Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar Hasil Tes pada Kemasan Alat PCR dalam Video Ini untuk Mencari Target Pasien Covid-19

Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video hasil tes pada kemasan alat PCR untuk mencari target Covid-19. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 22 November 2021.

klaim video hasil tes pada kemasan alat tes PCR untuk mencari target Covid-19, menampilkan seorang yang mengeluarkan dua kemasan benda dari kotak putih bertuliskan "RAPID TEST DEVICE".

Pada kedua kemasan tersebut juga terdapat tulisan "COVID-19 Ag RAPID TEST DEVICE", satu kemasan terdapat tulisan "Negatif Control" dan satu kemasan berikutnya bertuliskan "Posifi Control".

Video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"Kalau yang di test PCR kemudian hasilnya positif,bukan berarti antum terpapar virus!Tetapi kalian sudah di target untuk jadi sasaran mereka!

Alat test yang sudah disediakan positive & negative‼️"

Benarkah klaim video hasil tes pada kemasan alat tes PCR untuk mencari target Covid-19? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim video hasil tes pada kemasan alat tes PCR untuk mencari target Covid-19, dengan menggunakan Google Image.

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video hasil PCR sudah ditentukan sebelum tes dilakukan

Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Fact Check: Don’t trust this hoax video, rapid antigen tests are not pre-decided" yang dimuat situs indiatoday.in, pada 1 Juni 2021. Artikel tersebut memuat video yang identuik dengan klaim.

Artikel situs indiatoday.in menyebutkan, melalui literatur produk dari banyak alat uji antigen cepat, swab kontrol positif dan negatif hanya untuk pelatihan dan pengujian fungsi alat. Tidak digunakan untuk pengujian sampel yang sebenarnya.

Literatur produk dengan jelas menyebutkan bahwa tujuan dari swab kontrol positif dan negatif adalah untuk memastikan reagen bekerja dengan baik sehingga hasil tes dapat diandalkan. Kit pengujian bekerja berdasarkan reaksi kimia dan ada kemungkinan bahwa jika kit tidak disimpan dengan benar selama transportasi, reagen di dalamnya dapat mengalami perubahan kimia.

 

Penelusuran juga mengarah pada artikel berjudul "Fact check: A positive control helps to diagnose faults in COVID-19 tests" yang dimuat situs reuters.com, pada 4 Maret 2021.

Situs  reuters.com menyebutkan, swab kontrol ini banyak digunakan untuk tes lain, termasuk tes PCR, produk khusus yang ditampilkan di pos adalah Alat Tes Cepat Panbio™ Covid-19 Ag, tes antigen.

Literatur produk untuk perangkat ini (di sini) mengatakan “Kontrol secara khusus diformulasikan dan dibuat untuk memastikan kinerja Panbio™ COVID-19 Ag Rapid Test Device dan digunakan untuk memverifikasi kemampuan pengguna dalam melakukan pengujian dan menginterpretasikan hasilnya dengan benar. Praktek laboratorium yang baik menyarankan penggunaan kontrol positif dan negatif untuk memastikan bahwa Reagen uji berfungsi, dan Pengujian dilakukan dengan benar."

Literatur juga mengatakan bahwa kontrol ini harus digunakan ketika operator baru mulai menguji spesimen, dengan setiap pengiriman tes dan pada "interval berkala" yang ditentukan oleh undang-undang dan pedoman yang berlaku.

Tes tidak dimuat untuk memberikan hasil. Penyeka digunakan untuk memastikan bahwa tes sampel bekerja dengan benar.

Sumber:

https://www.indiatoday.in/fact-check/story/fact-check-don-t-trust-this-hoax-video-rapid-antigen-tests-are-not-pre-decided-1809699-2021-06-01

https://www.reuters.com/article/uk-factcheck-antigen-control-idUSKCN2AV2KR

 

3 dari 4 halaman

Hasil Penelusuran

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video hasil tes pada kemasan alat tes PCR untuk mencari target Covid-19 tidak benar.

Swab kontrol positif dan negatif hanya untuk pelatihan dan pengujian fungsi alat. Tidak digunakan untuk pengujian sampel yang sebenarnya.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.