Simak Daftar Menteri yang Dijadikan Bahan Hoaks, dari Luhut sampai Yaqut

Berikut daftar menteri terbaru yang dijadikan bahan hoaks

Diterbitkan 13 Agustus 2021, 07:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Hoaks bisa menyerang segala kalangan, salah satu yang kerap dijadikan bahan informasi palsu tersebut adalah pejabat negara setingkat menteri.

Cek Fakta Liputan6.com pun telah menelusuri sejumlah informasi terkait menteri dalam negeri, hasilnya sebagian informasi tersebut terbukti hoaks.

Berikut daftar menteri terbaru yang dijadikan bahan hoaks:

1. Video Menkes Mengungkap Barcode pada Vaksin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim video Menteri Kesehatan Budi Guniadi Sadikin mengungkap barcode pada vaksin. Klaim tersebut diunggah akun Facebook Ita Muraya, pada 2 Agustis 2021.

Unggahan klaim video Menteri Kesehatan Budi Guniadi Sadikin mengungkap barcode pada vaksin, berupa video yang menayangkan Budi Guniadi Sadikin sedang berbicara.

Berikut transkrip pembicaraan Budi Guniadi Sadikin dalam video tersebut:

"Di setiap titik di setiap lokasi di mana interaksi manusia tinggi akan terjadi itu akan membantu kita menerapkan protokol kesehatan dengan baik, yang saya harapkan nantinya aplikasi peduli lindungi ini yang juga dipakai sebagai dasar aplikasi vaksinasi bisa mendeteksi.

Kalau saya Budi Sadikin datang ke restoran Xi Jin di misalnya di Denpasar kita tap barcodenya nanti restoran itu akan tau oh Budi Sadikin ini sudah divaksin, kalau Budi Divaksin sudah divaksin dengan keluarganya dia satu meja boleh berempat dan boleh bukan masker semua, jadi nanti langsung diarahkan ke satu meja boleh buka masker satu meja berempat.

Kalau datang misalnya ada orang lain namanya si Tomi datang ke Xi Jin Denpasar dia scan ternayta bilang bahwa orang ini belum divaksin, maka dia diarahkan ke satu meja di mana berbeda dengan meja lain lebih terisolasi dia tetap pakai masker kecual saat makan, dengan demikian kita bisa atur protokol"

Unggahan video tersebut diberi keterangan sebagai berikut:

"JADI BENER YAA ADA MICRO CHIP NYA....?? 😬

MULAI TERBUKA SEMUA, KEMANA-MANA CUKUP BARCODE VAKSIN 😔😔😔https://t.co/FPbVFk09ZW"

Benarkah klaim video Menteri Kesehatan Budi Guniadi Sadikin mengungkap barcode pada vaksin? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim video Menteri Kesehatan Budi Guniadi Sadikin mengungkap barcode pada vaksin tidak benar.

Barcode yang dimaksud dalam video tersebut adalah barcode pada aplikasi Peduli Lindung yang diluncurkan Kementerian Kesehatan bukan pada vaksin.

 

2. Foto Presiden Jokowi dan Menko Luhut Dikejar Massa Ini Editan

Cek Fakta Liputan6.com mendapati foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Padjaitan dikejar massa.

Foto tersebut diunggah akun Facebook Anto Kamplengback, pada 22 Juli 2021. Foto yang diunggah menampilkan Presiden Jokowi dan Menko Luhut terlihat sedag berlari yang dibelakangnya terdapat sejumlah orang yang mengejarnya.

Benarkah foto Presiden Jokowi dan Menko Luhut dikejar massa? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, foto Presiden Jokowi dan Menko Luhut dikejar massa tidak benar.

Dalam foto aslinya, tidak terdapat Presiden Jokowi dan Menko Luhut, foto tersebut hasil editan.

 

3. Menko Luhut Perintahkan Semua Masjid Disegel

Kabar tentang Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memerintahkan menyegel semua masjid beredar di media sosial. Kabar tersebut diunggah oleh akun Facebook Politik indonesia pada 31 Juli 2021.

Akun Facebook Politik indonesia mengunggah sebuah video berdurasi 11 menit 23 detik. Video tersebut berisi ceramah dari ustaz Abdul Somad terkait penutupan masjid untuk mencegah virus corona Covid-19.

Akun Facebook Politik indonesia kemudian mengaitkan video tersebut dengan sikap Luhut yang memerintahkan menyegel semua masjid.

"VIRAL HARI INIBI*D*B !! LUHUTPERINTAHKAN SEMUA MASJID WAJIB DSEGEL! LUHUT PKI ~ NEWS

Sumber : poros tengah," tulis akun Facebook Politik indonesia.

Benarkah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyegel semua masjid? Berikut penelusurannya.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, kabar tentang Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi memerintahkan menyegel semua masjid ternyata tidak benar. Tidak ada informasi valid mengeni kabar tersebut. Ketika PPKM Darurat diberlakukan Juli 2021, Luhut memang menyebut bahwa tempat ibadah ditutup sementara, bukan disegel.

 

4. Menteri Agama Izinkan Sholat Idul Adha Berjemaah di Wilayah PPKM Darurat

Beredar di media sosial posting-an terkait Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengizinkan sholat Idul Adha 1442 H berjamaan di wilayah PPKM Darurat. Posting-an itu ramai dibagikan sejak pekan lalu.

Salah satu akun yang mem-posting-nya bernama Wahyu Diono. Dia mengunggahnya di Facebook pada 14 Juli 2021.

Dalam posting-annya terdapat cuplikan layar berita dari okezone.com berjudul:

"Breaking News

Pemerintah Resmi IZINKAN Sholat Idul Adha 1442 H Berjama'ah di Wilayah PPKM Darurat (Jangan Takut Covid-19!)"

Selain itu ia menambahkan narasi: "PPKM darurat hanya mempersulit keadaan bukan merupakan penyelesaian masalah malah memperburuk keadaaan dari idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya serta pertahanan dan keamanan menjadi ancaman tantangan hambatan dan gangguan di negara Republik ini. Ini adalah keputusan yg tepat untuk berdoa berjamaah agar pandemi covid 19 Terima kasih pemerintah melalui menteri agama"

Lalu benarkah posting-an yang menyebut Menteri Agama mengizinkan sholat Idul Adha 1442 H di wilayah PPKM Darurat? Simak penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.

Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, postingan yang menyebut Menteri Agama mengizinkan sholat Idul Adha 1442 H di wilayah PPKM Darurat adalah hoaks.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.

Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi patner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670 atau klik tautan berikut ini.