3 Tantangan Timnas Indonesia saat Ladeni Timor Leste

Timnas Indonesia hadapi laga kedua Grup A Piala AFF 2026 melawan Timor Leste di Chonburi, Kamis (29/7/2026).

Diterbitkan 29 Juli 2026, 17:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Timnas Indonesia menatap partai kedua Grup A Piala AFF 2026 menghadapi Timor Leste. Duel ini tidak berlangsung di Dili, melainkan di Chonburi Stadium, Thailand, Kamis (29/7/2026).

Perpindahan lokasi terjadi karena ibu kota Timor Leste belum memiliki stadion yang layak untuk menggelar pertandingan level internasional. Laga di Chonburi itu berjarak 6.000 kilometer lebih dari Dili.

Tim asuhan John Herdman membawa tiga pekerjaan rumah jelang duel ini: mengejar margin gol, memangkas kesalahan sendiri, dan menjaga kebugaran di tengah padatnya perjalanan fase grup.

1. Kejar Margin Gol Besar

Timnas Indonesia datang dengan modal positif setelah menutup laga melawan Kamboja dengan skor 5-1. Momentum tersebut perlu dipelihara agar lini depan tetap produktif sejak awal pertandingan.

Selain itu, level Timor Leste diakui masih berada di bawah Timnas Indonesia. Situasi ini memberi peluang untuk menekan sejak menit awal dan mengamankan kemenangan dengan selisih gol yang meyakinkan.

Margin gol berpotensi menjadi penentu jika terjadi deadlock di klasemen. Kelolosan ke semifinal bisa saja bergantung pada jumlah gol yang dicetak sepanjang fase grup.

2. Minimalkan Kesalahan Sendiri

Perbaikan di aspek konsentrasi dan pengambilan keputusan menjadi hal penting. Setiap kesalahan kecil berisiko berujung kebobolan dan mengganggu ritme permainan.

Saat melawan Kamboja, satu-satunya gol lawan lahir dari kelengahan Nadeo Argawinata. Ia tidak menyangka pemain Kamboja akan melepaskan tembakan langsung dari sudut sempit.

Ada pula kealpaan di sisi bek kanan yang seharusnya bisa menahan pemain Kamboja untuk mengumpan atau menendang, namun tidak berada di tempatnya. Detail seperti ini harus ditekan agar tidak mengulangi kejadian serupa.

3. Kebugaran Jadi Kunci di Format Kandang-Tandang

Sejak 2018, Piala AFF menerapkan format kandang-tandang sejak babak penyisihan. Skema ini menambah dinamika kompetisi sejak fase awal.

Dari sisi turnamen, format tersebut menguntungkan karena membuat atmosfer tetap hidup di banyak kota. Namun bagi pemain, frekuensi perjalanan antarnegara yang tidak sebentar jelas menguras tenaga.

Para pemain Timnas Indonesia harus pintar menjaga kondisi agar tetap fit. Manajemen pemulihan dan kesiapan fisik krusial untuk memastikan performa tetap stabil di lapangan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Senjata Timnas Vietnam Redam Mitchell Baker di Piala AFF 2026

Hery Kurniawan, Harley Ikhsan, Yus Mei SawitriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan