih yang telah dimasukkan di inkubasi pada suhu kamar (27-30 derajat C) selama 13 hari. Beras yang telah diinokulasikan tersebut diaduk dengan pengaduk otomatis setiap 2 hari sekali.
Selanjutnya pada hari ke- 14 memasuki tahap pengeringan dan pada tahap pengeringan (drying) ini, rangkaian sistem kontrol akan menaikkan suhu secara otomatis 50 derajat C dan katup udara dibuka untuk mengeluarkan uap air yang ada pada tabung inkubasi. Selanjutnya dilakukan sterilisasi dan beras angkak pun siap ditumbuk menjadi serbuk ataupun dibuat menjadi bentuk tablet.
Hardiansyah menjelaskan alat ATOST ini merupakan salah satu solusi alternatif bagi pemerintah untuk mengembalikan eksistensi pertanian di Indonesia. Selain itu, diharapkan dengan adanya mesin ATOST ini mampu meningkatkan pembuatan beras angkak sehingga dapat dihasilkan produk berkualitas baik untuk meningkatkan kesehatan masyarakat maupun meningkatkan pendapatan petani nasional. (kw)
Penulis :
Donny Nugroho
Jl. Telaga Warna Kav. 1 No. 1 Tlogomas, Malang
Twitter: https://twitter.com/donnug31
**Ingin berbagi informasi dari dan untuk kita di Citizen6? Caranya bisa dibaca di sini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4160798/original/079359000_1663319947-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360581/original/074488200_1790655511-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-29T111631.534.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360712/original/030827900_1790662146-cek_fakta_--_BLT_UMKM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261063/original/026293200_1781677316-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-17T130056.370.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/895431/original/038832900_1433737820-08062015-beras-angkak.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)