Sukses

[Cek Fakta] Konvoi Warga Baduy 5 Mei 2019 Diklaim Terkait Aksi 22 Mei

Liputan6.com, Jakarta - Kabar tentang warga Baduy yang berkonvoi dengan berjalan kaki ke Jakarta beredar di media sosial. Kabar ini beredar dalam beberapa gambar dan video di facebook. Mereka tampak berjalan kaki dan memenuhi ruas jalan.

Ratusan warga suku Baduy itu tampak mengenakan pakaian berwarna hitam dan ikat kepala berwarna biru. Konvoi para warga suku Baduy kemudian dikaitkan dengan aksi 22 Mei 2019 yang menuntut keadilan atas dugaan kecurangan Pemilu Serentak 2019.

Misalnya saja seperti yang diunggah oleh akun facebook Partai Emak Emak Bersatu pada (21/5/2019). Akun tersebut menambah sebuah narasi.

"Subhanallah Suku Baduy Anak Dalam Yg Berjalan Kaki, Berjuang Demi Keadilan, mulai bergerak Allahu Akbar," tulis akun Partai Emak Emak Bersatu.

Konten yang diunggah akun Partai Emak Emak Bersatu telah 502 kali dibagikan dan mendapat 187 komentar warganet.

Selain akun Partai Emak-Emak Bersatu, konten serupa juga diunggah oleh akun facebook Dewi Subadra. Akun tersebut juga memberikan sebuah narasi.

"Iring2ngan Suku BADUI Berangkat Kejakarta Tanpa Alas Kaki ..Apa Yg ingin Mereka Bela Sebab Selama Ini Hidup Mereka Mandiri Tanpa Bantuan Pemerintah Biarpun Diberikan Mereka Tolak ....Sebab Mereka Tidak Mau Ada Pembangunan Masuk Dan Merusak Kelestarian Alam Sekitar tempat Dimana Mereka Tinggal Dan Hidup..Mereka Tinggal Dipedalaman Hutan Tapi Kenapa Sekarang Mereka Keluar Beramai2 Ada Apa ,,,?Apa Yg Sedang Terjadi Pada Bangsa Ini Mereka Selama Ini Tidak Mau Ikut Campur Dalam Hal Pemerintahan Apa Lagi Politik Mereka Tau Ada Yg Sedang Tidak Beres Terjadi Pada Bangsa Ini Mereka Ingin Melindungi Saudara2nya Yg Akan Berjuang Menegakan Keadilan Terutama Para Ulama Dan Kaum Emak2 ...Jangan Pandang Rendah Mereka Biarpun Mereka Datang Dari Pedalaman Hutan Tapi Mereka Lebih Punya Hati Nurani Dari Pada Kalian2 Yg Tinggal Dikota Dengan Kemodernan Tapi Kalian Takut Dan Malah Membela Kecurangan,,,Sadar Dan Malulah Kalian Kepada Mereka Orang2 Yg tulus Dan Ikhlas Mengabdi Pada Bumi Yg Dipijak Bukan Pada Penguasa Yg Sewenang2 Dan Otoriter ...#GerakanKedaulatanRakyat," tulis akun Dewi Subadra.

Konten yang diunggah akun Dewi Subadra telah 21 ribu kali dibagikan dan mendapat 4.500 lebih komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Kabar tentang konvoi para warga suku Baduy ternyata tidak terkait dengan aksi 22 Mei. Mereka berjalan kaki menuju kantor Gubernur Banten untuk mengikuti perayaan adat Seba.

Tradisi Seba merupakan wujud ungkapan syukur kepada Bapak Bapak Gede (Bupati atau kepala pemerintahan daerah).

Perayaan adat Seba, menurut warga Baduy, merupakan peninggalan leluhur tetua (Kokolot) yang harus dilaksanakan sekali dalam setiap tahun. Acara itu digelar setelah musim panen ladang. Bahkan, tradisi sudah berlangsung ratusan tahun sejak zaman Kesultanan Banten di Kabupaten Serang.

Fakta ini sebagaimana dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel 'Ikuti Tradisi Seba, Warga Badui Jalan Kaki Ratusan Kilometer'.

Liputan6.com, Serang - Sekitar 1500 warga Suku Badui Dalam dan Luar akan berkumpul di Kota Serang, Banten hari ini, Minggu (5/5/2019). Mereka menempuh ratusan kilometer dari perkampungannya di Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Bangen, dengan berjalan kaki.

Ribuan orang Badui akan melakukan proses adat ratusan tahun bernama Seba. Para petapa ini membawa serta hasil bumi dan bersilaturahmi dengan Abah Gede, sebutan bagi Gubernur Banten, Wahidin Halim, di Museum Banten.

Suku Baduy dalam dan luar akan berjalan kaki melewati jalan protokol Kota Serang. Rutenya melewati Jalan Jenderal Soedirman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Veteran, hingga ke Museum Banten.

"Tadi kita komunikasi dengan jajaran (Polres) Lebak, tadi sudah dilepas, jumlahnya lumayan besar juga. Kita sebar jajaran lantas di simpul padat lalu lintasnya," kata AKP Ali Rahman, Kasatlantas Polres Serang Kota, saat ditemui di kantornya, Minggu (5/5/2019).

Datangnya ribuan warga Badui ini membuat pihak kepolisian akan memberlakukan buka tutup jalan di Kota Serang, lokasinya ada di gerbang tol Serang Timur, Perempatan Ciceri, Pisang Mas, sampai ke Alun-Alun Kota Serang.

"Nanti jalan protokol yang akan dilalalui itu akan kita buka tutup arus. Kita turunkan kurang lebih 40 personel khusus jajaran lalu lintas," dia menerangkan.

Masyarakat yang akan keluar rumah hari ini, diminta mencari jalur alternatif yang akan diarahkan petugas kepolisian, agar terhindar dari kemacetan.

"Seandainya yang ingin menonton, jangan memarkirkan kendaraan di bahu jalan, sehingga menghambat arus lalu lintas," jelasnya.

Kabar tersebut juga diluruskan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) lewat situs resminya kominfo.go.id dengan judul artikel '[HOAKS] Suku Baduy ke Luar Banten dengan Segala Ilmu Kanuragannya Siap Bergerak ke Jakarta'.

Telah beredar postingan di media sosial Facebook sebuah foto masyarakat Baduy yang diiringi narasi suku Baduy luar Banten dengan segala ilmu kanuragannya siap bergerak ke Jakarta bela kebenaran dan hancurkan rezim.

Setelah ditelusuri foto tersebut adalah foto pada acara Seba Gede yang acaranya berlangsung pada tanggal 2-4 Mei 2019 yang diadakan di Kabupaten Lebak yang bertempat di museum Negeri Banten Alun-alun kota serang yang dihadiri 1.037 masyarakat baduy, sebagai dukungan terhadap kearifan lokal PT Jamkrida Banten memberikan 30 dus air mineral gelas yang diterima oleh perwakilan dari Dinas Pariwisata Provinsi Banten.

Dalam agenda rutin tahunan tersebut warga Baduy merayakan seba dengan membawa hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, dan sayuran. Selama ini masyarakat Baduy mengandalkan kehidupan mereka dari hasil bercocok tanam pertanian ladang darat.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Konvoi para warga suku Baduy dalam foto yang beredar sama sekali tidak terkait dengan aksi 22 Mei dan mereka tidak mengarah ke Jakarta. 

Narasi yang dibangun dalam foto dan video yang viral di facebook tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Bahkan, cenderung diplintir.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Polisi dan TNI Sweeping Handphone Jelang 22 Mei
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Pose Satu Jari Kapolri dan Panglima TNI Tak Terkait Pilpres