Waspada Modus Penipuan Link Website Palsu yang Mencatut BRI

Salah satu modus penipuan yang paling sering digunakan pelaku adalah penyebaran tautan (link) palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan.

Diterbitkan 02 April 2026, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Modus penipuan berupa website tiruan yang seolah-olah merupakan situs resmi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero)(BRI) sedang marak beredar, aksi kejahatan tersebut merupakan bagian dari phishing yang dapat mengelabui nasabah agar memasukkan data pribadi.

Direktur IT BRI Saladin D. Effendi meminta nasabah untuk selalu memeriksa kembali alamat situs (URL), dengan memastikan alamat resmi sebelum mengakses layanan digital guna menghindari ancaman phishing melalui website palsu.

“BRI mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada tautan yang mencurigakan. Pastikan selalu mengakses layanan melalui kanal resmi BRI dan tidak pernah membagikan data pribadi kepada pihak manapun,” dikutip dari Antara, Kamis (2/4/2026).

Saladin menjelaskan, salah satu modus yang paling sering digunakan pelaku adalah penyebaran link palsu melalui pesan singkat, email, maupun aplikasi percakapan.

Tautan tersebut biasanya menyerupai tampilan resmi dan bertujuan mencuri data sensitif seperti user ID, PIN, password, hingga kode OTP melalui teknik social engineering.

Sebagai langkah pencegahan, BRI mengajak masyarakat untuk hanya menggunakan dan mengakses layanan melalui kanal resmi perseroan, seperti website resmi BRI pada alamat https://bri.co.id serta internet banking BRI pada alamat https://ib.bri.co.id.

BRI menegaskan bahwa perseroan tidak pernah meminta data sensitif nasabah seperti PIN, password, maupun kode OTP melalui tautan ataupun pihak yang tidak resmi.

Selain itu, apabila nasabah menemukan indikasi tindakan social engineering atau aktivitas mencurigakan yang mengatasnamakan BRI, nasabah diimbau untuk segera menghubungi Contact Center BRI di 1500017 guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah sederhana, masyarakat diimbau untuk selalu menerapkan prinsip “Think Before Click”, yaitu memastikan keamanan tautan sebelum mengaksesnya serta melakukan verifikasi informasi melalui kanal resmi.

Melalui edukasi yang berkelanjutan, BRI berharap masyarakat semakin sadar dan tanggap terhadap berbagai modus kejahatan digital, sehingga dapat bersama-sama menciptakan ekosistem keuangan digital yang aman, nyaman, dan terpercaya.

Temuan Hoaks

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 8 Februari 2026.

Klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI berupa tulisan sebagai berikut.

"FESTIVAL BERHADIAH AWAL TAHUN 2026 BANK BRI 🎉

Khusus untuk seluruh nasabah Bank BRI yang sudah menggunakan aplikasi BRImo! Yuk buruan daftar dan ikuti undian berhadiah spesial untuk merayakan awal tahun 2026. Pendaftaran GRATIS lho! ✨

Beragam Hadiah Menarik Menanti Kamu:

- 10 Unit Mobil Alphard

- 10 Unit Mobil Fortuner

- 30 Unit Smartphone Promax15

- 25 Emas Batang & Logam Mulia

- 25 Paket Wisata Singapura

- 50 Paket Umroh Gratis

Jangan sampai ketinggalan kesempatan emas ini! Segera daftar dan jadilah salah satu pemenangnya! 🚗📱✨"

Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.

"https://retisdpo.vornsix-id.com/?fbclid=IwY2xjawP2WGpleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETF4azBaRXRoRDNOaTk4NFJac3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHi4m6UHJvMkG0EquVUOsSH62JQezRQf2rqNzCVb8cT-QT43LBPkNhmKjBnNT_aem_Gq3352yz0l3JxiAKMj6ZEw".

Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, berupa nama lengkap dan nomor handphone.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim link pendaftaran festival berhadiah awal 2026 untuk nasabah BRI tidak benar.

BRI pun mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap setiap email, WhatsAp, telepon, alamat web atau tautan dan akun yang mengatasnamakan BRI.