Tendangan Kungfu Warnai Piala Soeratin U-13 DIY, Ini Kondisi Terbaru Korban

Insiden tendangan di laga Baturetno vs Mataram Utama viral. Klub meminta maaf, PSSI DIY kumpulkan bukti dan tunggu putusan Komdis.

Diterbitkan 21 Agustus 2026, 22:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Mulai kemarin sore kami dari PSSI DIY berusaha mencari dokumen lampiran berkaitan dengan kejadian tersebut, baik dokumentasi foto, video, laporan pengawas pertandingan, maupun informasi lainnya dari pelatih Baturetno dan yang lain-lain," papar Wendy.

Terkait sanksi, PSSI DIY menunggu keputusan Komite Disiplin (Komdis) yang menjadwalkan sidang pada Jumat (21/8/2026).

"Kita garis bawahi bahwa hal ini terjadi di kelompok usia 13 tahun. Apa pun hasil keputusannya dari Komdis kami akan menghormati dan menjalankan. Mudah-mudahan keputusan ini untuk kebaikan sepak bola, khususnya di DIY dan menjadi pembelajaran bagi klub-klub peserta di lingkungan PSSI DIY," sambungnya.

Kondisi Adskhan dan Sorotan Kinerja Wasit

Wendy turut menyampaikan perkembangan kondisi kapten Baturetno FC pascakejadian, termasuk hasil pemeriksaan medis yang telah dilakukan.

"Setelah menit ke-66, kejadian benturan itu Azkhan masih bisa melanjutkan pertandingan sampai selesai. Dia melakukan CT scan berkaitan dengan gejala yang dialami, hari ini hasilnya sudah keluar dan hasilnya baik. Namun, Azkhan masih harus menjalani observasi satu hari ke depan," tutur Wendy.

Selain aspek perilaku pemain, PSSI DIY menyoroti keputusan perangkat pertandingan. Evaluasi menyasar kinerja wasit dan akan dikoordinasikan dengan Komite Wasit beserta bukti-bukti yang telah dikumpulkan.

"Apabila nantinya tidak benar, kami akan coba kembalikan kepada Komite Wasit untuk bisa memberikan pembinaan, refresh kembali berkaitan dengan LOTG (Laws of the Game). Untuk wasit ini juga diberikan punishment untuk tidak memimpin lagi di beberapa waktu ke depan," jelas Wendy.

"Harapan kami agar tidak hanya pemain yang merasakan efeknya, tetapi tim juga nantinya harus memberikan semacam pendidikan karakter atau nilai-nilai fairness. Ini untuk bisa diberikan refresh kembali di internal perkumpulan tersebut atau klub tersebut sehingga nantinya harus dilaporkan ke PSSI DIY," pungkasnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Ana Dewi, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan