Sukses

Cek Fakta: Tidak Benar 5 Dokter Meninggal Dunia karena Covid-19 pada 18 November 2020

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang lima dokter meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 pada 18 November 2020 beredar di media sosial. Kabar ini tersebar lewat pesan berantai di aplikasi percakapan WhatsApp pada 18 November 2020.

Beriktu isinya:

*Breaking News*

Indonesia *berduka*

Telah berpulang :

1. Dr.Ananto Prasetya Hadi(Ka Humas RSCM).

2. Dr. Fuad Mahfuzd, Sp. THT.

3. Kol Ckm Dr. Sjahruddin, Sp. THT-KL .

4. Dr.Oki Alfian bin H.Alamsyah.

5. Dr.Dharma Widya ( Direktur RSUD Aceh Timur )

Dalam waktu 24 jam, Indonesia kehilangan 5 Dokter karena COVID-19.

Sungguh kehilangan besar bagi bangsa Indonesia.

Kementerian Kesehatan memperkirakan, akan terjadi *ledakan yg sangat luar biasa*.

*AGAR DIPERHATIKAN*PAKAI MASKER, JAGA JARAK, JAUHI KERUMUNAN, LEBIH BAIK DIRUMAH.

Semoga kita semua tetap sehat walafiat. Amin.

Benarkah lima dokter meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 pada 18 November 2020? Berikut penelusurannya.

 

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri pesan berantai berisi lima dokter meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 pada 18 November 2020.

Penelusuran dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "lima dokter meninggal dunia covid-19".

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai meninggalnya lima dokter akibat Covid-19 dalam waktu 24 jam. Satu di antaranya artikel berjudul "5 Dokter Meninggal dalam Waktu 24 Jam Akibat Covid-19" yang dimuat situs lampost.co pada 13 September 2020.

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs lampost.co

Jakarta (Lampost.co): Dalam waktu 24 jam sebanyak lima dokter meninggal dunia akibat terkena Covid-19. Kelima dokter itu adalah Kol CKM dr Heldarsyah Syahruddin SpTHT-KL, dr Fuad Mahfuzh, SpTHT-KL, dr Ananto Prasetya Hadi, dr Oki Alfian bin H . Alamsyah, dan dr Gardjito SpJP.

Kabag Humas & Pemasaran Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM), Yuwanda Nova, mengonfirmasi bahwa dari kelima nama tersebut, yakni dr Ananto Prasetya Hadi merupakan salah satu dokter yang bertugas di RSCM, Jakarta.

"Iya, benar (meninggalnya dr Ananto akibat Covid-19)," terangnya saat dikonfirmasi Lampost.co, Minggu, 13 September 2020.

Sementara dari data Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), menyebutkan total jumlah dokter yang meninggal karena Covid-19 hingga Sabtu, 12 September 2020 telah mencapai 115 dokter.

"Angka kematian dokter di Indonesia saat ini merupakan yang tertinggi di Asia,” kata Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu, 13 September 2020.

Adib memerinci jumlah itu terdiri atas 57 dokter umum, 51 dokter spesialis, dan 7 guru besar. Adapun sebaran terbanyak berada di Jawa Timur. Dia pun menyebutkan bahwa penularan Covid-19 terjadi hampir di seluruh aspek pelayanan kesehatan. Salah satunya di ruang unit gawat darurat (UGD). Sebab, rumah sakit tidak membedakan UGD untuk pasien Covid-19 dengan non-Covid-19.

"Jadi risiko itu ada, selama kita praktik atau kontak di rumah sakit yang tidak ada fasilitas kesehatan yang mendukung di rumah sakit tersebut, risiko terpapar itu akan ada," tutur dia.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Pesan berantai berisi lima dokter meninggal dunia akibat virus corona Covid-19 pada 18 November 2020 ternyata tidak benar.

Kasus tersebut bukan terjadi pada 18 November 2020, melainkan 13 September 2020. Konten tersebut masuk kategori missing context.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.