Sukses

[Cek Fakta] Hoaks Video Garam yang Mengandung Serpihan Kaca

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang garam yang mengandung serpihan kaca, viral di media sosial. Kabar ini beredar lewat sebuah video yang diunggah akun facebook Wawan Tpf pada 19 Juni 2019.

Dalam video berdurasi 2 menit 15 detik itu, tampak dua orang tengah memberikan informasi tentang garam yang mengandung serpihan kaca.

Seorang di dalam video tersebut menyaring garam dengan menggunakan saringan. Garam tersebut kemudian dicelupkan ke dalam air.

Mereka kemudian mengambil garam yang sudah basah tersebut, kemudian mereka mengklaim menemukan serpihan kaca di dalam garam tersebut.

Akun ini juga menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

"Waspada. Jaga lambung kita agar tdk tercabik" oleh serbuk kaca. Hasil dr org yg tdk bertanggung jawab," tulis akun facebook Wawan Tpf.

Konten yang diunggah Wawan Tpf telah 2.900 kali dibagikan dan mendapat 6 komentar warganet.

 

2 dari 3 halaman

Penelusuran Fakta

Setelah ditelusuri, kabar tentang garam yang mengandung serpihan kaca ternyata tidak benar. Informasi ini dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel "Ada Pecahan Kaca dalam Garam Dapur? BPOM: Itu Tidak Benar".

Liputan6.com, Jakarta Sebuah video viral yang ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Sabtu (19/8/2017), soal salah satu produk garam dapur membuat konsumen panik. Hal ini karena meluapnya rasa takut terhadap garam yang diduga mengandung pecahan kaca.

Dalam video tersebut, seorang ibu menjelaskan garam cap dua anak yang diduga bercampur kaca. Ada pula video lain yang menjelaskan setelah proses penyaringan, ditemukan kandungan kaca di garam bermerek Kerapan Sapi.

Masyarakat perlu memahami soal garam dapur. Garam mengandung yodium dan terdiri dari senyawa kimia Natrium Klorida (NaCl).

Dalam proses pembuatan garam terjadi kristalisasi garam yang akan menghasilkan Kristal NaCl berbentuk kubus.

Bentuk kubus yang dihasilkan dari Kristal NaCl akan dihaluskan. Kristal garam akan pecah menyerupai bentuk pecahan kaca.

Terkait isu video tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menguji sejumlah merek garam dapur yang dikonsumsi, khususnya yang diisukan mengandung pecahan kaca.

Hasil temuan, garam larut sempurna dalam air dan tidak ditemukan mengandung pecahan kaca. Klarifikasi ini dikeluarkan BPOM pada 18 Agustus 2017.

Bahkan, pada 2017 silam sebuah perusahaan yang memproduksi garam mengambil langkah hukum terkait isu tersebut. Perusahaan itu melaporkan tiga akun media sosial ke polisi, karena telah menyebarkan informasi bohong.

Informasi ini dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel "Produsen Garam Laporkan 5 Pemilik Akun yang Viralkan Garam Campur Kaca".

Liputan6.com, Surabaya - Perusahaan garam yang menjadi korban pemberitaan bohong, garam campur kaca, di media sosial melaporkan penyebarnya ke polisi.

Seperti ditayangkan Liputan6 Siang SCTV, Sabtu (19/8/2017), inilah salah satu video yang beredar di media sosial dimana seorang ibu menjelaskan garam cap dua anak yang bercampur kaca. Ada pula video lain yang menjelaskan garam bermerk karapan sapi setelah disaring ditemukan kandungan kaca.

Terkait video tersebut, tim kuasa hukum PT Sumatera Co Langgeng Makmur, Surabaya yang memproduksi garam karapan sapi dan sarcil akhirnya melaporkan lima pemilik akun. Salah satunya atas nama Farhan Samlan yang berdomisili di Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Mapolda Jawa Timur.

Sebelumnya BPOM Surabaya menyatakan telah melakukan uji laboratorium terkait adanya merek beberapa garam kemasan yang disebutkan di media sosial mengandung pecahan kaca. Hasilnya, tidak ada garam yang mengandung kaca.

Sementara itu, polisi mengimbau agar masyarakat tidak resah dengan adanya isu garam bercampur kaca, dan meminta masyarakat lebih bijak menggunakan media sosial dengan tidak ikut menyebarkan berita hoax.

 

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Tidak ada garam yang mengandung serpihan kaca. Informasi yang menyebut bahwa garam mengandung kaca adalah tidak benar alias hoaks.

Informasi yang disebarkan oleh akun facebook Wawan Tpf tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Isu yang sama, pernah viral pada 2017 lalu.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama puluhan media massa lainnya di seluruh dunia. 

Cek Fakta Liputan6.com juga adalah mitra Facebook untuk memberantas hoaks, fake news, atau disinformasi yang beredar di platform media sosial itu. 

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi yang tersebar di masyarakat.

Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Mengonsumsi Daun Pakis Berbahaya karena Memicu Kanker? Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Kanibal Kabur ke Baubau Sultra