Pasar Taman Puring Terbakar, Ini Tips Mencegah Kebakaran Serupa

Kebakaran hebat yang melanda Pasar Taman Puring di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menghanguskan ratusan kios.

Diterbitkan 30 Juli 2025, 17:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pasar Taman Puring yang berlokasi di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilanda kebakaran hebat pada Senin, 28 Juli 2025. Insiden ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 18.00 WIB.

Dugaan awal penyebab kebakaran di Pasar Taman Puring ini adalah "fenomena kelistrikan" atau korsleting listrik.

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan serta para pedagang setempat menunjuk korsleting pada salah satu kios sebagai pemicu utama. Peristiwa ini bukan yang pertama kali menimpa pasar legendaris tersebut, mengingat pernah terjadi kebakaran besar pada tahun 2002.

Musibah ini menimbulkan kerugian materiil yang sangat besar, dengan taksiran mencapai puluhan miliar rupiah. Upaya pemadaman api melibatkan puluhan unit mobil pemadam kebakaran dan ratusan personel, menunjukkan skala darurat yang dihadapi.

Meskipun demikian, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden kebakaran ini, baik dari warga maupun petugas pemadam kebakaran.

Kebakaran di Pasar Taman Puring menghanguskan hampir seluruh kios, dengan estimasi sekitar 500 hingga 724 kios yang terdampak. Kios-kios yang terbakar sebagian besar menjual berbagai jenis barang, mulai dari sepatu, elektronik, pakaian, parfum, hingga aksesori.

Luas area yang dilalap api diperkirakan mencapai 1.500 hingga 2.000 meter persegi, dengan taksiran kerugian mencapai angka Rp30 miliar.

Tips Mencegah Kebakaran Serupa

Pencegahan kebakaran adalah langkah penting untuk menghindari kerugian besar dan potensi korban jiwa, seperti yang terjadi di Pasar Taman Puring. Salah satu fokus utama adalah keamanan listrik.

Penting untuk selalu bijak dalam penggunaan alat-alat listrik, memastikan instalasi diperiksa berkala oleh teknisi berlisensi, dan menghindari penggunaan steker bertumpuk yang dapat menyebabkan korsleting listrik.

Cabut peralatan elektronik jika tidak digunakan dan jangan memakai perangkat yang rusak.

Selain keamanan listrik, keamanan dapur juga krusial. Jangan pernah meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan dan pastikan semua peralatan memasak dimatikan setelah digunakan.

Jauhkan bahan mudah terbakar dari area memasak dan segera tangani bau gas bocor dengan mencabut regulator serta membuka semua ventilasi tanpa menyalakan listrik. Penyimpanan bahan mudah terbakar seperti bensin atau gas elpiji harus di tempat yang aman, berventilasi baik, dan jauh dari sumber api.

Kebiasaan merokok juga perlu diperhatikan; hindari merokok di dalam rumah atau dekat benda mudah terbakar, dan jangan membuang puntung rokok sembarangan.

Pembakaran sampah di area terbuka harus dihindari, terutama saat angin kencang, untuk mencegah api meluas.

Terakhir, kesiapsiagaan adalah kunci. Sediakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tempat yang mudah dijangkau, pelajari cara menggunakannya, dan pertimbangkan untuk memasang alat pendeteksi asap.

Edukasi dan latihan evakuasi rutin bagi penghuni juga sangat penting untuk memastikan semua orang tahu cara bertindak saat terjadi kebakaran.