Sukses

[Cek Fakta] Ricuh di Pos TNI AL Desa Pusong Aceh Tak Terkait Pilpres

Liputan6.com, Jakarta - Video tentang kericuhan di Pos Angkatan Laut (Lanal) di Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Madya Lhokseumawe, Aceh beredar di media sosial.

Penyebab kericuhan ini disebut-sebut karena warga kecewa dan menemukan indikasi kecurangan pilpres.

Kabar ini diunggah oleh akun facebook Generasi Milenial pada 19 April 2019 lalu. Akun ini juga menambahkan sebuah narasi dalam konten yang diunggahnya.

"[18/4 18.38] Tyb 88: Memalukan, Pos TNI AL di bakar massa krn mendukung kecurangan Pilpres. Polisi aman tdk terdeteksi sama sekali dan yg dungu siapa skrg di jadikan kambing hitam tni al ? Siapakah yg beryanggung jawab ?[18/4 18.38] Tyb 88: Kapolda Aceh dan Pangdam IM sekitar 1,5 jam yg lalu sudah meluncur ke Lhokseumawe. Tadi malam menginap di Hotel Royal Idi.Kejadian diatas di Pusong, Lhokseumawe tadi malam

infonya formulir c1 nya diganti dgn yg udah disiapkan beserta coblosannya 01. makanya rakyat aceh marah. pos tni AL dibakar itu dikota Lhokseumawe aceh utara.#02wintheelection#02wintheelection

#02menangkanpemilu#02menangkanpemilu," tulis akun Generasi Milenial.

Konten yang diunggah Generasi Milenial telah 380 kali dibagikan dan mendapat 163 komentar warganet.

 

2 dari 4 halaman

Penelusuran Fakta

Dari penelusuran, kabar yang menyebut kericuhan di Pos TNI AL terkait kecurangan pilpres ternyata tidak benar.

Kericuhan disebabkan kekecewaan warga sekitar, lantaran ada seorang bocah yang tengah bermain, kemudian ditegur dan kabarnya sempat mendapat perlakuan kasar dari seorang personel TNI.

Fakta ini sebagaimana dikutip dari situs Liputan6.com dengan judul artikel 'Perkara Bocah Main Bola, Pos TNI AL Hampir Dibakar Massa di Aceh'.

Liputan6.com, Lhokseumawe - Warga menggeruduk Pos Angkatan Laut (Lanal) di Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Madya Lhokseumawe, Aceh, Rabu malam, 17 April 2019. Insiden ini sempat diwarnai suara tembakan.

Insiden berawal seorang bocah yang bermain lalu memanjat tower Pos Lanal yang berada dekat Tempat Penampungan Ikan (TPI) Pusong pada Rabu sore. Bocah tersebut ditegur dan kabarnya sempat mendapat perlakuan kasar dari seorang personel TNI yang bertugas di pos tersebut.

Anak ini kabarnya mendapat memar di kening. Hal ini yang kemudian menyulut amarah warga, yang lantas mendatangi Pos Lanal secara beramai-ramai pada malam harinya.

Dalam cuplikan video yang beredar, tampak warga berkerumun dan mengamuk di depan pintu gerbang pos. Kabarnya, sempat ada aksi pelemparan batu yang diarahkan ke dalam pos. Bahkan, ada yang melempar bungkusan berisi bensin, sehingga api menyala di halaman depan dan belakang pos.

Untuk mengantisipasi dan meminimalisasi amarah massa yang kian bergejolak, petugas menembakkan peluru hampa ke udara. Sebagian warga tetap bertahan, meski mendengar suara letusan tembakan itu.

"Jangan takut. Jangan lari...! teriak seorang warga di antara rentetan suara tembakan dan api yang menyala-nyala dalam cuplikan video yang beredar luas.

Lokasi peristiwa berdekatan dengan salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS) di desa tersebut. Di dalam video yang berbeda, terlihat warga yang saat itu tengah berkumpul di TPS kocar-kocar dan berhamburan dari bawah tenda ketika mendengar letusan senjata api.

Komandan Pangkalan TNI AL Kolonel Laut (P) M. Sjamsul Rizal, menjelaskan insiden terjadi pada 22.30 WIB. Amarah warga redam dan warga membubarkan diri menjelang dini hari.

"Ada pembakaran, ada perusakan kaca-kaca yang ada di pos," kata Sjamsul, saat konfirmasi pers di Makodim setempat, Kamis (18/4/2019) dini hari.

Sempat beredar insiden tersebut dikaitkan dengan pemilu karena video di warga berhamburan dari bawah tenda TPS. Namun, Sjamsul membantahnya.

"Kebetulan TPS-nya dekat dengan pos," ucapnya.

Akibat peristiwa tersebut, seorang warga terluka. Namun, saat ini kabarnya yang bersangkutan sudah dirawat di rumah sakit. Belum diketahui yang bersangkutan terluka karena apa.

Ragam versi mengenai insiden di malam pemilu itu berseliweran di media sosial. Ada yang menyebut amarah warga tersulut karena oknum yang mengasari bocah yang disebut-sebut bernama Irsya berumur 12 tahun tersebut tidak mau bertanggung jawab hingga keluarganya marah, lalu bersama warga menggeruduk Pos Lanal Pusong.

Versi lain menyebut, insiden itu meledak imbas dari bola yang ditendang seorang anak masuk ke dalam kantor TNI, dan merusak barang-barang lalu ada oknum TNI AL yang mengasari anak tersebut. Beredar pula kabar burung ada korban tewas akibat kejadian tersebut.

3 dari 4 halaman

Kesimpulan

Kabar tentang Pos TNI AL yang digeruduk massa ternyata tak ada kaitan dengan penyelenggaraan Pilpres 2019. Massa mengamuk lantaran kecewa dengan perlakuan oknum TNI AL terhadap seorang bocah.

Narasi yang disampaikan dan disebarluaskan sengaja diplintir dan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

4 dari 4 halaman

Tentang Cek Fakta Liputan6.com

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Loading
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Viral Video Warga Bakar Surat Suara di Papua, Ini Faktanya
Artikel Selanjutnya
[Cek Fakta] Hoaks Pesan Berantai soal SBY Minta Jokowi Akui Kekalahan Pilpres