6 Hoaks Sepekan, dari Manipulasi Judul Artikel sampai Bantuan

Cek Fakta Liputan6.com kembali merilis 6 hoaks yang beredar sepekan terakhir, mulai dari klaim Menkeu hingga link palsu. Kenali modus penipuan digital agar tidak menjadi korban informasi palsu.

Diterbitkan 22 September 2025, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Fenomena hoaks atau berita bohong terus menjadi tantangan serius di era digital, terutama dengan kecepatan penyebaran informasi melalui media sosial. Berbagai klaim menyesatkan disajikan dengan beragam kemasan untuk mengecoh masyarakat. Informasi palsu ini tidak hanya berpotensi menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran, tetapi juga dapat menyebabkan kerugian bagi individu yang tidak waspada.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk selalu kritis dan melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima. Cek Fakta Liputan6.com secara rutin mengungkap 6 hoaks yang beredar dalam sepekan. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat mengenali informasi yang tidak benar dan meningkatkan literasi digital.

Dalam sepekan terakhir, tim Cek Fakta Liputan6.com telah menelusuri sejumlah informasi viral dan mengungkap 6 hoaks populer yang patut diwaspadai. 

Hoaks-hoaks ini mencakup berbagai topik, mulai dari isu ekonomi nasional, bantuan sosial, hingga peristiwa internasional yang dimanipulasi, agar tidak menjadi korban karena terpengaruh hoaks tersebut, simak daftar berikut.

 

1. Artikel Menkeu Purbaya Minta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi

Beredar di media sosial postingan artikel Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi. Postingan ini diunggah salah satu akun Facebook pada 12 September 2025.

Dalam postingannya terdapat tangkapan layar artikel dari Gelora News pada tanggal 9 September 2025, berjudul:

"Menkeu Purbaya Meminta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi"

Akun tersebut menambahkan narasi:

"Lepas dari srilmulyani masuk Purbaya...

lepas dari mulit singa masuk mulut buaya..

Apes bgt jadi WNI...

punya Metri ko gini"

Sedangkan caption dari unggahan tersebut adalah sebagai berikut:

"Menkeu Purbaya Minta Rakyat Menyumbang Bila Ingin Ekonomi Maju Lagi 😲🤭😁🤣🤣🤣🤣🤣

#Fotoviral #fypfoto #sorotan #publik #viral"

Benarkah postingan artikel Menkeu Purbaya meminta rakyat menyumbang bila ingin ekonomi maju lagi? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

2. Link Pendaftaran Insentif Guru Non ASN

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran insentif guru non ASN, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 19 Agustus 2025.

Klaim link pendaftaran insentif guru non ASN berupa tulisan sebagai berikut.

"Kabar gembira untuk bapak/ibu guru non ASN, pemerintah melalui puslapdik atau pusat pelayanan pembiayaan pendidikan mengeluarkan bantuan insentif khusus untuk guru non ASN sebesar Rp 2,1 jutaUntuk cek aktivasi bisa melalui website yg terdaftar 👇

#KadoPresidenuntukGuru

#InsentifNonASN

#BSUPendidik

#AfirmasiKualifikasiS1D4

#PHTC

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah

#Sobatbelajar"

Unggahan tersebut disertai dengan menu daftar, jika diklik muncul link berikut.

"https://intensif.kkemendikdasmen.com/?fbclid=IwY2xjawM6E5VleHRuA2FlbQIxMQABHpl1pN1eEt-G3xOpjquiCyAoB--UsWehO8xozADqdb2Fe_9laxS9VpDYsRF3_aem_x0CZvJrR0-hUl1k-M7KIEw"

Link tersebut mengarah pada halaman situs dengan menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas seperti nama dan nomor Telegram .

Benarkah klaim link pendaftaran insentif guru non ASN? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

3. Link Whatsapp Pendaftaran CPNS 2025

Beredar postingan di media sosial klaim link Whatsapp pendaftaran CPNS 2025. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 15 September 2025.

Unggahan tersebut tertulis:

"Pendaftaran CPNS 2025 telah di buka

Berminat daftar silahkan klik wassap di bawah"

Narasi dalam unggahan tersebut sebagai berikut:

"PENDAFTARAN CPNS DAN FORMASI

DIBUKA PENERIMAAN DAN PENDAFTARAN CPNS TAHUN 2025

PENEMPATAN DI SELURUH INDONESIA

LOWONGAN INI TERBUKA UNTUK UMUM"

Ketika link Whatsapp pendaftaran CPNS dibuka, akan mengarah pada halaman Whatsapp yang meminta untuk melanjutkan chat.

Benarkah klaim link Whatsapp pendaftaran CPNS 2025? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

Hoaks Berikutnya

4. Link Pendaftaran Bantuan Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 13 September 2025.

Klaim link pendaftaran bantuan tunai untuk pedagang kaki lima dan warung berupa tulisan sebagai berikut.

"BLT UMKM 2025 Segera Cair Tanpa Perlu DaftarPemerintah melalui kementerian koperasidan UMKM (kemenkopUKM) telah memastikan bahwa bantuan langsung tunai BLT UMKM tahun 2025 akan segera cair, Kabar baiknya, para pelaku UMKM tidak perlu mendaftar apa pun untuk mendapatkan BLT UMKM 2025 ...

Pemerintah berharap BLT UMKM dapat memberikan dampak positif bagi pelaku UMKMYaitu...

Membantu pelaku UMKM untuk bertahan di

1 tengah tantangan ekonomi.

2 Meningkatkan daya beli masyarakat

3 Meningkatkan konsumsi masyarakat

4 Meningkatkan pertumbuhan ekonomi. BLT UMKM 2025 merupakan program pemerintah yang sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM.. Program ini di harapkan dapat membantu pelaku UMKM untuk bertahan dan tumbuh di tengah tantangan ekonomi...

Setiap penerima BLT UMKM akan mendapatkan Bantuan Rp 7,500,000,00 Pencairan BLT UMKM akan dilakukan secara langsung oleh bank penyalur yaitu..

Bank Rakyat Indonesia. ( BRI ) Berikut adalah Syarat dan cara mendapatkan BLT UMKM 2025 . . .

Merupakan warga negara Indonesia

Memiliki kartu Tanda penduduk

Memiliki usaha mikro

Poto usaha yang di buktikan

segera laporkan usaha Anda ...!!!

melalui.... kepala bagian pelayanan data dan informasi BLT UMKM 2025 A/n .Agung Pramono M, keu.. . .. . .. . .."

Selain itu terdapat poster digital berupa tulisan "BANTUAN Tunai untuk Pedagang Kaki Lima dan Warung"

Unggahan tersebut disertai menu daftar, jika diklik mengarah pada link berikut.

"https://ayodaftar5.3poil.com/?fbclid=IwY2xjawM4NERleHRuA2FlbQIxMQBicmlkETFsNUtJWjA0S3F6VzZiMVpxAR73J5E4WCh8F2hdoVxMjxG3TSBTx9OuXbfkG9UaYqJBGXw5KamXE0k1EKeq1w_aem_pLiq1FEN7IUrOcyB3chOaA"

Kemudian muncul halaman situs yang menampilkan formulir digital yang meminta sejumlah identitas seperti nama dan nomor Telegram aktif.

Benarkah klaim link pendaftaran bantuan pedagang kaki lima dan warung? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

5. Artikel Nadiem Makarim Sebut Ia Menjadi Tersangka karena Ulah Jokowi dan Luhut

Beredar di media sosial postingan artikel Nadiem Makarim menyebut ia menjadi tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan. Postingan itu beredar sejak tengah pekan ini.

Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 16 September 2025.

Dalam postingannya terdapat cuplikan layar artikel berjudul:

"Nadim Makarim Saya Tersangka ini ulah Jokowi Dan Luhut Mereka Berdua Banyak Menerima Uang ada sekitar 4,5 Triliun Dari Saya"

Akun itu menambahkan narasi:

"Bangkai di tutup akan tercium juga"

Lalu benarkah postingan artikel Nadiem Makarim menyebut ia menjadi tersangka karena ulah Jokowi dan Luhut Binsar Pandjaitan? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.....

 

6. Prabowo Bicara Kepala Desa Dihapus di Indonesia

Beredar postingan klaim Presiden Prabowo Subianto bicara kepala desa dihapus di Indonesia. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook pada 12 September 2025.

Klaim berupa tulisan sebagai berikut:

"Ada benarnya juga sih

BELUM SELESAI MASALAH DPR DATANG LAGI MASALAH BESAR., PRABOWO BERBICARA KEPALA DESA DIHAPUS DI NEGARA INDONESIA

Prabowo" Simpel saja setujukah rakyat jika kades dihapus di negara Indonesia.

KADES ITU 91% TIDAK ADA GUNANYA DI INDONESIA BANYAK OKNUM OKNUM KADES YANG JADI KORUPTOR

Dana bansos dana desa PKH bantuan beras semua dikorupsi kepala desa"

Sementara caption dalam postingan sebagai berikut:

"Gimana Menurut Kalian..??

#viral #fypfoto"

Benarkah klaim Prabowo Subianto bicara kepala desa dihapus di Indonesia? Simak dalam artikel berikut ini...

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.