Sukses

Cek Fakta: Beredar Foto-Foto Permen Diklaim Mengandung Narkoba, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah foto yang diklaim permen mengandung narkoba beredar di media sosial. Foto tersebut disebarkan akun Facebook Dilanya Yudi pada 30 Juli 2019 lalu.

Foto pertama yang diklaim sebagai permen mengandung narkoba adalah permen dot. Kemudian ada juga foto seorang pria berbaju putih tengah memegang permen lolipop.

Selain itu ada juga foto seorang polisi tengah memegang permen berbentuk pil berwarna kuning. Akun Facebook Dilanya Yudi mengaitkan foto-foto tersebut dengan permen mengandung narkoba.

"Sekedar info

Srmoga anak2 kita terhindar dari makanan ini," tulis akun Facebook Dilanya Yudi.

Konten yang disebarkan akun Facebook Dilanya Yudi telah 106 ribu kali dibagikan dan mendapat 405 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri sejumlah foto yang diklaim permen mengandung narkoba. Penelusuran dilakukan menggunakan Google Search dengan memasukkan kata kunci "permen dot narkoba".

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang membantah klaim permen dot mengandung narkoba. Adalah artikel berjudul "BNN: Permen Dot Negatif Narkoba" yang dimuat situs Liputan6.com pada 16 Maret 2017.

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso menyatakan, permen dot negatif dari bahan yang mengandung narkotika. Peredaran permen tersebut sebelumnya dikhawatirkan karena diduga mengandung narkoba.

"Permen dot kami nyatakan negatif, clear dari bahan kimia narkotika. Ini sudah dibuktikan tiga instansi, BNN, Polisi dan Laboratorium POM," kata Budi Waseso di Kantor BNN, Jakarta Timur, Kamis (16/3/2017).

Meski demikian, pria karib disapa Buwas ini mengimbau untuk terus berhati-hati lantaran masih ada potensi untuk masuknya peredaran narkoba menggunakan permen tersebut.

"Tapi harus masih juga diwaspadai, karena biasanya saat sudah dinyatakan clear, malah bisa dimanfaatkan oleh oknum narkoba, ini serius kita," tegas dia.

Buwas mengatakan, adanya efek pada anak kecil yang merasakan pusing saat mengonsumsi permen ini, bukan karena narkoba. Melainkan, kondisi pemakainya yang sedang tidak sehat.

"Itu anak kecilnya lagi sakit dia, sudah dicek dari dinas kesehatan sana (kondisinya)," tutur Budi Waseso.

Sebelumnya, produk permen yang diduga mengandung narkoba beredar di Surabaya, Jawa Timur. Permen dengan kemasan berwarna warni tersebut banyak dijual di toko maupun pedagang asongan di sekolah-sekolah dasar.

Setelah ramai menjadi perbincangan di dunia maya, dua hari terakhir Pemerintah Kota Surabaya langsung melakukan razia. Razia dilakukan Satpol PP, Linmas serta pihak kecamatan yang didampingi petugas Polri dan TNI. Foto permen dot ini sempat viral dan dibumbui tulisan 'mengandung narkoba'.

Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan mengunggah foto seorang pria yang tengah memegang permen berbentuk lolipop.

Hasilnya terdapat beberapa artikel dari media arus utama yang memuat foto serupa. Satu di antaranya artikel berjudul "Gila! Permen Lolipop Rasa Ganja dan Sabu Mulai Beredar" yang dimuat situs jawapos.com pada 21 Agustus 2015.

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs jawapos.com

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa BNN Kabupaten Bogor mengungkap adanya peredaran permen mengandung narkoba pada Agustus 2018 lalu.

Permen yang sudah beredar antara lain berbentuk permen gagang dengan kemasan berlabel Cannabis. Permen ini diduga mengandung ganja. Selain itu, ada lagi tiga permen lainnya jenis lolipop warna-warni, yang katanya mengandung bahan pembuat sabu-sabu.

"Jenis-jenis permen seperti ini yang harus diwaspadai," ujar Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setia Budi, kepada Radar Bogor (Grup JawaPos), Kamis (20/8).

Namun demikian, Budi mengatakan sulit membedakan jenis permen yang mengandung narkoba secara kasat mata. Apalagi bagi orang awam.

Penelusuran kemudian dilanjutkan dengan mengunggah foto seorang polisi yang tengah memegang permen berbentuk pil. Foto serupa pernah diunggah di artikel berjudul "Polisi Bali Temukan Ekstasi Mirip Permen Anak-anak" yang dimuat situs kompas.com pada 19 Februari 2013.

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs kompas.com

Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa jajaran Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar mengungkap peredaran ekstasi mirip permen anak-anak.

Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP IB Made Sarjana menjelaskan, ekstasi ini merupakan temuan baru.

"Ada ekstasi jenis baru, bentuknya berbeda seperti kepala kelinci", jelasnya.

Foto selanjutnya yang ditelusuri adalah foto kertas kecil berwarna-warni yang diletakkan di atas lidah seseorang. Dari hasil penelusuran, foto tersebut merupakan jenis narkoba, yakni Lysergic acid diethylamide (LSD).

Foto serupa dimuat dalam artikel "Mengenal Efek dan Bentuk LSD yang Dikonsumsi Christopher" dari situs Liputan6.com.

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Tindakan Christopher Daniel Sjarif (22) yang menabrak sejumlah kendaraan hingga menewaskan 4 orang karena dipengaruhi oleh narkoba. Polda Metro menyebut, narkoba yang dikonsumsi oleh pengemudi Oulander maut itu berjenis Lysergic acid diethylamide (LSD).

Menurut Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumirat Dwiyanto, jenis narkoba LSD tersebut adalah narkotika yang termasuk golongan I. Setidaknya, ada 4 efek yang ditimbulkan LSD bila dikonsumsi.

Pertama, beber Sumirat, LSD memiliki sifat halusinogen. "Halusinogen itu bisa mengakibatkan halusinasi. Sifat halusinasi adalah terjadinya disorientasi ruang dan waktu. Dia tida bisa membedakan mana ruang dan waktu, siang, atau sore," kata Sumirat saat dihubungi Liputan6.com, Kamis (22/1/2015).

Kedua, zat yang terkandung dalam LSD juga mengakibatkan disorientasi jarak. Sehingga pengguna tidak bisa mengenal jauh atau dekat.

 

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Sejumlah foto yang diklaim permen mengandung narkoba ternyata tidak sepenuhnya benar. Beberapa foto permen terbukti tidak mengandung narkoba. Satu di antaranya permen dot. BNN menyatakan bahwa tidak ditemukan kandungan narkoba dalam permen dot.

Namun ada beberapa foto yang disinyalir permen mengandung narkoba. Kasus tersebut telah ditindaklanjuti aparat penegak hukum.

 

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.