Hoaks Bencana Dikaitkan Erupsi Gunung Api, Simak Daftarnya

Penyebaran hoaks seputar erupsi gunung api seringkali memicu keresahan dan kepanikan. Kenali ragam hoaks yang beredar dan fakta sebenarnya.

Diterbitkan 04 Desember 2025, 07:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Penyebaran seputar erupsi gunung api telah menjadi tantangan serius, terutama di tengah situasi darurat. Hoaks semacam ini tidak hanya memicu kepanikan massal, tetapi juga dapat menghambat upaya penanganan bencana yang dilakukan oleh pihak berwenang. Masyarakat perlu memahami perbedaan antara informasi yang valid dan disinformasi yang beredar luas.

Fenomena ini kerap terjadi di Indonesia, ketika berbagai klaim palsu mengenai letusan gunung berapi seringkali viral di media sosial dan dikaitkan dengan bencana lain. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu memverifikasi setiap informasi yang diterima.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah mengungkap hoaks seputar erupsi gunung api, berikut daftarnya.

 

Video Banjir Sibolga Diiringi Erupsi Gunung Api

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 29 November 2025.

Klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga menampilkan air berwarna coklat permukaannya hampir setara atap rumah. Kemudian dalam video terdapat gunung yang mengepulkan asap dan api dibagian puncaknya.

Dalam video terdapat tulisan sebagai berikut.

"Ya Allah lindungilah mereka yang terjebak banjir"

Dalam video juga terdapat narasi sebagai berikut.

"Yaallah lumpurnya makin tinggi, astaga itu mobilnya kebawa, pegang kuat kuat buk pegang. Lihat gunungnya meletus-meletus, semua naik naik ke atas."

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Sibolga berduka"

Benarkah klaim video erupsi gunung di tengah banjir Sibolga? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Gunung Ciremai akan Meletus Usai Gempa di Kuningan

Kabar tentang Gunung Ciremai akan meletus usai gempa mengguncang Kuningan, Jawa Barat pada 26 Juli 2024 beredar di media sosial. Kabar tersebut disebarkan salah satu akun Facebook pada 26 Juli 2024.

Akun Facebook tersebut membagikan gambar tangkapan layar berisi pesan di WhatsApp yang menginformasikan bahwa akan terjadi letusan Gunung Ciremai usai gempa mengguncang Kuningan.

"Ceunah gunung ciremai teh udah waktunya meletus lagi. Tapi gabakal di kuningan, kena nya ke majaengka sama cirebon," demikian sebagian isi dari pesan tersebut.

"Sekedar berbagi informasi, waspada untuk wilayah Majalengka dan Cirebon. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT🤲🏻," tulis salah satu akun Facebook.

Konten yang disebarkan akun Facebook tersebut telah 69 kali dibagikan dan mendapat 21 komentar dari warganet.

Sebelumnya, gempa darat beruntun mengguncang wilayah Kabupaten Kuningan dalam beberapa hari belakangan ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa Kuningan sudah terjadi sebanyak 3 kali dengan kekuatan M3,6 (25 Juli 2024 pukul 04.01.58 WIB), M4,1 (25 Juli 2024 pukul 17.36.41 WIB), dan M3,9 (26 Juli 2024 pukul 10.49.45 WIB) dengan kedalaman sangat dangkal masing-masing 6 km, 5 km, dan kedalaman 8 km.

Benarkah Gunung Ciremai akan meletus usai gempa mengguncang Kuningan, Jawa Barat? Simak dalam artikel berikut ini...

Gempa Cianjur dan Sukabumi disebabkan Gunung Gede dan Pangrango

 Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 November 2022.

Unggahan klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango berupa foto landscape gunung.

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut.

"Gunung Gede pangrango ,akibatkan Gempa cianjur dan sukabumi"

Benarkah klaim gempa Cianjur disebabkan Gunung Gede dan Pangrango? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.