Sukses

Deretan Hoaks Terkait Pfizer, Salah Satu Produsen Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta - Pfizer menjadi salah satu perusahaan farmasi yang membuat vaksin covid-19. Namun sejak proses pembuatan hingga sekarang, hoaks terus menyerang perusahaan tersebut.

Hoaks ini tersebar melalui media sosial dan aplikasi percakapan. Tentu hal ini sangat berbahaya di tengah program vaksinasi covid-19 di seluruh dunia.

Yang terbaru adalah hoaks terkait vaksin covid-19 yang disebut dimasukkan chip Microsoft untuk mengurangi gejala. Baca selengkapnya di link berikut ini...

Lalu apa saja hoaks terkait Pfizer lainnya? Berikut beberapa di antaranya:

1. Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Covid-19 Pfizer Dijual Online di Malaysia

Cek Fakta Liputan6.com mendapati informasi vaksin Covid-19 Pfizer dijual lewat sentra dagang online di Malaysia. Informasi tersebut beredar lewat aplikasi percakapan WhatsApp.

Informasi vaksin Covid-19 Pfizer dijual lewat sentra dagang online di Malaysia berupa tangkapan layar halaman sentra dagang online yang menampilkan empat buah botol bertuliskan "COVID-19Coronavirus Vaccine" dengan latar belakang biru bertuliskan "Pfizer", dalam tangkapan layar tersebut juga terdapat tulisan "(Malaysia PFIZER Covid 19 Vaccine" dan harga RM 63.88.

Benarkah vaksin Covid-19 Pfizer dijual online di Malaysia? Simak dalam artikel berikut ini...

#IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

Hoaks Lainnya

2. Cek Fakta: Tidak Benar Klaim Ada Hubungan Laboratorium Wuhan dengan Pfizer

Beredar di media sosial postingan soal covid-19. Kali ini mengaitkan antara Laboratorium Biologi Wuhan dengan perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer.

Postingan ini ramai dibagikan sejak awal Desember lalu. Salah satu akun yang mengunggahnya di Facebook bernama Tom Warren pada 30 Desember lalu.

Berikut isi postingannya:

Talk about your deep state!Where’s my fact checkers!?!The Chinese biological laboratory in Wuhan is owned by Glaxosmithkline who (❗️by coincidence) owns Pfizer! (the one who produces the vaccine for the virus that (❗️by coincidence) started in a US laboratory prior to the Obama/Biden administration having it moved the biological laboratory in Wuhan, which (❗️by coincidence) was funded by Dr. Fauci who is (❗️by coincidence) promoting the vaccine!)GlaxoSmithKline (❗️by coincidence) is managed by Black Rock finances who (❗️by coincidence) manages the finances of the Open Foundation Company (Soros Foundation) which (❗️by coincidence) serves the French AXA!‼️By coincidence Soros owns the German company Winterthur which (❗️by coincidence) built the Chinese laboratory in Wuhan and was bought by the German Allianz which (❗️by coincidence) has Vanguard as a shareholder which (❗️by coincidence) is a shareholder of Black Rock, which (❗️by coincidence) controls the central banks and manages about one third of the global investment capital.Black Rock (❗️by coincidence) is also a major shareholder of MICROSOFT, the property of Bill Gates, who (❗️by coincidence) is a shareholder of Pfizer (selling the miracle Vaccine) and (❗️by coincidence) is currently the first sponsor of WHO 🥺..Please fact check..

atau dalam Bahasa Indonesia

Bicarakan tentang keadaan Anda yang dalam!Di mana pemeriksa fakta saya!?!Laboratorium biologi Cina di Wuhan dimiliki oleh Glaxosmithkline yang (❗️ secara kebetulan) memiliki Pfizer! (orang yang menghasilkan vaksin untuk virus yang (❗️ secara kebetulan) dimulai di laboratorium AS sebelum pemerintahan Obama / Biden memindahkan laboratorium biologi di Wuhan, yang (❗️ secara kebetulan) didanai oleh Dr. Fauci yang adalah (❗️ secara kebetulan) mempromosikan vaksin!)GlaxoSmithKline (❗️ secara kebetulan) dikelola oleh keuangan Black Rock yang (❗️ secara kebetulan) mengelola keuangan Open Foundation Company (Soros Foundation) yang (❗️ secara kebetulan) melayani AXA Prancis!‼ ️Kebetulan Soros memiliki perusahaan Jerman Winterthur yang (❗️ secara kebetulan) membangun laboratorium Cina di Wuhan dan dibeli oleh Allianz Jerman yang (❗️ secara kebetulan) memiliki Vanguard sebagai pemegang saham yang (❗️ secara kebetulan) adalah pemegang saham Black Rock, yang (❗️ secara kebetulan) mengontrol bank sentral dan mengelola sekitar sepertiga dari modal investasi global.Black Rock (❗️ secara kebetulan) juga merupakan pemegang saham utama MICROSOFT, properti Bill Gates, yang (❗️ secara kebetulan) adalah pemegang saham Pfizer (menjual vaksin ajaib) dan (❗️ secara kebetulan) saat ini menjadi sponsor pertama dari WHO 🥺..Harap periksa fakta ..

Lalu benarkah klaim-klaim Laboratorium Biologi di Wuhan dengan Pfizer? Simak dalam artikel berikut ini..

3 dari 5 halaman

Hoaks Selanjutnya

3. Cek Fakta: Tidak Benar Penerima Vaksin Perdana Covid-19 dari Pfizer Meninggal Dunia

Kabar tentang penerima vaksin Covid-19 perdana dari Pfizer meninggal dunia beredar di media sosial. Kabar ini disebarkan akun Facebook Tra pada 7 Januari 2020.

Akun Facebook Tra mengunggah artikel berjudul "Innalilahi, Penerima Vaksin Perdana Meninggal Dunia Usai Disuntik Pfizer" yang dimuat situs kapanviral.com.

"Innalilahi, Penerima vaksin perdana kini telah meninggal dunia," tulis akun Facebook Tra.

Konten yang disebarkan akun Facebook Tra telah 251 kali dibagikan dan mendapat 157 komentar warganet.

Benarkah kabar tentang penerima vaksin Covid-19 perdana dari Pfizer meninggal dunia? Simak dalam artikel berikut ini...

4 dari 5 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

5 dari 5 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: