Hoaks Seputar Kasus Terorisme yang Pernah Beredar di Medsos, Simak Faktanya

Hoaks atau kabar bohong seputar kasus terorisme pernah beredar di media sosial.

Diterbitkan 19 November 2025, 21:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap ada 110 anak di bawah umur direkrut jaringan terorisme sepanjang 2025. Modusnya, memanfaatkan sosial media seperti Facebook (FB), Instagram (IG), hingga game online.

Di tengah informasi soal perekrutan anak-anak tersebut, hoaks mengenai terorisme juga pernah beredar di media sosial.

Berikut sejumlah hoaks seputar terorisme yang telah diverifikasi kebenarannya:  

1. Cek Fakta: Tidak Benar PKS Pesan ke Menag Jangan Ganggu Radikal dan Terorisme

Kabar tentang Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberi pesan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengganggu radikal dan terorisme beredar di media sosial.

Kabar tersebut disebarkan akun Facebook Gatot W. Sast pada 24 Juni 2021. Akun Facebook Gatot W. Sast mengunggah gambar tangkapan layar artikel berjudul "Pesan PKS ke Menag Baru: Jangan Ganggu Radikal dan Terorisme" yang dimuat situs viva.co.id pada 23 Desember 2020.

"@@@KOMAIRRA

#EDISI : WAJAH ASLI WAHABI

*** Monggo silahkan dinilai sendiri ... 🙏🙏🙏," tulis akun Facebook Gatot W. Sast.

Konten yang disebarkan akun Facebook Gatot W. Sast telah 17 kali dibagikan dan mendapat 111 komentar warganet.

Benarkah PKS memberi pesan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas agar jangan mengganggu radikal dan terorisme? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

 

Cek Fakta: Foto FBI Tangkap Bill Gates dengan Tuduhan Terorisme Sudah Direkayasa

Cek Fakta Liputan6.com menemukan sebuah foto tentang pendiri Microsoft, Bill Gates ditangkap FBI. Di dalam foto tersebut, dikatakan kalau Bill Gates dituduh sebagai teroris.

Tim menemukan dua akun yang mengunggah foto Bill Gates ditangkap oleh FBI. Mereka adalah Bojan Ciric dan Thankgod Ikedi. Keduanya memberikan narasi yang sama untuk foto unggahannya.

Begini narasinya:

"FBI Arrests Bill Gates For Biological Terrorism After Tip Off From Melbourne 5G Protestors"

Bila diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi:

"FBI Menangkap Bill Gates Karena Terorisme Biologis Setelah Memberi Tip Dari Melbourne 5G Protestor"

Lalu, benarkah FBI menangkap Bill Gates dengan tuduhan tersebut? Simak hasil penelusurannya berikut ini...

 

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.