Sukses

Literasi Baca Jadi Faktor Penting Kemajuan Bangsa

Liputan6.com, Jakarta - Deputi Pengembangan Standar Sumber Daya Perpustakaan Nasional RI, Deni Kurniadi menjelaskan bahwa literasi baca menjadi elemen nasional yang penting dihadirkan dan diterapkan untuk memajukan bangsa kita. Namun, sumber daya atau bahan bacaan belum sampai hingga pelosok Indonesia.

"Sebenarnya, minat baca masyarakat Indonesia ini tidak rendah, rendahnya ini disebabkan oleh sumber-sumber bahan baca yang tidak merata di seluruh tanah air," ujar Deni Kurniadi yang menghadiri Talkshow Publik Liputan6.com "Meniti Jalan Literasi Untuk SDM Unggul Indonesia Maju", Selasa (7/12/2021).

"Jadi, permasalahannya adalah bahan bacaan yang belum merata dan sangat kurang. Peran Pemerintah dan Pemerintah Daerah adalah memastikan bahwa sumber bahan bacaan yang dapat sampai ke seluruh tanah air. Baik buku-buku yang tercetak atau buku-buku yang digital," katanya menambahkan.

Itu sebabnya ia menjelaskan Perpustakaan Nasional akan terus menghadirkan berbagai program yang mendukung peningkatan literasi di Indonesia.

Program ini meliputi, diseminasi informasi yang akan dikirimkan ke seluruh masyarakat dan perpustakaan di Indonesia, adanya bimbingan bagi pemustaka, news-letter perpustakaan, hingga promosi buku digital IPUSNAS yang merupakan perpustakaan digital bergerak.

Di sisi lain, Syaiful Huda, Ketua Komisi X DPR RI menjelaskan ada tiga pilar yang bisa meningkatkan literasi baca.

"Peran keluarga, peran sekolah, dan peran komunitas atau masyarakat menjadi sangat penting. Kita tidak bisa menumbuhkan proses literasi pada anak kalau tidak didukung oleh keluarga, komunitasnya, dan sekolah tidak menjadi bagian dari menumbuhkan semangat mereka. Jadi tiga pilar ini menjadi sangat penting bagi ke depannya," ujar Syaiful Huda.

(Penulis: Azarine Jovita Halim)

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

2 dari 2 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silakan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.