Rodri Impikan Real Madrid di Tengah Perombakan Manchester City

Gelandang Manchester City, Rodri, dikabarkan memimpikan kepindahan ke Real Madrid di saat kontraknya tersisa setahun.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 17:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gelandang bertahan Manchester City, Rodri, dikabarkan memiliki keinginan kuat untuk bergabung dengan Real Madrid. Pemain berusia 30 tahun ini memasuki 12 bulan terakhir dari kontraknya di Etihad Stadium, memicu spekulasi mengenai masa depannya di klub Liga Inggris tersebut. Manchester City sendiri dilaporkan sedang berupaya maksimal untuk mempertahankan salah satu pilar utamanya ini.

Laporan menyebutkan bahwa diskusi kontrak antara Rodri dan Manchester City mengalami kebuntuan, meskipun pihak klub telah mengajukan tawaran perpanjangan pada bulan April lalu. Setelah tujuh tahun berkarier di Premier League, Rodri disebut-sebut "sangat ingin" kembali ke tanah kelahirannya, Spanyol.

Sebelum gabung Man City, Rodri pernah memperkuat klub-klub Spanyol seperti Villarreal dan Atletico Madrid pada era 2010-an. Keinginan Rodri untuk pindah ke Real Madrid muncul setelah ia tampil gemilang di Piala Dunia 2026.

Ia berhasil mengangkat trofi bersama timnas Spanyol, mengalahkan Argentina yang diperkuat Lionel Messi dalam pertandingan puncak di New Jersey. Sekembalinya dari tugas internasional, Rodri akan bergabung kembali dengan Manchester City di bawah era kepelatihan baru Enzo Maresca.

Masa Depan Rodri di Tengah Ketidakpastian Kontrak

Meskipun Rodri "memimpikan" kepindahan ke Santiago Bernabeu, Presiden Real Madrid Florentino Perez dilaporkan belum mempertimbangkan untuk merekrutnya saat ini. Situasi kontrak Rodri menjadi sorotan mengingat perannya yang vital di lini tengah The Citizens. Kebuntuan dalam negosiasi kontrak, meski tawaran telah diajukan, mengindikasikan adanya ketidaksepakatan antara kedua belah pihak mengenai masa depan sang gelandang.

Kehadiran Rodri yang berusia 30 tahun telah menjadi kunci keberhasilan Manchester City dalam beberapa musim terakhir. Ia dikenal sebagai gelandang kelas dunia yang mampu mengendalikan tempo permainan dan memutus serangan lawan.

Upaya City untuk mempertahankannya menunjukkan betapa pentingnya Rodri dalam skema tim. Kemampuannya dalam membaca permainan, intersep bola, dan distribusi passing yang akurat menjadikannya salah satu gelandang bertahan terbaik di dunia.

Kehilangan Rodri akan menjadi pukulan telak bagi Manchester City, terutama di tengah transisi kepelatihan dan kepergian beberapa pemain kunci lainnya. Ini akan memaksa Maresca untuk mencari pengganti yang sepadan, sebuah tugas yang tidak mudah mengingat kualitas dan pengalaman Rodri.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Manchester City sedang mengalami transisi besar setelah kepergian manajer legendaris Pep Guardiola pada akhir musim lalu. Guardiola mengakhiri satu dekade dominasinya di sepak bola Inggris dengan raihan gelar ganda domestik, yakni Piala FA dan Piala Liga Inggris. Posisinya kini digantikan oleh Enzo Maresca, mantan pelatih Leicester City dan Chelsea. Sementara itu, Pep Guardiola sendiri kini dikaitkan dengan kemungkinan melatih tim nasional Italia menjelang Euro 2028 yang akan diselenggarakan di Inggris dan Irlandia. Selain perubahan di kursi kepelatihan, Manchester City juga kehilangan beberapa pemain kunci di lapangan. Bernardo Silva telah bergabung dengan Jose Mourinho di Real Madrid, sementara John Stones hengkang setelah kontraknya berakhir. Kepergian para pemimpin tim ini menimbulkan kekhawatiran akan kurangnya sosok pemimpin yang jelas dalam skuad Manchester City menjelang musim pertama di bawah kepemimpinan Maresca. Pelatih baru ini memiliki tugas berat untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Guardiola dan para pemain senior.

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan