Sukses

[Cek Fakta] Beredar Kabar JK Selingkuh ke Prabowo-Sandi, Apa yang Terjadi?

Liputan6.com, Jakarta - Jelang pemilihan presiden, pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno beberapa kali sempat menyambangi sejumlah tokoh nasional. Satu di antaranya adalah Jusuf Kalla.

Prabowo dan Sandiaga menemui JK di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, pada Agustus 2018 lalu. Beberapa bulan usai pertemuan tersebut, beredar kabar bahwa JK disebut-sebut mendukung Prabowo-Sandi.

Kabar ini viral di facebook, seperti yang diunggah oleh akun bernama Doni Ramadhan ke grup facebook Jenderal Gatot Nurmantyo (Pemimpin Sejati Ibu Pertiwi).

Dalam unggahannya Doni Ramadhan menampilkan foto pertemuan Prabowo-Sandi dan JK. Ketiga tokoh tersebut terlihat kompak bersalaman. Namun, Doni Ramadhan menuliskan narasi di dalam unggahannya itu.

"Pemberitahuan wakil presiden jokowi,yusuf kallah selingkuh dukung no 2 menyelamatkan diri dari Partai PKI. #laporan selesai," tulis Doni Ramadhan.

Konten ini diunggah pada 7 Desember 2018. Hingga kini, telah dibagikan sebanyak 2.496 kali dan 10 kali dikomentari warganet.

Selain Doni Ramadhan, akun facebook Hasna Abdul Karim juga mengunggah foto serupa. Dia juga menuliskan narasi yang sama. Konten ini telah dibagikan sebanyak 20 kali dan dikomentar 19 warganet sejak diunggah pada Minggu 9 Desember 2018 lalu.

2 dari 3 halaman

Fakta

Pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan capres cawapres Prabowo-Sandi dilakukan di kediaman dinas JK di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu 15 Agustus 2018 malam.

Namun, pertemuan tersebut sama sekali tidak membahas soal dukungan JK untuk pasangan calon Prabowo-Sandi. Hal ini sebagaimana yang diberitakan Liputan6.com dengan judul 'JK Tepis Pertemuan dengan Prabowo-Sandi Bentuk Lobi Politik'. Berita tersebut telah dipublikasi pada 16 Agustus 2018 sekitar pukul 03.03 WIB.

Dalam artikel tersebut JK menepis terkait pertemuannya dengan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno adalah bentuk lobi politik.

Dia menegaskan, tidak ada ajakan dari mereka untuk jadi tim pemenangan di Pilpres 2019.

"Enggak. Pertanyaanmu usil saja," kata JK ketika ditanya awak media usai menerima Prabowo-Sandiga Uno di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu malam (15/8/2018).

Hal tersebut juga ditepis oleh Prabowo. Dia menilai JK terlalu senior untuk jadi ketua tim pemenangannya.

"Terlalu senior. Terlalu senior," sambut Prabowo.

Dia pun tidak merasa posisinya terjepit sebagai Wapres dan sahabat Prabowo selama puluhan tahun. Apalagi kata JK, dengan Sandiaga Uno yang jauh lebih muda.

"Oh tidak, tidak. Saya bilang dua kali bersaing, tapi tetap bersahabat, apalagi Sandi. Lebih junior dari saya," kata JK.

Jusuf Kalla bertemu dengan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno selama satu jam. Dalam pertemun tersebut, Prabowo meminta restu kepada JK, sebagai wapres, untuk berpartisipasi dalam Pilpres 2019.

"Jadi hari ini saya dan Pak Sandiaga Uno yang sudah mendaftar menjadi calon presiden dan calon wakil presiden dalam pemilihan yang akan datang sesuai adat dan istiadat kita bangsa Indonesia yang muda datang kepada yang lebih senior untuk sowan untuk mohon restu, kita akan melaksanakan suatu pekerjaan untuk rakyat kita," kata Prabowo.

Selain di Liputan6.com, situs turnbackhoax.id juga meluruskan isu tersebut. Artikel tersebut juga telah ditayangkan dengan judul '[SALAH] “yusuf kallah selingkuh dukung no 2 menyelamatkan diri dari Partai PKI”'

Post sumber memelintir foto acara pertemuan Prabowo Sandi dengan JK dengan narasi untuk membangun premis bahwa JK mendukung Prabowo Sandi, padahal pertemuan tersebut adalah untuk keperluan silaturahmi dan meminta restu dari JK.

3 dari 3 halaman

Kesimpulan

Kabar yang menyebut bahwa JK mendukung pasangan Prabowo-Sandi adalah tidak benar.

Foto pertemuan JK dengan Prabowo-Sandi sengaja dipelintir dengan narasi untuk membangun premis bahwa JK mendukung Prabowo Sandi.

Liputan6.com merupakan media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network (IFCN) bersama 49 media massa lainnya di seluruh dunia.

Kami juga bekerjasama dengan 21 media nasional dan lokal dalam cekfakta.com untuk memverifikasi berbagai informasi hoax yang tersebar di masyarakat.

Jika anda memiliki informasi seputar hoax yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan kepada tim CEK FAKTA Liputan6.com di email cekfakta.liputan6@kly.id.

Israel Bombardir Pasukan Iran di Suriah

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Gerindra: Reuni 212 Tambah Suara Prabowo - Sandi
Artikel Selanjutnya
HEADLINE: Kubu Prabowo Pindah Posko ke Jateng, Efektif Pecah Suara Jokowi?