Prediksi Skotlandia vs Brasil: Menanti Aksi Neymar

Skotlandia dan Brasil berhadapan pada laga terakhir Grup C Piala Dunia 2026 di Miami.

Diterbitkan 23 Juni 2026, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Skotlandia berjuang menorehkan sejarah Piala Dunia saat menghadapi Brasil dalam laga ketiga dan terakhir Grup C. Pertandingan krusial ini dijadwalkan berlangsung di Hard Rock Stadium, Miami, Kamis (25/6/2026) pukul 05.00 WIB. Laga ini menjadi penentu bagi kedua tim untuk melangkah ke fase selanjutnya di turnamen akbar tersebut.

Pertemuan terakhir kedua negara di Piala Dunia terjadi pada tahun 1998, di mana raksasa Amerika Selatan Brasil berhasil meraih kemenangan 2-1 dalam perjalanan menuju final.

Kini, hampir tiga dekade berselang, Skotlandia berambisi membalas kekalahan tersebut sekaligus mengamankan posisi di babak gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah partisipasi.

Di sisi lain, Brasil, yang merupakan salah satu favorit juara, berupaya keras untuk mengamankan posisi teratas di Grup C. Pertandingan ini diprediksi akan menyajikan duel sengit mengingat ambisi besar yang diusung oleh kedua kesebelasan.

Misi Sejarah Skotlandia di Piala Dunia

Perjalanan Skotlandia di Grup C Piala Dunia 2026 dimulai dengan kemenangan penting 1-0 atas Haiti. Namun, pada pertandingan kedua, mereka harus takluk 0-1 dari Maroko dalam laga ketat yang ditentukan oleh gol cepat Ismael Saibari pada detik ke-70. Meskipun kalah, harapan Skotlandia untuk mencapai babak gugur Piala Dunia tetap hidup, setelah sebelumnya delapan kali tersingkir di fase grup.

Pelatih kepala Skotlandia, Steve Clarke, merasa timnya kurang beruntung karena tidak mendapatkan setidaknya satu penalti saat melawan Maroko. Meski demikian, Clarke menyatakan kepuasannya melihat para pemainnya mampu bersaing melawan tim-tim papan atas, meskipun mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran dalam pertandingan tersebut.

Untuk menjamin finis di dua besar Grup C, Skotlandia membutuhkan kemenangan perdana mereka atas Brasil. Hasil imbang pun kemungkinan besar akan cukup untuk mengamankan finis di tiga besar dan melaju ke babak 32 besar. Skotlandia juga memiliki peluang lolos meski kalah dari Brasil, namun mereka tentu ingin menghindari kekalahan telak di Miami.

Rekor pertemuan Skotlandia melawan Brasil terbilang kurang memuaskan. Dari delapan pertemuan internasional sebelumnya, Skotlandia menelan enam kekalahan dan dua hasil imbang. Catatan ini termasuk tiga kekalahan di fase grup Piala Dunia antara tahun 1982 dan 1998. Dalam lima pertandingan terakhir di semua kompetisi, Skotlandia mencatatkan dua kemenangan dan tiga kekalahan, termasuk kekalahan beruntun dari Maroko dan sebelumnya.

Brasil Incar Puncak Klasemen Grup C

Brasil memulai kampanye Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang 1-1 melawan Maroko di pertandingan pembuka Grup C. Namun, mereka berhasil bangkit dan meraih kemenangan pertama dengan mengalahkan Haiti 3-0. Kemenangan tersebut diraih berkat dua gol dari Matheus Cunha dan satu gol dari Vinicius Junior di babak pertama.

Penampilan klinis ini menambah catatan impresif Brasil yang telah mencetak setidaknya tiga gol dalam pertandingan Piala Dunia sebanyak 41 kali. Angka ini lima kali lebih banyak dari negara lain, dengan Jerman berada di posisi kedua dengan 36 kali. Pelatih Carlo Ancelotti memuji penampilan timnya yang “lengkap” setelah pertandingan melawan Haiti, menempatkan Selecao dalam posisi kuat untuk mengamankan posisi teratas di Grup C.

Untuk menjamin lolos sebagai juara grup, Brasil hanya perlu menyamai atau melampaui hasil Maroko melawan Haiti. Brasil, yang menduduki peringkat kelima dunia menurut FIFA, dianggap sebagai salah satu favorit juara. Sejak awal Piala Dunia Qatar 2022, Brasil telah menghadapi tujuh negara Eropa di semua kompetisi, dengan catatan empat kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan (termasuk satu melalui adu penalti). Hasil negatif terakhir mereka pada fase grup Piala Dunia justru terjadi pada matchday ketiga, termasuk kekalahan mengejutkan 0-1 dari Kamerun di Qatar.

Pembaruan Skuad dan Taktik Kedua Tim

Dari kubu Skotlandia, trio Scott McKenna (betis), Aaron Hickey (cedera yang tidak disebutkan), dan Lewis Ferguson (kelelahan) sempat absen dari latihan akhir pekan. Namun, ketiganya berpotensi kembali bermain melawan Brasil, dengan Ferguson kemungkinan akan melanjutkan perannya di lini tengah.

Pelatih Steve Clarke diperkirakan akan mengadopsi pendekatan pragmatis melawan Brasil, kemungkinan mempertahankan sistem yang berfluktuasi dari formasi 3-4-2-1 menjadi 4-4-1-1 seperti saat melawan Maroko. John McGinn dan Scott McTominay diprediksi akan menjadi starter di posisi gelandang serang, sementara Che Adams berharap mempertahankan posisi striker utama mengungguli Lawrence Shankland dan Lyndon Dykes. 

Di sisi Brasil, pemain sayap Barcelona, Raphinha, dipastikan absen karena cedera hamstring yang dideritanya saat melawan Haiti. Rayan, bintang muda berusia 19 tahun dari Bournemouth, menjadi kandidat terkuat untuk menggantikannya di sayap kanan. Pelatih Ancelotti telah mengkonfirmasi bahwa Neymar “akan tersedia” setelah pulih dari cedera, namun tidak diharapkan menjadi starter. Oleh karena itu, Lucas Paqueta kemungkinan akan terus bermain di posisi nomor 10, mendukung Vinicius Junior dan Cunha di lini serang.

Sisa susunan pemain Brasil kemungkinan besar akan tetap sama, dengan Danilo, Marquinhos, Gabriel Magalhaes, dan Douglas Santos di pertahanan, serta Casemiro dan Bruno Guimaraes di lini tengah.

Perkiraan Pemain

Skotlandia: Gunn; Patterson, Hendry, Hanley, Robertson, Tierney; Christie, Ferguson; McTominay, McGinn; Adams

Brasil: Alisson; Danilo, Marquinhos, Gabriel, Douglas Santos; Guimaraes, Casemiro; Rayan, Paqueta, Vinicius Jr; Cunha

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan