Sukses

Cek Fakta: Hewan Kurban Memeluk Pemiliknya dan Dagingnya Berlafaz Allah, Benarkah?

Liputan6.com, Jakarta - Klaim tentang seekor sapi kurban yang memeluk pemiliknya sebelum disembelih dan dagingnya berlafaz Allah beredar di media sosial. Klaim ini disebarkan akun Facebook yang mengatasnamakan Ustadz Abdul Somad pada 1 Agustus 2020 lalu.

Akun Facebook itu mengunggah beberapa foto yang diklaim sebagai hewan kurban yang memeluk pemiliknya sebelum disembelih.

Foto pertama yaitu foto seokor sapi yang tengah memeluk seorang ibu. Foto kedua adalah foto sapi yang tampak mengeluarkan air mata. Foto ketiga dan keempat foto daging kurban yang diklaim berlafaz Allah.

"Subhanllah sapi ini memeluk pemiliknya sebelum di sembelih , dan setelah di sembelih dagingnya berlafas ALLAH . Saya bersumpah siapa yang membagikan kiriman ini INSYA ALLAH di lapangkan rizkinya . Aamiin..," tulis akun Facebook Ustadz Abdul Somad.

Konten yang disebarkan akun Facebook  yang mengatasnamakan Ustadz Abdul Somad telah 859 kali dibagikan dan mendapat 517 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim sapi kurban yang memeluk pemiliknya sebelum disembelih dan dagingnya berlafaz Allah. Penelusuran dilakukan dengan mengunggah foto pertama yakni seekor sapi yang tengah memeluk seorang ibu ke situs pencari Google Reverse Image.

Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Takut Disembelih, Sapi Kurban Ini Peluk Majikannya" yang dimuat situs dream.co.id pada 8 Agustus 2017.

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari Situs dream.co.id

Dream - Tingkah lucu seekor sapi dibagikan oleh pengguna Facebook, Mohd. Zaidi Bin Desa. Aksi spontan mamalia ini menjadi viral karena tertangkap kamera memeluk tuannya karena takut disembelih.

Mohd. Zaidi yang berasal dari Changlun, Kedah, Malaysia, telah mengunggah status beserta seekor sapi memeluk tuannya. Diperkirakan sapi itu rencananya akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha mendatang.

Menurut Zaidi, sapi itu memang sangat sayang pada ibu mertuanya tersebut. Sang ibu mertua pun sebenarnya juga berat hati saat memutuskan untuk mengurbankan sapi itu.

Tapi justru itulah, benda yang paling sayang yang harus dikurbankan. Pasalnya, benda itulah yang akan menjadi tunggangan di akhirat nanti.

Penelusuran selanjutnya dilakukan menggunakan situs pencari Google Search dengan memasukkan kata kunci "sapi mengeluarkan air mata". Hasilnya terdapat beberapa artikel yang menjelaskan mengenai fenomena sapi mengeluarkan air mata ketika akan disembelih.

Satu di antaranya artikel berjudul "Memahami Perilaku Sapi, Kenapa Tiba-tiba Mengamuk? Ini Penjelasan Dokter Hewan" yang dimuat situs kompas.com pada 2 Agustus 2020.

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB drh Supratikno menjelaskan mengenai adanya sapi yang terlihat seperti menangis. Menurutnya, sapi adalah hewan sentien. Artinya, sapi bisa merasakan penderitaan baik secara fisik maupun mental.

"Dia juga punya kelenjar airmata. Jadi sapi menangis bisa banyak faktor. bbisa karena dia menderita, atau juga bisa karena matanya teriritasi sehingga mengeluarkan air mata," ujar dia.

Tangisan itu tidak berbahaya. Hal yang perlu dilakukan yaitu membuat suasana tenang, lalu penuhi kebutuhan hidupnya, dan jangan disiksa. Namun, jika ada kotoran di kelopak matanya, maka perlu tindakan medis.

Penelusuran selanjutnya dilakukan dengan mengunggah foto daging berlafaz Allah ke situs pencari Google Reverse Image. Hasilnya terdapat beberapa artikel yang pernah mengunggah foto tersebut. Satu di antaranya artikel berjudul "Lafaz Allah pada Potongan Daging Kurban di SMKN 3 Yogyakarta" yang dimuat situs kompas.com pada 11 Oktober 2014 lalu.

Gambar Tangkapan Layar Artikel dari situs kompas.com

YOGYAKARTA, KOMPAS.com- SMKN 3 Yogyakarta sempat digegerkan dengan potongan daging kurban dengan lafaz Allah saat penyelenggaraan Idul Adha 2014 lalu.

Salah satu bagian dari daging sapi yang dipotong pada bagian dagingnya membentuk huruf Allah dalam bahasa Arab dengan latar belakang warna putih lemak dari binatang tersebut. Kejadiannya sendiri pada Senin (6/2014) lalu di SMKN 3 Yogya saat sekolah tersebut menggelar pemotongan sebanyak delapan ekor sapi kurban.

Ustaz Wiharto, salah satu pengajar dan sang penyembelih ternak kurban tersebut mengakui bahwa lafaz Allah dalam daging tersebut didapatkan oleh salah satu staf SMKN 3 Yogya yang menjadi panitia kurban.

"Ada guru yang memotong daging, namanya mas Muhaimin dan mendapatkan daging dengan lafaz Allah," ujar Wiharto kepada Tribunnews.com, Sabtu (11/10/2014).

Kejadian tersebut, jelasnya, dianggap sebagai tanda kebesaran Allah SWT dan agar manusia selalu mengingat akan kebesaranNya. Menurut dia, pihak panitia kurban tidak berniat untuk mengawetkan daging tersebut.

Setelah sempat difoto, potongan daging itu kemudian dicampur dengan daging lainnya dan dibagikan kepada masyarakat yang berhak mendapatkannya.

 

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Klaim sapi kurban yang memeluk pemiliknya sebelum disembelih dan dagingnya berlafaz Allah tidak sepenuhnya benar. Foto soal sapi kurban yang memeluk pemeliknya ternyata memang terjadi di Malaysia, adalah akun   Facebook, Mohd. Zaidi Bin Desa yang pertama kali mengunggah foto tersebut.

Namun foto sapi kurban yang memeluk pemiliknya tidak ada hubungannya dengan daging sapi berlafaz Allah. Foto Sapi kurban yang memeluk pemiliknya dan foto daging berlafaz Allah adalah dua peristiwa yang berbeda.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.