LIMA Transformasi Format Kompetisi Antarkampus, Hadirkan 4 Pilar Utama

LIMA atau Liga Mahasiswa kini melakukan transformasi. Ada empat pilar utama yang diterapkan.

OlehThomas
Diterbitkan 07 Oktober 2026, 15:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Liga Mahasiswa (LIMA) melakukan transformasi dalam mengembangkan ekosistem kegiatan kemahasiswaan di Indonesia. Setelah selama ini dikenal melalui kompetisi olahraga antarkampus, LIMA kini memperluas cakupannya dengan menghadirkan konsep baru bertajuk LIMA UNIFEST (University Festival).

LIMA UNIFEST dirancang sebagai wadah yang lebih inklusif dengan menggabungkan olahraga, pengembangan diri, seni, budaya, hingga hiburan dalam satu rangkaian kegiatan. Mengusung tema "Semua Bisa Main", program ini membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi seluruh civitas akademika.

Transformasi tersebut menjadi langkah LIMA untuk menjawab kebutuhan ekosistem kegiatan mahasiswa yang terus berkembang. Jika sebelumnya kompetisi lebih banyak memberikan panggung kepada atlet perwakilan kampus, LIMA UNIFEST menghadirkan kesempatan bagi lebih banyak mahasiswa untuk terlibat secara langsung.

Konsep tersebut dikemas dalam empat pilar utama, yakni Classroom, Playground, Arena, dan Playfest.

Classroom menghadirkan kegiatan edukasi dan workshop. Playground berisi berbagai aktivitas interaktif, sedangkan Arena menjadi ruang kompetisi serta unjuk bakat. Adapun Playfest menjadi puncak festival yang menghadirkan hiburan dan musik.

Sudah Diuji di Surabaya

Konsep LIMA UNIFEST sebelumnya telah diuji melalui penyelenggaraan di Universitas Surabaya (Ubaya) pada Mei 2026. Gelaran tersebut mendapat sambutan besar dengan ribuan mahasiswa ikut meramaikan berbagai rangkaian kegiatan.

Direktur Utama LIMA, Junas Miradiarsyah, mengatakan kehadiran LIMA UNIFEST merupakan bagian dari komitmen jangka panjang untuk merevitalisasi ekosistem kemahasiswaan.

"LIMA UNIFEST hadir untuk melengkapi ekosistem yang sudah ada. Kami ingin memastikan bahwa pembinaan karakter, sportivitas, dan ruang ekspresi tidak hanya milik segelintir perwakilan kampus, tetapi dapat dinikmati oleh seluruh mahasiswa di rumah mereka sendiri," ujar Junas Miradiarsyah.

Menurut Junas, antusiasme mahasiswa dalam penyelenggaraan perdana di Ubaya menjadi salah satu indikator bahwa konsep tersebut mendapat respons positif.

"Suksesnya gelaran di Ubaya pada Mei lalu menjadi bukti bahwa semangat 'Semua Bisa Main' benar-benar dinantikan," lanjutnya.

Perluas Jangkauan ke Sejumlah Kampus

Setelah dibuka di Ubaya pada Mei lalu, LIMA UNIFEST kemudian berlanjut ke Budi Luhur University pada awal Oktober 2026.

LIMA juga telah menyiapkan roadmap ekspansi ke sejumlah kampus hingga akhir tahun. Salah satunya adalah Telkom University, Bandung, yang dijadwalkan menjadi lokasi penyelenggaraan pada 12-31 Oktober 2026.

Setelah itu, LIMA UNIFEST direncanakan menyambangi Universitas Widyatama, Bandung, pada 2-6 November 2026. Agenda tersebut masih berstatus tentative.

Berikutnya, Universitas Padjadjaran (Unpad), Sumedang, masuk dalam rencana tur pada 13-21 November 2026, yang juga masih berstatus tentative.

Sementara itu, IPB University, Bogor, dijadwalkan menjadi lokasi berikutnya pada 30 November hingga 4 Desember 2026.

Dengan konsep yang memadukan kompetisi, edukasi, aktivitas interaktif, seni, budaya, dan hiburan, LIMA UNIFEST diharapkan dapat menjadi ruang yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun pengalaman di lingkungan kampus.

LIMA menargetkan UNIFEST dapat terus berkembang sebagai wadah yang adaptif, edukatif, dan menghibur bagi generasi muda Indonesia.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Borneo FC Amankan Poin di Markas Buriram United

ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan