Sukses

Cegah Hoaks Menjadi Viral, Twitter Segera Luncurkan Fitur Baca Sebelum Retweet

Liputan6.com, Jakarta - Twitter terus mencoba fitur mengurangi peredaran hoaks dan misinformasi di platformnya. Sejak Juni lalu, Twitter menguji coba fitur "Baca sebelum Retweet".

Sejak ada fitur ini, para pengguna tidak bisa meretweet artikel tanpa membaca isinya terlebih dahulu.

Twitter menjelaskan fitur ini untuk mencegah perdebatan dan misinformasi menjadi viral. Mereka menilai banyak orang yang meretweet sebuah artikel hanya membaca judul saja tanpa melihat isinya.

Kini Twitter mengklaim fitur tersebut berjalan cukup baik. Para pengguna membaca artikel 40 persen lebih sering setelah ada fitur tersebut.

Sementara ada sebagian lagi orang yang tidak menjadi meretweet sebuah artikel setelah membacanya. Tentu hal ini penting agar artikel yang berpotensi hoaks atau misinformasi tidak menjadi viral.

2 dari 3 halaman

Diluncurkan Segera

Untuk saat ini fitur "Baca sebelum Retweet" itu baru tersedia untuk pengguna android di negara tertentu. Itu sebabnya Twitter berencana meluncurkannya untuk pengguna global dalam waktu dekat.

Selain itu mereka juga akan memperbaiki tampilan pada fitur itu menjadi lebih kecil. Sebelumnya Twitter juga meluncurkan fitur membatasi replies yang bersifat menyerang dan membatasi jumlah replies.

3 dari 3 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.