Liputan6.com, Jakarta - Organisasi antar pemerintah BRICS kini beranggotakan sepuluh negara setelah Indonesia resmi bergabung pada Januari 2025. BRICS, yang awalnya terdiri dari Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok, dibentuk pada tahun 2009 dengan tujuan memperkuat kerja sama ekonomi dan geopolitik. Kehadiran Indonesia diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi dinamika organisasi ini.
Bergabungnya Indonesia sebagai anggota penuh BRICS menandai babak baru dalam keterlibatan negara ini di kancah internasional. Langkah ini diharapkan dapat membuka pintu bagi peluang ekonomi yang lebih luas, sekaligus meningkatkan pengaruh geopolitik Indonesia di forum global.
Keputusan Indonesia untuk bergabung dengan BRICS didasari oleh keyakinan bahwa organisasi ini dapat menjadi platform strategis untuk mencapai kepentingan nasional. BRICS menawarkan alternatif dalam kerja sama ekonomi dan pembangunan, serta memberikan suara yang lebih kuat bagi negara-negara berkembang dalam tata kelola global.
Advertisement
Tujuan Utama BRICS: Penguatan Ekonomi dan Pengaruh Global
BRICS memiliki sejumlah tujuan utama yang menjadi landasan kerja sama antar anggotanya. Salah satu fokus utama adalah penguatan kerja sama ekonomi melalui peningkatan perdagangan dan investasi. BRICS juga berupaya mengurangi ketergantungan pada mata uang dolar AS dan mengembangkan sistem keuangan alternatif, seperti melalui New Development Bank (NDB).
Selain aspek ekonomi, BRICS juga memiliki ambisi untuk meningkatkan pengaruh geopolitik negara-negara berkembang di dunia internasional. Organisasi ini berupaya menyeimbangkan dominasi negara-negara maju di Barat dan memberikan suara yang lebih representatif bagi negara-negara berkembang dalam forum-forum global.
Pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat juga menjadi prioritas BRICS. Organisasi ini berkomitmen untuk mempromosikan pembangunan yang inklusif, mengurangi kemiskinan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di negara-negara anggotanya.
Advertisement
Sejarah dan Perkembangan BRICS: Dari Gagasan Hingga Ekspansi Keanggotaan
Gagasan BRICS dirumuskan oleh Kepala Ekonom di Goldman Sachs, Jim O'Neill, dalam sebuah studi tahun 2001 berjudul "Membangun BRIC Ekonomi Global yang Lebih Baik". BRICS menjadi kategori analitis dalam lingkaran ekonomi, keuangan, bisnis, akademis, dan media.
BRICS menjadi kategori analitis dalam lingkaran ekonomi, keuangan, bisnis, akademis, dan media. Pada tahun 2006, konsep itu sendiri memunculkan pengelompokan tersebut, yang dimasukkan ke dalam kebijakan luar negeri Brasil, Rusia, India, dan Cina.
Pertemuan tingkat menteri pertama BRIC diadakan pada tahun 2006, diikuti dengan KTT pemimpin pertama pada tahun 2009. Pada tahun 2010, Afrika Selatan bergabung dengan organisasi ini, mengubah namanya menjadi BRICS. Sejak saat itu, BRICS terus berkembang dan memperluas pengaruhnya di berbagai bidang.
Keanggotaan BRICS kini terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, Iran, dan Indonesia. Dengan keanggotaan ini, BRICS kini merepresentasikan 50 persen populasi dunia dan mencakup 35 persen dari Produk Domestik Bruto (GDP) global.
Hal ini menunjukkan bahwa BRICS semakin relevan dan menarik bagi negara-negara berkembang yang ingin terlibat dalam kerja sama yang lebih inklusif dan berimbang.
Alasan Indonesia Bergabung BRICS
Keikutsertaan Indonesia dalam forum BRICS merupakan hasil dari inisiasi langsung Prabowo di tahun pertamanya menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Tak berlangsung lama, Indonesia pun resmi menjadi anggota ke-11 BRICS pada Januari 2025.
"Presiden Prabowo optimistis dengan keikutsertaan Indonesia dalam BRICS akan memperkuat posisi Indonesia di kancah global, serta menekankan pentingnya kerja sama antarnegara melalui forum seperti BRICS untuk mendukung stabilitas dan kemakmuran dunia," kata Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Senin (7/7/2025).
Lebih lanjut, Teddy juga mengatakan bahwa prinsip yang menjadi pijakan Prabowo dalam membangun hubungan internasional kembali ditegaskan dalam forum ini, yakni pentingnya memperluas jejaring persahabatan dan kerja sama strategis antarbangsa. Hal ini untuk mendukung perdamaian dan kemakmuran global.
"Bergabungnya Indonesia dalam keanggotaan BRICS ini merupakan perwujudan prinsip yang selalu dipegang oleh Kepala Negara bahwa seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak," jelas Teddy.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5550896/original/089873500_1775711382-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-04-09T120454.556.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5411187/original/066520500_1763004762-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2025-11-13T103028.882.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4866719/original/017032400_1718697583-Pajak1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5497481/original/095565600_1770631238-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T163415.626.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5274881/original/019016700_1751821477-WhatsApp_Image_2025-07-06_at_23.55.49.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412168/original/032906400_1479724398-Indonesia.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8338665/original/048602300_1782210505-Stale_Solbakken.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288624/original/094450800_1783327932-000_B9C996W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293466/original/077963300_1783718956-063_2285564351.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110984/original/061131000_1783049682-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293456/original/054507100_1783717417-000_B9W36UY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293465/original/017817900_1783718956-063_2285562554.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293455/original/048931800_1783717383-000_B9W36VN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9110960/original/024723100_1783047145-sp7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289078/original/032461700_1783391107-bel11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9291435/original/001786200_1783562166-argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292928/original/060228900_1783664721-1_Menperin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7903638/original/073021500_1780733997-20260605BL_Timnas_Indonesia_Vs_Oman_FIFA_Matchday_2026_34.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2536729/original/051400000_1544924130-151218-BI-Raih-Penghargaan_v.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293161/original/022253800_1783676348-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293139/original/094729500_1783674942-Arca.jpg.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4184328/original/008141600_1665137969-20221007_150230.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5545141/original/073207500_1775126510-sebastian-bednarek-NuAamGgwymw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4610203/original/017408000_1697238561-WhatsApp_Image_2023-10-13_at_22.20.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292613/original/004119800_1783632301-20260709_132808.jpg)