Deretan Hoaks Iringi Penyebaran Hantavirus, Simak Faktanya

Hantavirus membuat cemas masyarakat apalagi dengan maraknya hoaks, simak faktanya dalam artikel ini!

Diterbitkan 15 Mei 2026, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kabar maraknya lagi hantavirus membuat masyarakat cemas. Ironisnya hal ini tak lepas dari sejumlah hoaks yang mengiringinya.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, hantavirus bukanlah virus baru di Indonesia. Penyakit zoonosis yang ditularkan lewat tikus maupun celurut ini sudah terdeteksi di Tanah Air pada 1991.

Menurut Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kemenkes dokter Andi Saguni, hantavirus dengan tipe klinis Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) terdeteksi sejak tahun 1991 di Indonesia.

Lalu apa saja hoaks seputar hantavirus? Berikut beberapa di antaranya:

1. Moderna Merekayasa Wabah

Di media sosial beredar kabar yang menyebut hantavirus kembali marak karena sudah disiapkan vaksinnya oleh perusahaan farmasi asal AS, Moderna.

Para penyebar hoaks melampirkan bukti artikel pada tahun 2024 yang menunjukkan adanya kolaborasi antara Moderna dengan Universitas Korea untuk mengembangkan vaksin hantavirus.

Namun faktanya ini merupakan praktik standar industri bagi perusahaan farmasi seperti Moderna untuk mengerjakan vaksin untuk patogen seperti hantavirus, yang telah ada selama beberapa dekade.

"Fakta bahwa Moderna sedang mengerjakan vaksin hantavirus tahap awal mencerminkan kenyataan bahwa virus ini telah menjadi ancaman yang terkarakterisasi dengan baik selama beberapa dekade," kata Amesh Adalja, peneliti senior di Johns Hopkins Centre for Health Security dilansir Euronews.

2. Ivermectin Bisa Menjadi Obat Hantavirus

Beredar di media sosial klaim yang menyebut bahwa obat anti-parasit, Ivermectin bisa untuk menyembuhkan hantavirus.

Namun hal ini sudah dibantah oleh European Medicines Agency (EMA). Mereka menyebut tidak ada bukti ilmiah Ivermectin bisa menyembuhkan hantavirus atau virus corona. Hoaks serupa juga pernah muncul saat pandemi covid-19.

"EMA belum melihat bukti apa pun yang menunjukkan bahwa ivermectin, yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh parasit, efektif melawan hantavirus. Bahkan, saat ini tidak ada pengobatan resmi—antivirus atau vaksin—untuk hantavirus, dan penanganan klinis bergantung pada perawatan suportif dan akses awal ke fasilitas perawatan intensif."

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.