Sukses

[Cek Fakta] Pose Satu Jari Kapolri dan Panglima TNI Tak Terkait Pilpres

Liputan6.com, Jakarta - Foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsel Hadi Tjahjanto yang tengah berpose satu jari beredar di media sosial.

Dalam foto tersebut juga terlihat sejumlah pejabat lainnya. Mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Ketua DPR Bambang Soesatyo. Mereka tampak tengah berada di dalam sebuah kendaraan.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan dukungan politik Kapolri dan Panglima pada Pilpres 2019. Pose satu jari keduanya memang identik dengan simbol dukungan ke salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Foto ini diunggah oleh akun facebook Tatang Tazik‎ pada 15 Mei 2019 lalu. Dalam unggahannya, akun ini juga menambahkan sebuah narasi.

"MASIH YAKIN DENGAN KATA NETRAL...???," tulis akun Tatang Tazik.

Konten yang diunggah Tatang Tazik telah 1.691 kali dibagikan dan mendapat 224 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Dari penelusuran, kabar tentang Kapolri dan Panglima TNI yang mendukung salah satu pasangan capres-cawapres ternyata tidak benar.

Foto itu merupakan foto yang berasal dari akun instagram Ketua DPR Bambang Soesatyo, @bambang.soesatyo. Akun @bambang.soesatyo mengunggah foto itu pada 11 Juni 2018. Ia pun menambahkan narasi dalam foto tersebut.

"Mbak Puan Selfie. Meski puasa tetap ceria. Perjalanan menuju Tegal dari Brebes melalui darat. (10/6)," tulis akun @bambang.soesatyo.

 
 
 
View this post on Instagram

Mbak Puan Selfie. Meski puasa tetap ceria. Perjalanan menuju Tegal dari Brebes melalui darat. (10/6)

A post shared by Bambang Soesatyo (@bambang.soesatyo) on

Foto tersebut diambil ketika Bambang Soesatyo, Kapolri, Panglima TNI, Puan Maharani, dan Budi Karya Sumadi meninjau jalur mudik lebaran tahun lalu.

Fakta ini dikutip dari situs merdeka.com dengan judul artikel 'Kapolri dan Rombongan Pantau Arus Mudik di Cikopo'.

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama pejabat negara meninjau Pos Polisi Cikopo, Purwakarta, Minggu (10/06). Ikut dalam rombongan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menpupera Basuki Hadimuljono, Menkes Nila F Moeloek, Menko PMK Puan Maharani hingga Ketua DPR Bambang Soesatyo.

Dalam kunjungannya Kapolri beserta rombongan langsung melakukan rapat terbatas bersama pejabat terkait, guna membahas situasi dan keamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2018.

Usai rapat terbatas, Kapolri mengatakan arus mudik Lebaran tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik.

"Arus mudik pada H-6 tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," kata Tito Karnavian.

Dia juga menuturkan seluruh jalur mudik baik tol maupun jalan arteri aman dilalui pemudik yang akan pulang kampung dengan kendaraan pribadi maupun roda dua.

Dengan menggunakan helikopter, setelah meninjau pos terpadu Cikopo direncanakan rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Gerbang Tol Kertasari. Serta mengakhiri kunjungannya di pos pengamanan rest area Ngawi, Jawa Timur.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan Klaim

Foto Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsel Hadi Tjahjanto yang tengah berpose satu jari sama sekali tidak terkait Pilpres 2019. Foto tersebut diunggah pada 11 Juni 2018, padahal penentuan nomor pasangan capres-cawapres Pilpres 2019 dilakukan pada 21 September 2018.

Foto tersebut sengaja diviralkan kembali usai Pemilu Serentak 2019. Narasi yang disampaikan juga tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
Kapolri Tegaskan 25 Polisi Meninggal Saat Pemilu Bukan karena Intimidasi
Artikel Selanjutnya
Kapolri: Sebagian Besar Laporan Pelanggaran Pemilu Tak Masuk Tindak Pidana